Mewujudkan Kerukunan dan Kekompakan Sesama Mukmin

Mewujudkan Kerukunan dan Kekompakan Sesama Mukmin

Tiap mukmin dianjurkan sungguh-sungguh membangun suasana rukun dan kompak dalam kehidupan sehari-hari. Sebab pada dasarnya, sesama mukmin adalah saudara lahir batin di dunia sampai akhirat. Hati mereka telah disatukan oleh Allah melalui hidayah-Nya.

Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ إِخْوَانًا

(QS. Āli ‘Imrān: 103)

“Dan ingatlah nikmat Allah atas kalian ketika dahulu kalian saling bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hati kalian sehingga kalian menjadi bersaudara sebab nikmat Allah.”
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ‌ ۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

(QS. Al-Anfāl: 63)

“Allah-lah yang mempersatukan hati mereka. Sekiranya kamu membelanjakan semua yang ada di bumi untuk merukunkan mereka, niscaya kamu tidak akan mampu. Tetapi Allah-lah yang mempersatukan mereka. Sungguh Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Hidayah yang masuk ke dalam hati seseorang membuatnya mudah merasakan cinta, kedekatan, dan keselarasan batin ketika bertemu sesama mukmin meski belum pernah saling mengenal sebelumnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْاَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ ۙ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَااِئْتَلَفَ ۙ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَااخْتَلَفَ

(HR. Bukhari)

“Ruh-ruh manusia itu berkelompok. Yang saling cocok akan bersatu, dan yang tidak cocok akan berselisih.”

Rukun dan Kompak sebagai Sifat Orang Beriman

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ ۙ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

(QS. Al-Ḥujurāt: 10)

“Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara. Maka damaikanlah dua saudaramu yang berselisih, dan bertakwalah kepada Allah agar kalian mendapat rahmat.”
اِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

(HR. Bukhari)

“Orang beriman satu dengan lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan.”
لَا تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ حَتّٰى تُؤْمِنُوْا ۙ وَلَا تُؤْمِنُوْا حَتّٰى تَحَابُّوْا

(HR. Muslim)

“Kalian tidak masuk surga hingga beriman, dan tidak beriman hingga kalian saling mengasihi.”
لَا يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتّٰى يُحِبَّ لِاَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهٖ

(HR. Bukhari)

“Tidaklah seseorang beriman sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Lima Syarat Kerukunan Antarmukmin

1. Menampilkan Bicara yang Baik

Ucapan harus baik, sopan, manis, tidak kasar, tidak menyakiti, dan penuh adab.

2. Memiliki Sifat Jujur, Amanah, dan Dapat Dipercaya

Jujur berarti berkata apa adanya, tidak berdusta, tidak mengada-ada, dan tidak menipu.

3. Banyak Sabar dan Kuat Menghadapi Cobaan

Semua masalah diselesaikan dengan kepala dingin, tidak mudah marah, dan saling memaafkan.

4. Tidak Merusak Sesama Mukmin

Wajib menjaga kehormatan, hak, dan harta sesama. Tidak menjatuhkan, tidak menyakiti, dan tidak menimbulkan kekecewaan.

5. Saling Memperhatikan dan Menjaga Perasaan

Dalam ucapan dan tindakan selalu memperhatikan perasaan orang lain, tidak menyakiti, dan penuh empati.


Peringatan Allah dan Rasulullah ﷺ tentang Bahaya Perselisihan

وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

(QS. Al-Anfāl: 46)

“Jangan berselisih, sebab kalian akan menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian. Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar.”
لَا تَرْجِعُوْا بَعْدِيْ كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

(HR. Bukhari)

“Jangan kembali kafir sepeninggalku, yaitu sebagian kalian memukul leher sebagian lainnya.”
اِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلَا تَحَسَّسُوْا وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا تَحَاسَدُوْا وَلَا تَدَابَرُوْا وَلَا تَبَاغَضُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللّٰهِ اِخْوَانًا

(HR. Bukhari)

“Jauhilah prasangka buruk, jangan mencari-cari kesalahan, jangan memata-matai, jangan mendengki, jangan membelakangi, jangan membenci, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

Kerukunan lahir dan batin menjadikan kehidupan mukmin lebih tenteram, nyaman, bahagia, dan penuh keberkahan. Kegiatan jamaah terasa ringan, hubungan antarindividu semakin harmonis, dan umat semakin kuat. Inilah bagian dari jalan menuju surga dan penjagaan dari neraka.

Lebih baru Lebih lama