Hari Guru Nasional 2025 kembali diperingati pada 25 Oktober 2025. Setiap tahun, momentum ini selalu menghadirkan suasana penuh haru, penghormatan, dan rasa syukur atas jasa para guru yang telah membimbing, mengajar, dan mendidik generasi bangsa. Guru bukan sekadar profesi, tetapi amanah besar yang menyentuh hati dan masa depan Indonesia.
Dalam setiap upacara Hari Guru, pembacaan doa menjadi momen yang sangat ditunggu. Di sinilah rasa terima kasih, penghargaan, dan harapan untuk para pendidik dirangkai dalam kata-kata yang penuh makna. Doa yang baik bukan hanya indah dibaca, tetapi mampu mengetuk hati, memberi semangat, dan menjadi penyemangat bagi para guru dan murid yang hadir.
Artikel ini menghadirkan teks doa upacara Hari Guru 2025 yang mendalam dan penuh penghormatan kepada para guru—sosok mulia yang sering dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa. Teks doa ini bisa dipakai untuk:
- Upacara resmi di sekolah
- Kegiatan Hari Guru tingkat daerah atau provinsi
- Upacara internal lembaga pendidikan
- Acara keagamaan dengan nuansa Islami
Makna Hari Guru 2025: Lebih dari Sekadar Seremoni
Hari Guru 2025 tidak hanya tentang seragam, upacara, atau sekadar kegiatan rutin tahunan. Tahun ini, masyarakat Indonesia menghadapi berbagai tantangan pendidikan: perubahan teknologi, tantangan moral, karakter generasi digital, hingga perubahan kurikulum yang terus berkembang.
Di tengah segala kesulitan itu, sosok guru hadir sebagai jembatan ilmu dan teladan akhlak. Mereka mengisi kekosongan nilai keluarga yang tak sempat mengawasi anak-anak sepanjang hari. Mereka menjadi figur kedua setelah orang tua—bahkan bagi sebagian murid, guru adalah tempat pulang ketika dunia luar terasa menekan.
Maka, memuliakan guru bukanlah sekadar tradisi, tetapi kebutuhan moral bangsa.
Dalam Islam, kedudukan guru sangat mulia. Ulama klasik sering mengatakan:
“Barang siapa memuliakan gurunya, maka ia sedang memuliakan ilmu. Dan barang siapa merendahkan gurunya, maka ia sedang merendahkan ilmu itu sendiri.”
Karena itu, doa pada upacara Hari Guru harus disusun dengan rasa hormat, penuh cinta, dan penghargaan yang tulus. Doa bukan hanya rangkaian kata, tetapi cerminan penghormatan kepada profesi yang membentuk masa depan bangsa.
Contoh Doa Upacara Hari Guru Nasional 2025
Berikut adalah teks doa yang disusun panjang, indah, dan khidmat. Cocok dibacakan pada upacara resmi sekolah atau lembaga pendidikan mana pun.
Doa Upacara Hari Guru Nasional 2025
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pada hari yang penuh keberkahan ini, kami berkumpul untuk memperingati Hari Guru Nasional 2025. Hari yang mengingatkan kami akan betapa besar jasa para guru dalam kehidupan kami. Untuk itu, Ya Allah, terimalah doa dan harapan kami.
Ya Allah, Engkaulah yang Maha Memberikan Ilmu. Engkaulah yang mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Karena itu, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas nikmat ilmu dan atas hadirnya para guru dalam kehidupan kami.
Ya Allah, pada hari yang istimewa ini, kami memanjatkan rasa hormat dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada para guru—baik yang masih bersama kami maupun yang telah Engkau panggil menghadap-Mu. Ampunilah dosa-dosa mereka, lapangkan kuburnya, dan jadikan amal jariyah mereka sebagai cahaya yang terus mengalir tanpa putus.
Ya Allah, berikanlah kesehatan kepada guru-guru kami. Kuatkan langkah mereka, lapangkan rezekinya, dan jauhkan dari segala kesedihan serta kesempitan. Jadikan hati mereka sabar dalam mendidik kami, ikhlas dalam mengajar kami, dan tabah menghadapi segala ujian yang datang.
