LDII Balikpapan Gelar Bazar Baju Barokah, Wujud Berbagi Kebahagiaan Jelang Idul Fitri

 

LDII Balikpapan Gelar Bazar Baju Barokah, Wujud Berbagi Kebahagiaan Jelang Idul Fitri

BALIKPAPAN – Menyambut Hari Kemenangan Idul Fitri mendatang, DPD LDII Kota Balikpapan bekerja sama dengan Yayasan Hikmah Qurrota Ayun dan Takmir Masjid An Nasai menyelenggarakan Bazar Baju Barokah dan pembagian sembako. Kegiatan ini digelar di halaman Masjid An Nasai, Jalan AW Syahrani Kelurahan Batu Ampar Balikpapan, Sabtu (23/4).

Ketua Yayasan Hikmah Qurrota Ayun Mahruji mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat sekitar dengan berbagi baju baru. “Kami ingin memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk memiliki baju barokah yang semuanya ini Insya Allah kondisi baru,” tutur Mahruji.

Ketua pelaksana kegiatan H. Asrul Sani mengatakan kegiatan ini digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 23-24 April 2022. Selama dua hari tersebut disediakan 2.000 buah pakaian, sarung, kerudung, hijab, sepatu, tas wanita serta pakaian anak-anak dan 200 paket sembako. “Masing-masing warga maksimal mengambil tiga potong baju beserta bingkisan,” tutur H. Asrul.

Ketua Takmir Masjid H. Tohadi menambahkan bahwa seluruh baju dan paket sembako tersebut berasal dari warga LDII dan donatur. “Menjelang Idul Fitri, ulama LDII mengimbau jamaah berbagi kebahagiaan menyisihkan baju layak pakai atau lebih baik baju baru untuk sesama dalam rangka menerapkan enam tabiat luhur dan empat roda berputar, salah satunya membantu yang lemah,” tutur H. Tohadi.

Ketua LDII Balikpapan H. Herry Fathamsyah dalam sambutannya mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah memberikan suri teladan bagaimana umat hidup bermasyarakat. “Bagaimana kita saling menghormati masyarakat di lingkungan sekitarnya, bagaimana kita bersama-sama memeriahkan atau merayakan hari-hari besar kita,” tutur H. Herry.


LDII Balikpapan Gelar Bazar Baju Barokah, Wujud Berbagi Kebahagiaan Jelang Idul Fitri


Pada kesempatan ini, dirinya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan, di antaranya Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Kota Balikpapan H. Rikmo Kuswanto, Sekretaris FKUB HM Jailani, Danramil 0905-01 Balikpapan Utara Mayor Inf. Suryaman, pengurus Jatman Provinsi Kaltim H. Nur Arifin yang juga anggota Dewan Mustasyar DMI Kota Balikpapan, tokoh masyarakat setempat HM Nase, Ketua Senkom Mitra Polri Dede Hidayat, camat, lurah, serta pengurus RT setempat.

“Kami sangat senang dan bangga semuanya dapat berkumpul di tempat ini. Saya yakin tujuan dan niat kita semuanya adalah baik,” tutur H. Herry. Untuk itu, ia mengajak seluruh hadirin bersama-sama memanfaatkan amal jariah HM Nase, yakni tanah dan bangunan berupa Masjid An Nasai.

“Saya sebagai Ketua LDII Balikpapan, juga selaku pembina Yayasan Hikmah Qurrota Ayun selalu mendukung kegiatan-kegiatan sosial religius yang menjadi program utama LDII agar betul-betul bermanfaat bukan hanya di lingkungan masjid ini saja, tetapi juga memberikan manfaat untuk warga Kota Balikpapan,” terangnya.

Menurut Herry, hingga saat ini LDII menaungi 34 masjid di Balikpapan. “Satu di antaranya adalah hibah dari Pak Haji Nase ini. Kami Insya Allah berusaha menjaga, memeriahkan, supaya jariah ini selalu bermanfaat untuk masyarakat luas,” tutur H. Herry.

Untuk mendukung keberadaan masjid sebagai tempat ibadah untuk masyarakat, dirinya telah mengajukan permohonan kepada PLN agar memasang lampu penerangan di lingkungan sekitar masjid. “Alhamdulillah, kemarin saya mendapat laporan telah terpasang 10 titik, dan Insya Allah tambah dua titik lagi segera terpasang. Ini wujud dari kepedulian LDII,” ungkapnya.

Danramil 0905-01 Balikpapan Utara/Tengah Mayor Inf. Suryaman dalam sambutannya mengatakan senang hadir di tengah warga. “Alhamdulillah, saya juga baru pertama kali ini berdiri di sini, bisa bertegur sapa, saling kenal, dari kebaikan bisa menularkan kebaikan-kebaikan yang lain,” tuturnya.

