julid



Aku si ratu cantik aku paling cetar

Bulu mata anti badai bibir paling manja

Pegang hatimu kuat-kuat jangan sampai jatuh

Nanti patah hati

Gubrak-gubrak-gubrak jeng-jeng-jeng

Satu satu situasi mengejar aku

Aku terbang kemana mana saja aku suka

Bagai ratu angin aku berkeliling

Dan aku takkan melukai siapapun

Anda jangan julid

Anda jangan julid


Tersebut di atas adalah penggalan lirik lagu Gubrak-Gubrak-Gubrak Jeng-Jeng-Jeng yang pernah ditenarkan oleh Syahrini seorang biduanita papan atas Indonesia. Konon lirik tersebut ditulis sebagai jawaban atas kegundahan pelantun lagu terhadap maraknya aksi julid netizen di media sosial menanggapi aktifitas unggahan dirinya di beranda medsos. 

Lalu sebenarnya apa sich julid itu ?

Julid berasal dari bahasa Sunda yaitu Binjulid yang artinya iri, dengki, dan sikap kekanak-kanakan dalam menanggapi sesuatu. Ada juga yang mengartikan julit berasal dari kata Julita yang berarti anak-anak.  Belakangan julid sering digunakan untuk menjuluki seseorang yang bersifat kekanak-kanakan karena suka cari perhatian atau karena suka bersikap menyebalkan.

Menurut psikolog klinis dan hipnoterapis Alexandra Gabriella., M.Psi, Psi. C.Ht, julid dan nyinyir dilakukan atas dasar iri. Walaupun tidak selalu berhubungan dengan dorongan kompetitif yang tinggi, biasanya ini hanya menyebarkan kejelekan orang lain saja untuk merasa ‘menang’. 

“Sehingga ketika kita bisa membuat orang lain terlihat buruk, kita merasa ‘lebih baik’ dari orang tersebut,” jelasnya. 

Alexandra menuturkan, orang yang suka julid biasanya cenderung mencari tahu segala sesuatu tentang orang yang dijadikan bahan gosip. Maka, tanpa disadari kita selalu membandingkan kondisi dengan orang tersebut. Sehingga kita pun bisa terus merasa ‘kurang’

Ingat Film Pendek berjudul TILIK ? Bagaimana ? Gosipan Bu Tejo di atas truk yang mencuri perhatian ibu - ibu lainnya meskipun terdengar asyik. 

Terkadang, saat 'fulan' ingin mendapatkan perhatian dari rekan lainnya, ia berbicara pada satu hal dengan beribu tambahan bumbu dan polesan, hingga terjebak pada julid yang tidak ia sadari.


Bagi orang iman, hendaknya selalu mengontroil diri, menyadari sepenuhnya bahwa Alloh memberikan kemampuan dan kekurangan yang berbeda - beda kepada hamba Nya. 


Alloh berfirman :


يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌۭ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًۭا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌۭ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًۭا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَـٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. [Surat Al-Hujurat (49) ayat 11]   


Yang terbaik bagi kita adalah, menahan diri untuk menjaga lisan dari ucapan - ucapan yang tidak halal.


عَنْ جَدِّهِ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَيُعَذَّبُ فِي الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُعَذَّبُ فِي الْغَيْبَةِ


dari kakeknya Abu Bakrah berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Keduanya sedang disiksa, dan mereka disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak menjaga kebersihan ketika kencing dan yang lain disiksa karena berbuat ghibah." HR Ibnu Majah


عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ


dari Ummu Darda` dari Abu Darda' dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang menahan ghibah terhadap saudaranya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari api neraka kelak pada hari kiamat." HR Tirmidzi


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama