TPA Baitul Ilmi LDII Sampit Gelar Munaqosah Jilid Tilawati
TPA Baitul Ilmi LDII Sampit Gelar Munaqosah Jilid Tilawati 

SAMPIT, LDII. Taman Pendidikan Alquran (TPA) Baitul Ilmi menggelar Munaqosah Kenaikan Jilid Metode Tilawati di Masjid Barokah LDII Sampit, Rabu (22/12/21).

Munaqosah dalam Metode Tilawati dilakukan sebagai langkah melakukan evaluasi program TPA dalam kaitan Al-Qur'an sebagai materi pembelajaran yang diutamakan di TPA  untuk mencetak generasi profesional religius seperti yang tertuang dalam visi misi.

Koordinator kegiatan Rihan Hamdan, S.Kom. menjelaskan, Metode tilawati adalah pembelajaran yang menghubungkan klasikal dan baca simak secara seimbang dengan pengertian klasikal dan baca simak diatur waktu dan cara penerapannya disesuaikan dengan kondisi meliputi ruangan, jumlah santri dan kemampuan santri dalam satu kelas.


TPA Baitul Ilmi LDII Sampit Gelar Munaqosah Jilid Tilawati
 

"Tilawati dalam praktek pembelajarannya menggunakan teknik klasikal baca simak. Dengan teknik ini tujuan metode tilawati adalah untuk mencapai target kurikulum baik kwantitas maupun kualitas dapat terukur," katanya.

Adapun Target kualitas metode tilawati, lanjut Rihan, terbagi menjadi 2 yaitu, di dalam penilaian keberhasilan dan di dalam penilaian pembagian waktu.


TPA Baitul Ilmi LDII Sampit Gelar Munaqosah Jilid Tilawati


"Dalam penilaian keberhasilan diantaranya, tartil membaca Al-Qur’an dengan nilai minimal 70. Dalam hal ini yang dinilai meliputi fasohatajwid, gharib dan musykilat, serta suara dan lagu," jelasnya.

Sofa, salah satu mubalighot pengajar di TPA menambahkan, bahwa media pembelajaran berperan penting dalam pembelajaran tilawati.


TPA Baitul Ilmi LDII Sampit Gelar Munaqosah Jilid Tilawati
 

"Dengan media pembelajaran guru akan mudah menarik perhatian siswa, meningkatkan keingintahuan siswa, mendorong dan membantu siswa dalam memahami sesuatuyang telah disampaikan oleh guru sehingga siswa tidak cepat bosan dalam proses pembelajaran tilawati," katanya. 

Kegiatan munaqosah tilawati berjalan dengan lancar dan tertib. Diikuti sebanyak  80 santri dari 6 kelas yang ada serta 10 orang guru pembimbing.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama