Jika ada pertanyaan sederhana namun mendalam: “Siapakah wanita istimewa?” Jawabannya tidak membutuhkan retorika panjang, tidak butuh gelar duniawi, tidak harus populer atau viral. Wanita istimewa adalah wanita salehah—sosok yang keberadaannya menghadirkan ketenangan, cahaya iman, dan kebaikan yang merembes ke seluruh penjuru rumahnya.
Rasulullah SAW bersabda:
Kalimat singkat itu seperti menampar paradigma dunia modern yang sering kali mengukur nilai wanita dari penampilan, popularitas, dan pencapaian materi. Padahal, Islam memberikan standar yang lebih tinggi—bahkan lebih mulia. Wanita istimewa bukan sekadar seseorang yang tampil anggun, tetapi sosok yang dicintai Allah dan dimuliakan di dunia serta akhirat.
Ciri-Ciri Wanita Istimewa Menurut Islam
Kemuliaan seorang wanita tidak terletak pada banyaknya harta, kecantikan, ataupun status sosial. Kemuliaan itu tumbuh dari hati yang lurus, akhlak yang lembut, dan penghambaan yang kuat kepada Allah.
1. Menyenangkan Ketika Dipandang Suaminya
Wanita istimewa memiliki aura keteduhan. Bukan karena make up mahal, melainkan karena kelembutan akhlaknya. Ia menenangkan, bukan membebani. Ia membawa kedamaian, bukan kegaduhan. Tatapannya, tutur katanya, dan sikapnya membuat suaminya merasa dihargai dan disayangi.
2. Taat kepada Suaminya
Bukan taat dalam arti buta, tetapi taat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Ia menjaga kehormatan rumah tangga, menghormati kepemimpinan suami, dan mengelola rumah sebagai amanah yang mulia.
3. Tidak Menyelisihi Amanah Diri dan Harta Suami
Inilah inti dari integritas seorang wanita salehah. Ia menjaga marwah dirinya, menjaga lisannya, menjaga perilakunya, serta menjaga harta suaminya ketika suaminya tidak berada di rumah.
Ayat ini menjadi fondasi kuat bahwa wanita istimewa adalah penjaga kehormatan, penjaga amanah, dan penjaga ketenangan rumah tangga.
Khadijah: Teladan Wanita Istimewa
Ketika membicarakan wanita istimewa, sulit untuk tidak menyebut nama Khadijah binti Khuwailid—wanita pertama yang beriman kepada Rasulullah SAW, wanita yang tak tergantikan dalam hati beliau.
Ia bukan hanya seorang istri, tetapi mitra perjuangan. Ia mendampingi Rasulullah SAW dalam suka dan duka, dalam gelapnya penolakan dan kerasnya cercaan. Ia menyerahkan hartanya, waktunya, pikirannya, bahkan jiwanya untuk mendukung dakwah Islam pada masa-masa paling berat.
Khadijah adalah bukti bahwa wanita istimewa bukan hanya hadir sebagai pendamping, tetapi sebagai tiang yang menegakkan misi besar seorang nabi. Ia menjadi contoh bahwa wanita yang mendukung kebaikan akan mulia di dunia dan akhirat.
Mulia di Dunia, Terhormat di Akhirat
Islam memandang wanita salehah sebagai pilar peradaban. Di dunia, ia menjadi penyejuk bagi keluarganya. Di akhirat, ia mendapat kedudukan tinggi karena kesabaran, ketaatan, dan amal kebajikannya.
Ayat ini menegaskan bahwa wanita beriman dan salehah memiliki kedudukan mulia di sisi Allah, tanpa memandang status sosial atau harta.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul
1. Apakah wanita istimewa harus sempurna?
Tentu tidak. Wanita istimewa adalah yang terus memperbaiki diri, bukan yang tanpa cela.
2. Apa amalan yang membuat seorang wanita menjadi salehah?
Taat kepada Allah, menjaga shalat, menjaga kehormatan diri, berakhlak lembut, dan menjaga amanah keluarga.
3. Apakah wanita karier bisa menjadi wanita salehah?
Bisa. Asalkan ia menjaga adab, akhlak, dan tanggung jawab rumah tangganya sesuai syariat.

