Bupati Kulon Progo Buka Musda VII LDII : Banyak Membantu Pemerintah

 

Bupati Kulon Progo Buka Musda VII LDII  Banyak Membantu PemerintahBuka Musda VII LDII, Bupati Kulon Progo: Program LDII Sudah Banyak Membantu Pemerintah


Kulon Progo (21/5) - DPD LDII Kulon Progo menggelar Musyawawah Daerah (Musda) VII di Joglo Sastro Pawiro, Giripeni, Wates. Musda mengangkat tema “Membina Sumber Daya Manusia Profesional Religius yang Berbudi Pekerti Luhur Serta Mewujudkan Kulon Progo Sejahtera, Aman, Tenteram, Berkarakter, dan Berbudaya”.

“Program-program LDII telah mendukung dan membantu program Pemerintah Daerah (Pemda) Kulon Progo. Untuk pembuatan program periode berikutnya, kami tidak akan intervensi. Namun kami berharap programnya nanti tetap mendukung Pemda agar berjalan selaras dan seimbang. Meskipun bentuk kegiatannya bervariasi, tujuannya harus tetap sama,” kata Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo dalam sambutannya.

Sutedjo juga berpesan agar pengurus yang terpilih untuk periode 2022-2027 dapat menerima dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan tetap memegang nilai kekeluargaan dan kebersamaan. "Pelaksanaannya nanti juga harus dengan asas demokrasi yang dewasa, tak perlu ada pengurus tandingan dan semacamnya," pesannya.


Bupati Kulon Progo Buka Musda VII LDII  Banyak Membantu Pemerintah


Sementara Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan tujuh program kerja DPD LDII Kulon Progo dalam masa jabatan 2017–2022. Di antaranya Keagamaan, Kesalehan Sosial, Toleransi, Kemaslahatan Umat, Wawasan Lingkungan, Kesehatan, dan Penuh Kasih Sayang. Pandaya menambahkan, LDII menjalankan program-programnya secara damai dan tidak radikal, "Karena perilaku keras tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW," ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. Atus pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPD LDII Kulon Progo yang sudah bekerja sepenuh hati pada periode ini. Ia juga menyampaikan pesan yang berkaitan dengan program-program berikutnya nanti.

“Kulon Progo lima tahun ke depan memiliki beberapa tantangan besar. Bandara YIA hingga Rumah Sakit Internasional akan ada di sekitar kita. Pertanyaannya, apakah kita akan jadi penonton atau jadi pemain?” tanya Atus. Semua peserta sepakat menjawab ingin menjadi pemain.

Atus juga melihat program DPD LDII Kulon Progo benar-benar membantu program pemerintah daerah. Salah satunya adalah program bedah rumah untuk keluarga tidak mampu. Hal ini membantu Pemerintah Kulon Progo mengurangi jumlah keluarga miskin. "Semoga rangkaian Musda VII ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat," pungkasnya.

0 Komentar