Koramil menyatakan siap menerima bekerja sama dengan masyarakat menyalurkan bantuan sosial. Dirinya berprinsip bahwa suatu amal kebaikan akan kembali kepada yang memberi maupun yang menerima.


LDII Balikpapan Gelar Bazar Baju Barokah, Wujud Berbagi Kebahagiaan Jelang Idul Fitri


“Jadi, saya menyambut baik sekali (kegiatan ini), siapa pun yang ingin melakukan kebaikan, saya ingin bergabung, ingin hadir di masjid ini supaya semua dapat cipratan berkahnya,” ungkap Mayor Suryaman.

Meski demikian, ia mengingatkan agar warga menjaga ketertiban dan toleransi. “Jangan karena ada sembako gratis, pakaian gratis, diambil semua. Orang lain tidak diberi. Ini sifat serakah yang tidak boleh kita pelihara,” pesannya.

Dirinya juga mendorong warga sekitar yang belum vaksinasi booster untuk difasilitasi Koramil. “Kami siap mendatangkan vaksin,” tuturnya.

Sekretaris DMI Balikpapan H. Rikmo Kuswanto turut mengungkapkan bahagia bersama warga. Kehadirannya mewakili Ketua DMI Balikpapan Solehuddin Siregar yang berhalangan. Dirinya bersama H. Herry Fathamsyah merupakan sahabat yang selalu membicarakan masalah-masalah keumatan.

Menurutnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam saat itu tidak menjadikan masjid sebatas untuk kegiatan ibadah mahdhah seperti Shalat dan Dzikir saja, tetapi juga berfungsi meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah.

“Kalau kita lihat sejarah di Indonesia, masjid itu sangat menentukan sejarah hidup negeri ini, yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional,” tuturnya.

Hingga saat ini, perkembangan masjid mengalami peningkatan signifikan, dibarengi dengan arsitektur yang indah dan manajemen pengelolaan yang baik. “Hari ini kita menyaksikan bahwa kawan-kawan LDII menyelenggarakan marwah, salah satu kegiatan memakmurkan masjid, yaitu bazar gratis,” ujarnya.

Ia berharap, bazar tidak saja digelar di bulan Ramadhan, tetapi juga secara periodik. Dirinya juga mendorong dikembangkan kegiatan lain yang memungkinkan maslahat untuk masyarakat. “Misalnya kita kerja sama dengan Puskesmas membangun klinik-klinik yang berbasis kemasjidan,” tuturnya.

“Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Danramil tadi bahwa kita muslim bersama-sama, kita harus bergandengan tangan, untuk bisa menyejahterakan masyarakat kita, memberikan manfaat kepada umat kita, bahwa kegiatan-kegiatan yang bernuansa nilai-nilai keagamaan ini bisa merata,” terangnya.

Mantan Sekretaris Umum MUI Kota Balikpapan HM Jailani mengatakan bahwa selama 20 tahun dirinya menjabat, telah menyaksikan sinergi antara LDII dan MUI.

Menurutnya, sampai saat ini hubungan LDII dan MUI tetap mesra. “Dan Insya Allah tidak akan pernah putus,” ungkap Jailani. Ia mengajak pengurus LDII bekerja sama aktif di dalam FKUB mengayomi umat Islam.

Sebagai Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia Kota Balikpapan, dirinya juga mengajak LDII membentuk Nadzir Badan Hukum. “Agar semua tanah-tanah wakaf yang saat ini menjadi aset LDII dilindungi oleh Undang-undang nomor 14 tahun 2014 sehingga tidak menjadi polemik dari wakif kepada orang yang menerima,” harapnya.

Ditemui terpisah, H. Nur Arifin, tokoh Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah Kalimantan Timur memberikan pesan pembentukan karakter umat Islam, bahwa tidak saja saleh secara spiritual, tetapi juga saleh secara sosial.

“Dulu kita (DMI) pernah melakukan mitra masjid untuk membantu bencana di Poso, juga di Semeru,” tutur Nur Arifin.

Terkait manajemen, DMI berharap seluruh masjid di tingkat kecamatan melaporkan kegiatan rutin setiap bulan. Hal ini terkait fungsi Dewan Mustasyar selaku pembina dan pembimbing manajemen masjid. “Termasuk juga membina silaturahmi antar pengurus masjid yang terus dikembangkan,” tambahnya.

Dengan begitu, ia berharap umat Islam di Indonesia semakin kokoh, kuat, dan bersatu menjaga umat Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (SA/LINES)

0 Komentar