Waspadai Dasim, Si Pengacau Ketenteraman Rumah Tangga

Waspadai Dasim, Si Pengacau Ketenteraman Rumah Tangga


Tak ada kata putus asa bagi iblis menggoda manusia. Mereka tetap konsisten dengan komitmennya hingga hari kiamat. Sengsara melihat manusia bahagia, dan tertawa melihat manusia sengsara. Itulah jati diri sesungguhnya mereka.


 قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, [Surat Al-A'raf (7) ayat 16]

Mereka para Iblis - setan laknat jahanam, melakukan berbagai upaya dalam rangka menggelingsirkan manusia ke jurang neraka. Tak rela banyak manusia masuk surga.

وَتَٱللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَـٰمَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا۟ مُدْبِرِينَ

Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. [Surat Al-Anbiya (21) ayat 57]

Waspadai Dasim, Si Pengacau Rumah Tangga 

Anak iblis beserta para syetan pengikutnya bertugas di rumah-rumah untuk menyesatkan penghuni rumah. Upayanya ditujukan agar penghuni rumah tidak aktif beribadah, tidak berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT, banyak tidur, lupa sholat, malas sholat sunah, malas bangun malam, membuat suasana rumah selalu panas, geger antara suami isteri, orang tua dengan anak, saudara dengan saudara, atau keluarga dengan familinya.

Dari golongan mereka ada yang ber-title DASIM.

Dasim akan selalu berusaha agar suatu keluarga gagal dalam membina keharmonisan dan kebahagiaan. Dalam hal agama, Dasim beserta syetan-syetan pengikutnya mencampuradukkan antara yang haq dan yang batal, yang murni dengan yang palsu, yang sunah dengan yang bid'ah, dan antara iman dengan syirik, khurofat, tahayul.
Diluar rumahpun, iblis-iblis yang lain juga sudah siap menyambut seseorang dengan mengacaukan keimanannya. Kemana saja manusia pergi, kesitu pula syetan-syetan pembantu iblis mencari kesempatan menyesatkannya.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ قَالَ الْأَعْمَشُ أُرَاهُ قَالَ فَيَلْتَزِمُهُ

Dari Jabir berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, (setan) yang kedudukannya paling rendah bagi Iblis adalah yang paling besar godaannya. Salah satu diantara mereka datang lalu berkata: 'Aku telah melakukan ini dan itu.' Iblis menjawab: 'Kau tidak melakukan apa pun.' Lalu yang lain datang dan berkata: 'Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkannya dengan istrinya.' Beliau bersabda: "Iblis mendekatinya lalu berkata: 'Bagus kamu." Al A'masy menyebutkan dalam riwayatnya: "Iblis berkata: 'Tetaplah (menggodanya)." HR Muslim.

Seorang muslim dituntut untuk selalu mewapadai usaha-usaha Dasim beserta syetan pengikutnya yang berkeliaran di rumah-rumah untuk menyesatkan orang iman dari agama Allah SWT. Dan seorang muslim juga bisa selalu meramaikan rumah dengan tilawatil quran, memperbanyak dzikir dan doa.


Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodir (Tidak ada ilah (yang berhaq disembah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang dapat lebih banyak mengamalkan (membaca) dzikir ini".  HR Bukhari

0 Komentar