Maggot BSF dan Keistimewaannya di Seminar Kelestarian Bumi LDII Colomadu Karanganyar

 

Maggot BSF dan Keistimewaannya di Seminar Kelestarian Bumi LDII Colomadu Karanganyar

Karanganyar (14/12). Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan seminar “Menjaga Kelestarian Bumi,” dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia.

Materi yang disampaikan dalam seminar yang dibuka Camat Colomadu Joko Purnomo ini, mengenai pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk organik.

Ketua PC LDII Colomadu Puji Santoso, menyampaikan cara pengolahan sampah organik menggunakan maggot black soldier fly, sedangkan materi pengolahan sampah organik menjadi pupuk disampaikan Sularno, pembicara dari Mojogedang, Karanganyar.

Maggot BSF merupakan larva lalat BSF yang memiliki keistimewaan dibandingkan bahan baku pakan alternatif lainnya, karena mengandung nutrien yang lengkap. Maggot BSF mengandung asam amino, mineral dan protein.

Maggot BSF juga bisa diproduksi dalam waktu singkat dan berkesinambungan. Dalam prosesnya, maggot bisa diproduksi menjadi tepung, sehingga bisa menekan biaya produksi pakan. Keunggulan lainnya dari maggot BSF adalah tidak berbau amis, tidak jorok, dan mudah dicerna oleh ternak

Acara tersebut dihadiri Perwakilan Danramil, Kapolsek Colomadu, Ketua MUI, DMI, Kemenag dan beberapa ormas Islam yaitu MTA, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Hadir pula sembilan kepala desa dari sebelas desa yang ada di Colomadu.

Ketua panitia Joko Widodo, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar selesai seminar ada tindak lanjut yang dilakukan oleh para peserta. “Setelah seminar ini kami mengharapkan agar bapak dan ibu yang telah menerima ilmu ini bisa dan mau mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari sehingga problematika tentang sampah di lingkungan kita sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan pembagian pupuk organik cair secara cuma-cuma oleh Sularno kepada beberapa peserta.(Rew: FF/LINES)




0 Komentar