
Jakarta. Biro Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat program kerja tahun 2026 dengan berkonsultasi langsung ke DPP LDII di Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025), fokus pada isu kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.
Konsolidasi Program PPKK Kalsel: Silaturahmi dan Konsultasi Strategis ke DPP LDII
Kunjungan ini menjadi langkah strategis PPKK Kalsel untuk memperluas wawasan, membangun jaringan, dan mematangkan persiapan program kerja tahun mendatang. Rombongan PPKK Kalsel mendapatkan sambutan hangat dari pengurus PPKK DPP LDII, menciptakan suasana pertukaran informasi yang mendalam.
Apresiasi dan Ilmu Baru: PPKK Kalsel Siap Terapkan di Daerah
Ketua PPKK Kalsel, Hasanah, menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan dan ilmu yang diperoleh selama kunjungan.
“Banyak ilmu yang kami dapatkan hari ini, dan semoga dapat kami terapkan di Kalimantan Selatan,” ujar Hasanah.
Diskusi intensif meliputi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk pengembangan kerajinan ecoprint, serta rencana program 2026 yang berfokus pada edukasi kesehatan keluarga dan pencegahan stunting. Program ini akan melibatkan kolaborasi dengan spesialis gizi, dokter gigi, dan ahli gizi. PPKK Kalsel secara khusus meminta masukan dari DPP LDII agar program yang disusun selaras dengan kebijakan nasional.
Sinergi Program Nasional: Fokus pada Stunting dan Anemia Remaja Putri
DPP LDII menjelaskan bahwa mereka telah aktif menjalin sinergi program dengan berbagai lembaga, termasuk BKKBN dan beberapa kementerian sejak tahun 2022. Isu stunting dan anemia pada remaja putri menjadi perhatian utama yang terus dikuatkan melalui edukasi dan pembinaan.
Kedua belah pihak berharap kerja sama ini akan terus berlanjut, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga di Kalimantan Selatan.