Pengajian LDII Kotamobagu Dihadiri Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Raya

 

Manado (6/4). Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Raya (Amabom Raya) bersilaturahmi sekaligus mengikuti pengajian umum DPD LDII Kotamobagu. Pengajian rutin bulanan ini dilaksanakan di Masjid Assobirin, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.  Dalam acara itu, hadir Ketua Umum Aliansi Masyarakat Amabom Raya Jemmy lantong, Sekretaris Umum Amabom Raya Muliadi A.R Mokodompit Rektor Kampus Institut Agama Islam Kotamobagu, dan Bendahara Umum Amabom Raya Harianto Simbala.  Jemmy Lantong Dalam sambutannya mengatakan, pihaknya hadir dalam pengajian umum itu, untuk bersilaturrahim dan membangun persahabatan dengan pengurus dan warga LDII. Ia bercerita jika sedari kecil sudah mengetahui keberadaan LDII di Bolaang Mongondow. Saat itu LDII masih lekat dengan stigma negatif di masyarakat.  Namun seiring berjalannya waktu, perkembangan LDII semakin pesat di Kotamobagu, mendorongnya hadir di pengajian untuk mengenal LDII lebih dekat. Sejak kecil Jemmy Lantong sudah mengenal LDII karena dekat dengan keluarga sesepuh warga LDII, Nurdin Mamonto seorang pensiunan TNI AD yang juga hadir di pengajian itu.  “Setelah saya mengikuti pengajian ini, barulah terjawab jelas fakta yang ada di hadapan saya hari ini. Bahwa LDII tidak seperti apa yang sering diisukan oleh sekelompok masyarakat, melainkan LDII adalah organisasi yang taat beragama, bermasyarakat, dan menghormati perbedaan,” ujarnya.  Jemmy Lantong juga mengisahkan, ia hadir dalam pengajian itu karena undangan Ustad Nasrullah Shifa, Sekretaris DPD LDII Kota Kotamobagu.  Selain itu, Jemmy Lantong menjelaskan adat Bolaang Mongondow terbentuk dari Empat sub etnis; yakni sub etnis Kaidipang Besar, sub etnis Bintauna, sub etnis Bolango, dan sub etnis Mongondow. Komposisi itu tak akan berubah, meskipun Kabupaten Bolaang Mongondow terus dimekarkan menjadi beberapa daerah.  “Hanya organisasinya yang kita mekarkan adatnya tidak boleh dimekarkan, mau jadi 10 pun ini Bolaang Mongondow, adatnya tetap adat Bolaang Mongondow,” imbuhnya.  LDII Bolaang Mongondow Raya juga merupakan bagian dari organisasi yang ada di tanah adat Bolaang Mongondow. Menurutnya, LDII juga harus turut menjaga melindungi serta melestarikan adat dan budaya Bolaang Mongondow.  Hal senada disampaikan Muliadi A.R Mokodompit. Menurutnya, LDII adalah organisasi yang sama dengan organisasi lain, yang memiliki hak dan kewajiban yang sama di tanah adat Bolaang Mongondow, sebagai masyarakat adat Bolaang Mongondow.  “LDII adalah organisasi besar dan ada dimana-mana dan Amabom Rayasetelah mengetahui dan mempelajari LDII, Amabom Raya siap bersinergi dengan LDII ke depannya,” ujarnya.  Muliadi juga memberikan materi penguatan organisasi untuk LDII. Ia menyampaikan bahwa dalam ilmu manajemen, organisasi yang kuat harus mempunyai Analisis SWOT agaf mampu mengukur kemampuan SDM dan tantangan yang akan dihadapi.  “Sebagaimana Rasulullah SAW yang selalu mendapatkan rintangan, cobaan, cacian, dan hinaan, bahkan terancam nyawanya dalam Perjuangan Dakwahnya. Namun dengan kesabaran, ketekunan, kesemangatan dan doa Rasulullah SAW selalu mendapatkan pertolongan dan kemenangan,” pungkasnya.  Kehadiran Amabom Raya diapresiasi Ketua DPD LDII Kota Kotamobagu Choir M. Rohmat. Menurutnya LDII di Bolaang Mongondwo khususnya dan LDII Kotamobagu, merasa terhormat dikunjungi tiga serangkai pengurus Amabom Raya, yang mau meluangkan waktu untuk mengenal LDII lebih dekat.  Menurutnya, kehadiran Amabom Raya memperkuat tema pengajian, “Dengan Semangat Silaturrahmi Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Washatiyah Sebagai Wujud Nyata Implementasi Falsafah Trimoto Bolang Mongondow; yaitu Mototompiaan, Mototabian, Bo Mototanoban.”