Ya Allah, jadikanlah guru-guru kami sebagai lentera dalam kegelapan. Jadikanlah mereka sebagai perantara ilmu yang membawa kami menuju kehidupan yang lebih baik. Limpahkan keberkahan dalam setiap ucapan, langkah, dan pengorbanan mereka.
Ya Allah, bimbinglah kami sebagai murid untuk selalu menghormati dan memuliakan guru-guru kami. Jangan biarkan kami menjadi anak-anak yang durhaka, lalai, atau meremehkan jerih payah mereka. Tumbuhkan dalam hati kami rasa cinta, rasa hormat, dan rasa terima kasih kepada mereka.
Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui betapa besar tanggung jawab para guru dalam membentuk akhlak dan masa depan bangsa. Karena itu, berikanlah kepada mereka kekuatan untuk terus berjuang, meski lelah, meski tak dihargai, meski tak disaksikan siapa pun.
Ya Allah, satukanlah hati kami untuk selalu menghargai guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Jangan biarkan bangsa kami melupakan jasa guru. Jadikan bangsa ini bangsa yang memuliakan ilmu dan para penyampainya.
Akhirnya, Ya Allah, berkahilah peringatan Hari Guru Nasional 2025 ini. Jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa tanpa guru, kami bukanlah apa-apa.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina ‘adzabannar.
Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pembahasan Makna Doa: Mengapa Kata-Kata Ini Penting?
Teks doa di atas dibuat panjang dan menyentuh karena doa bukan sekadar bacaan formal. Doa adalah ungkapan hati. Pada momen Hari Guru, kata-kata harus dapat mewakili:
- rasa terima kasih mendalam,
- penghormatan kepada profesi mulia,
- pengakuan atas pengorbanan guru,
- doa untuk guru yang masih hidup,
- dan doa untuk guru yang telah wafat.
Selain itu, doa yang disusun panjang akan memberi ruang refleksi bagi semua yang hadir. Saat doa dibacakan, suasana hening membuat para murid teringat jasa guru mereka. Para guru pun merasakan penghargaan yang tulus, bukan hanya simbolis.
Di banyak sekolah, guru bahkan meneteskan air mata ketika mendengar doa seperti ini. Sebab, mereka mengajar setiap hari bukan untuk dipuji—tetapi untuk melihat muridnya tumbuh sukses.
Kisah Pendek: Mengapa Guru Layak Mendapat Doa Terbaik?
Bayangkan seorang guru bernama Ibu Rahma. Setiap pagi, ia bangun pukul empat, menyiapkan pelajaran, menyiapkan sarapan anak-anaknya, lalu berangkat ke sekolah. Ia mendidik 32 murid dengan karakter yang beragam: ada yang cerdas, ada yang pendiam, ada yang suka mengeluh, ada yang mudah marah, dan ada pula yang sering dianggap “nakal”.
Namun bagi Ibu Rahma, semua murid adalah amanah. Meski lelah, ia tetap tersenyum. Meski dipojokkan orang tua murid, ia memilih sabar. Meski gajinya tak besar, ia tetap mengabdi.
Suatu hari, seorang murid datang terlambat dan menangis. Ia mengaku tak punya ongkos ke sekolah. Tanpa banyak bicara, Ibu Rahma memberikan uang dari dompetnya. Peristiwa itu tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun—dan murid itu kelak menjadi orang sukses.
Kisah seperti ini bukan satu dua kali. Ratusan ribu guru di seluruh Indonesia melakukannya tanpa diminta, tanpa disorot kamera, tanpa dipublikasikan.
Inilah mengapa doa untuk guru harus benar-benar indah, panjang, tulus, dan menghormati perjuangan mereka.
Contoh Tambahan: Doa Singkat Hari Guru (Versi Ringkas)
Bagi sekolah yang membutuhkan versi ringkas, berikut versi pendeknya:
“Ya Allah, berkahilah guru-guru kami. Panjangkan umur mereka, sehatkan jasad mereka, lapangkan rezeki mereka, dan jadikan setiap ilmu yang mereka ajarkan sebagai cahaya yang menerangi hidup kami. Ampuni guru-guru kami yang telah wafat dan terimalah amal jariyahnya. Aamiin.”
