57 Pasangan Muda Ikuti Pengajian dan Dialog Keluarga Bahagia

57 Pasangan Muda Ikuti Pengajian dan Dialog Keluarga Bahagia

LDII Kediri, (30/6). Sebanyak 57 pasangan muda mengikuti Pengajian dan Dialog Keluarga Bahagia yang diadakan di Masjid Baiturrohman, Desa Bangkok, Kecamatan Gurah. Acara ini digelar oleh Dewan Penasihat LDII Kabupaten Kediri dengan tujuan untuk memperkuat ikatan rumah tangga dan meningkatkan pemahaman antar pasangan.

KH. Agus Faisol, Dewan Penasihat LDII Kabupaten Kediri, menyatakan bahwa acara ini penting karena banyak rumah tangga yang mengalami kegagalan. Menurutnya, pengajian dan dialog ini memberikan kesempatan bagi pasangan untuk saling berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain, sehingga dapat saling melengkapi. "Sesuai dengan sabda Rasulullah, Siapa yang menikah berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya," tambah KH. Agus Faisol.

Seminar ini menghadirkan Mohammad Yusron Nasrulloh sebagai pemateri tunggal. Dalam materinya, Yusron menyampaikan bahwa kurangnya pemahaman antara suami dan istri sering kali menimbulkan emosi, mudah marah, dan masalah lainnya. Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kekecewaan karena tidak sesuai dengan harapan. Orientasi duniawi yang berlebihan juga dapat membuat seseorang membandingkan pasangannya dengan orang lain.


57 Pasangan Muda Ikuti Pengajian dan Dialog Keluarga Bahagia


Lebih lanjut, Yusron menekankan pentingnya saling memahami dalam menjalani rumah tangga. Ia menambahkan bahwa pernikahan tidak memiliki sekolah khusus, sehingga cara terbaik untuk belajar adalah dengan berguru kepada orang yang lebih tua dan menjalani prosesnya. Yusron juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan besar antara laki-laki dan perempuan. Sebagai contoh, perempuan dapat menggunakan hingga 20.000 kata per hari, sedangkan laki-laki hanya sekitar 7.000 kata per hari. Perempuan cenderung lebih rinci dalam mengingat pertengkaran, sedangkan laki-laki seringkali tidak mengingat sama sekali.

Para peserta pengajian mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat. Para suami belajar untuk lebih sabar, sementara para istri belajar untuk lebih memahami. "Di rumah, sulit untuk mengungkapkan perasaan, tetapi di sini kami bisa berbicara dengan lancar tanpa gengsi. Momen ini sangat diperlukan karena terkadang malu untuk mengungkapkan keluhan," kata salah satu peserta.

Yang terpenting, lanjut para peserta, adalah saling memahami dan mengerti apa yang menjadi keluhan pasangan, serta menjadi pendengar yang baik. Acara ini diharapkan dapat membantu pasangan muda dalam membangun keluarga yang lebih harmonis dan bahagia.

Post a Comment

Previous Post Next Post