Doa (duʿāʼ) adalah bentuk ibadah intim; ia menunjukkan ketergantungan kita pada Allah, sekaligus menumbuhkan harap dan kesabaran. Jangan pernah berputus asa — Al-Qur'an sendiri memberi perintah dan janji mengenai doa. Di bawah ini beberapa dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan kuat pentingnya berdoa.

Dalil-Dalil Al-Qur'an tentang Doa

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ
"(Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.)" — QS. Al-Baqarah (2):186
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka dalam keadaan hina.' " — QS. Al-Muʼmin (Ghafir) / 40:60

Kedua ayat di atas menegaskan: Allah mendengar; Dia memerintahkan kita memohon; janji-Nya adalah menjawab doa. Jawaban doa berada dalam hikmah-Nya: dikabulkan segera, ditunda, diganti dengan yang lebih baik, atau disimpan sebagai bekal pahala di akhirat.

Apa yang Dimaksud 'Doa yang Tidak Masuk Akal'?

Sering kita merasa malu atau ragu memohon sesuatu yang tampak mustahil—mis. kesembuhan total setelah diagnosis berat, kembali pada hubungan yang sudah runtuh, rezeki yang sangat besar tiba-tiba. Konsep 'tidak masuk akal' adalah ukuran manusia terhadap kemungkinan. Allah bukan terikat 'kemungkinan' yang sama — Dia sang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.

Beberapa pola jawaban doa menurut pemahaman ulama

  • Dikabulkan segera — ketika kehendak Allah sejalan dengan kebaikan bagi hamba.
  • Ditunda — sebagai ujian atau agar hasilnya lebih matang; sesungguhnya waktu Allah lebih sempurna.
  • Diganti dengan yang lebih baik — Allah memberi bentuk nikmat lain yang setara atau lebih berguna.
  • Dikabulkan di akhirat — balasan yang paling sempurna sering berada di akhirat jika dunia tidak memberikan kebaikan tersebut.

Mengimani kemungkinan-kemungkinan ini membantu kita tetap tawakkal dan sabar meski doa belum nampak dikabulkan.

Etika & Adab Saat Berdoa

Berdoa bukan sekadar menyebut kata; ada adab yang dianjurkan agar doa terasa lebih khusyuk dan penuh harap:

  • Mulailah dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ (contoh: Alhamdulillah, Allahumma salli 'ala Muhammad).
  • Berdoa dalam keadaan berwudhu atau setelah shalat sunnah/shalat fardhu jika memungkinkan.
  • Memohon dengan penuh kerendahan hati (khushu') dan yakin akan jawaban Allah (yaqin).
  • Jangan berdoa dengan terburu-buru; ucapkan dengan bahasa sendiri atau bahasa yang paling tulus.
  • Sertakan istighfar (mohon ampun) — seringkali pintu doa terbuka dengan taubat.

Doa Singkat & Praktis (Contoh)

Berikut doa singkat yang mudah diulang ketika hati risau atau meminta sesuatu yang besar bagi kita:

Doa: "اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّكَ أَنْتَ اللَّهُ، لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْأَحَدُ الصَّمَدُ..."

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karena Engkaulah Allah; tiada Tuhan selain Engkau; Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu..."

Catatan: Doa di atas adalah contoh singkat; silakan berdoa dengan kata-kata sendiri yang mewakili isi hati.

Hikmah Menjaga Konsistensi Doa

Istiqamah (konsistensi) dalam doa membentuk keteguhan spiritual. Seringkali yang berubah bukan hanya keadaan, melainkan hati kita—menjadi lebih dekat pada Allah, menerima qada dan qadar dengan lapang, dan belajar memaknai setiap ujian sebagai sarana peningkatan diri.

Apakah Allah benar-benar menjawab semua doa?
Ya — Al-Qur'an menyatakan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya berdoa dan Dia menjawab. Bentuk jawaban dapat berbeda (dikabulkan, ditunda, diganti, atau disimpan sebagai pahala). (QS. 2:186; 40:60)
Bolehkah memohon hal yang besar atau tampak mustahil?
Boleh. Justru doa yang besar menunjukkan harap kepada Allah. Tidak ada dosa meminta; yang penting niat dan tata cara tetap sesuai syariat.
Apakah ada waktu mustajab untuk berdoa?
Ada beberapa waktu yang dianjurkan (mis. sepertiga malam, antara adzan dan iqamah, selepas shalat), namun Allah Maha Tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan doa hamba-Nya.

Berdoalah tanpa kenal lelah. Berharaplah pada Allah walau permintaanmu tampak 'tak masuk akal' menurut akal manusia. Ingatlah janji-Nya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. 40:60). Semoga Allah menguatkan iman, memberi yang terbaik — baik di dunia maupun akhirat.