Manado, LDII. Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Raya (Amabom Raya) bersilaturahmi sekaligus mengikuti pengajian umum DPD LDII Kotamobagu. Pengajian rutin bulanan ini dilaksanakan di Masjid Assobirin, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Dalam acara itu, hadir Ketua Umum Aliansi Masyarakat Amabom Raya Jemmy lantong, Sekretaris Umum Amabom Raya Muliadi A.R Mokodompit Rektor Kampus Institut Agama Islam Kotamobagu, dan Bendahara Umum Amabom Raya Harianto Simbala.

Jemmy Lantong Dalam sambutannya mengatakan, pihaknya hadir dalam pengajian umum itu, untuk bersilaturrahim dan membangun persahabatan dengan pengurus dan warga LDII. Ia bercerita jika sedari kecil sudah mengetahui keberadaan LDII di Bolaang Mongondow. Saat itu LDII masih lekat dengan stigma negatif di masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu, perkembangan LDII semakin pesat di Kotamobagu, mendorongnya hadir di pengajian untuk mengenal LDII lebih dekat. Sejak kecil Jemmy Lantong sudah mengenal LDII karena dekat dengan keluarga sesepuh warga LDII, Nurdin Mamonto seorang pensiunan TNI AD yang juga hadir di pengajian itu.

“Setelah saya mengikuti pengajian ini, barulah terjawab jelas fakta yang ada di hadapan saya hari ini. Bahwa LDII tidak seperti apa yang sering diisukan oleh sekelompok masyarakat, melainkan LDII adalah organisasi yang taat beragama, bermasyarakat, dan menghormati perbedaan,” ujarnya.

Jemmy Lantong juga mengisahkan, ia hadir dalam pengajian itu karena undangan Ustad Nasrullah Shifa, Sekretaris DPD LDII Kota Kotamobagu.

Selain itu, Jemmy Lantong menjelaskan adat Bolaang Mongondow terbentuk dari Empat sub etnis; yakni sub etnis Kaidipang Besar, sub etnis Bintauna, sub etnis Bolango, dan sub etnis Mongondow. Komposisi itu tak akan berubah, meskipun Kabupaten Bolaang Mongondow terus dimekarkan menjadi beberapa daerah.

“Hanya organisasinya yang kita mekarkan adatnya tidak boleh dimekarkan, mau jadi 10 pun ini Bolaang Mongondow, adatnya tetap adat Bolaang Mongondow,” imbuhnya.

LDII Bolaang Mongondow Raya juga merupakan bagian dari organisasi yang ada di tanah adat Bolaang Mongondow. Menurutnya, LDII juga harus turut menjaga melindungi serta melestarikan adat dan budaya Bolaang Mongondow.

Hal senada disampaikan Muliadi A.R Mokodompit. Menurutnya, LDII adalah organisasi yang sama dengan organisasi lain, yang memiliki hak dan kewajiban yang sama di tanah adat Bolaang Mongondow, sebagai masyarakat adat Bolaang Mongondow.

“LDII adalah organisasi besar dan ada dimana-mana dan Amabom Rayasetelah mengetahui dan mempelajari LDII, Amabom Raya siap bersinergi dengan LDII ke depannya,” ujarnya.

Muliadi juga memberikan materi penguatan organisasi untuk LDII. Ia menyampaikan bahwa dalam ilmu manajemen, organisasi yang kuat harus mempunyai Analisis SWOT agaf mampu mengukur kemampuan SDM dan tantangan yang akan dihadapi.

“Sebagaimana Rasulullah SAW yang selalu mendapatkan rintangan, cobaan, cacian, dan hinaan, bahkan terancam nyawanya dalam Perjuangan Dakwahnya. Namun dengan kesabaran, ketekunan, kesemangatan dan doa Rasulullah SAW selalu mendapatkan pertolongan dan kemenangan,” pungkasnya.

Kehadiran Amabom Raya diapresiasi Ketua DPD LDII Kota Kotamobagu Choir M. Rohmat. Menurutnya LDII di Bolaang Mongondwo khususnya dan LDII Kotamobagu, merasa terhormat dikunjungi tiga serangkai pengurus Amabom Raya, yang mau meluangkan waktu untuk mengenal LDII lebih dekat.

Menurutnya, kehadiran Amabom Raya memperkuat tema pengajian, “Dengan Semangat Silaturrahmi Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Washatiyah Sebagai Wujud Nyata Implementasi Falsafah Trimoto Bolang Mongondow; yaitu Mototompiaan, Mototabian, Bo Mototanoban.”

0 Komentar