
SURABAYA. Guru bukan sekadar pengajar, melainkan teladan hidup yang perilakunya direkam murid setiap hari. Keteladanan guru, bahkan dalam hal-hal kecil, menjadi fondasi pembentukan karakter generasi bangsa.
Guru Teladan: Lebih dari Sekadar Mengajar
Guru yang hebat adalah sosok sederhana yang menjadi panutan. Keteladanan dimulai dari disiplin, kesopanan, dan perilaku baik yang dicontohkan guru dalam setiap tindakan.
Murid-murid belajar bukan dari kata-kata, melainkan dari kehadiran guru yang berkarakter. Sebagian besar pendidikan sesungguhnya terjadi dalam diam—dari perilaku kecil guru yang terlihat sederhana, namun justru membentuk fondasi moral generasi bangsa.
Kisah Inspiratif Pak Duduh: Konsistensi dalam Keseharian
Kisah Pak Duduh, seorang guru di kota santri Jawa Timur, menjadi contoh nyata. Setiap pagi, ia menyambut murid-muridnya dengan senyum dan memastikan kelas rapi sebelum pelajaran dimulai. Kebiasaan sederhana ini menciptakan suasana teduh dan bermakna di sekolah.
Kebiasaan ini lahir dari keyakinan bahwa keteladanan dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan konsistensi.
Guru Hebat, Indonesia Kuat: Tema Hari Guru Nasional 2025
Tema Hari Guru Nasional 2025, "Guru Hebat, Indonesia Kuat," menekankan pentingnya peran guru dalam membangun bangsa. Kekuatan bangsa tidak hanya dibangun oleh strategi besar, tetapi juga oleh keteguhan guru dalam menjalani kebiasaan kecil yang konsisten.
Filosofi Pendidikan dari Tjokroaminoto dan Ki Hadjar Dewantara
Gagasan H.O.S. Tjokroaminoto, "Barang siapa ingin menjadi pemimpin besar, jadilah guru," menempatkan guru sebagai pemimpin moral yang menuntun dan menerangi jalan.
Barang siapa ingin menjadi pemimpin besar, jadilah guru.
Ki Hadjar Dewantara memberikan kerangka filosofis: Ing ngarso sung tulodho (di depan memberi teladan), Ing madya mangun karso (di tengah membangun semangat), dan Tut wuri handayani (di belakang memberikan dorongan).
Relevansi Konsep "Guru Digugu dan Ditiru"
Konsep "guru digugu dan ditiru" semakin relevan di era modern. Guru dipercaya karena integritasnya dan ditiru karena perilakunya mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan.
29 Karakter Luhur dalam Pendidikan LDII
Dalam pendidikan karakter yang dikembangkan LDII, terdapat 29 karakter luhur, termasuk jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Guru yang mempraktikkan karakter ini mengajarkan murid tanpa kata-kata.
Keteladanan Guru di Era Digital
Di tengah kemajuan teknologi, kehadiran guru tetap tak tergantikan. AI tidak bisa menggantikan peran guru dalam menularkan karakter dan memberikan dukungan emosional kepada murid.
Guru: Penguasa Diri dan Pemberi Contoh
Guru dituntut untuk menguasai diri dan memberikan contoh dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari disiplin hingga etika.
Indonesia yang kuat berawal dari ruang kelas yang tenang, dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang diulang hingga menjadi budaya.
Selamat Hari Guru, 25 November 2025.
Guru Hebat Lahir dari Kebiasaan Kecil yang Konsisten.
Guru Hebat, Indonesia Kuat.
*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII