Bencana Alam: Antara Cuaca Ekstrem dan Kelalaian Manusia

SURABAYA - Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dua minggu lalu telah meninggalkan kesan yang mendalam. Namun, apa yang seringkali diabaikan adalah bahwa kerusakan alam bukan hanya akibat cuaca ekstrem, tetapi juga karena kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

"Kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari perusakan hutan, pembukaan lahan tanpa kontrol, hingga rendahnya kesadaran merawat alam, turut memperbesar risiko bencana di kemudian hari," kata seorang pakar lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami beberapa bencana alam yang parah, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi. Bencana-bencana ini telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan negara.

"Krisis iklim yang sedang kita hadapi tidak hanya disebabkan oleh cuaca ekstrem, tetapi juga oleh perubahan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia," kata Pakar Iklim. "Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca."

LDII, sebuah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada isu lingkungan, telah melakukan upaya untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan menghadapi krisis iklim. Mereka telah melakukan berbagai kegiatan, seperti penelitian, pendidikan, dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

"Kami berusaha untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan menghadapi krisis iklim dengan cara yang berkelanjutan dan berkesinambungan," kata Kepala LDII. "Kami berharap bahwa upaya kami dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan."

Deskripsi Pencarian: Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dua minggu lalu telah meninggalkan kesan yang mendalam. Namun, apa yang seringkali diabaikan adalah bahwa kerusakan alam bukan hanya akibat cuaca ekstrem, tetapi juga karena kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Lebih baru Lebih lama