Kalimat "لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ" merupakan salah satu dzikir dan doa ringkas yang mengandung makna tauhid, tawakkal, dan pengakuan kelemahan manusia tanpa pertolongan Allah. Nabi ﷺ menyebutnya sebagai "salah satu harta dari harta simpanan surga"—sebuah anjuran kuat untuk mengamalkannya dalam setiap keadaan.
La hawla wa la quwwata illa billah.
"Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
Doa dan keutamaan kalimat ini diriwayatkan dalam hadits shahih berikut:
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه: (....) قال: فَقَالَ لِي: ألا أدلك على كنز من كنوز الجنة؟ قلت: بلى يا رسول الله. قال: لا حول ولا قوة إلا بالله.
HR. Al‑Bukhari (no. 4205) dan Muslim (no. 2704) dari Abu Musa Al‑Asy'ari r.a.
Abu Musa Al‑Asy'ari r.a. berkata: Ketika kami bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan, orang‑orang mengangkat suara mereka dengan takbir. Nabi ﷺ lalu berkata: "Tenangkanlah dirimu; kalian tidak sedang menyeru Tuhan yang tuli atau jauh; sesungguhnya kalian menyeru Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, dan Dia bersama kalian." Kemudian Nabi ﷺ bertanya: "Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu harta simpanan dari harta simpanan surga?" Aku menjawab: "Iya, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "La hawla wa la quwwata illa billah." (HR. Bukhari & Muslim).
Para ulama menyediakan beberapa dimensi makna kalimat ini, yang secara garis besar meliputi:
- Pengakuan kelemahan manusia: Bahwa kekuatan sejati dan kemampuan datang hanya dari Allah.
- Tawakkal & penyerahan: Menyerahkan hasil usaha kepada kehendak Allah sambil tetap berikhtiar.
- Sarana menjauhkan keangkuhan: Menghilangkan rasa ujub terhadap amal sendiri karena menyadari semua pertolongan berasal dari Allah.
Imam An‑Nawawi menyebut kalimat ini sebagai "kanz min kunuz al‑Jannah" (salah satu harta surga) karena sifatnya yang menegaskan tauhid dan penyerahan diri.
Cara Mengamalkan dalam Kehidupan Sehari‑hari
- Baca rutin setelah shalat: Setelah selesai shalat fardhu atau rawatib, ucapkan beberapa kali.
- Saat menghadapi kesulitan: Diucapkan ketika merasa lemah, tertekan, atau bingung mengambil keputusan.
- Saat usaha dan tawakkal: Ucapkan sewaktu berikhtiar (kerja, ujian, musyawarah) sebagai pengingat bahwa hasil mutlak milik Allah.
- Dalam dzikir pagi & petang: Masukkan kalimat ini ke dalam wirid harian.
Manfaat Spiritual & Psikologis
Amalan istiqamah membaca kalimat ini membawa beberapa manfaat:
- Menenangkan jiwa dan mengurangi kecemasan.
- Mengurangi rasa bangga diri (ujub) terhadap amal.
- Menyadarkan bahawa semua kebaikan dan kemampuan adalah anugerah Allah.
- Meningkatkan tawakkal dan keteguhan saat diuji.
Berikut doa lain yang terkait dengan penyerahan diri dan meminta pertolongan Allah:
Ya Allah, tolonglah aku dan jangan Engkau tinggalkan aku. (HR. Tirmidzi — hasan shahih)
