Uluran Tanganmu Menjadi Senyum Bagi Mereka


Tiba - tiba bumi bergoncang. Kedamaian pun terusik. Hari yang tenang mendadak menjadi riuh. Jeritan  dan tangisan menyelimuti porak poranda suasana. Mereka tak lagi berbaring atau bersandar, hanya berusaha untuk berlari menyelamatkan diri, keluarga dan orang - orang tercinta di sekitarnya.


Demikian sekilas kalimat untuk menggambarkan betapa sungguh berat diri orang - orang yang ditimpa bencana alam. Pengrusakan yang terjadi tanpa diduga dan dinyana, datang begitu saja, sekilas dalam hitungan menit bahkan detik. 


Tak terkira dahysatnya saat murka itu singgah di wilayah tempat berkerumun umat manusia. Lalu mereka terhenyak, dan tersadar akan kekuasaan dan kekuatan Allah سبحانه وتعالى . Allah Akbar ! Allah Maha Besar !


Uluran Tanganmu Menjadi Senyum Bagi Mereka


gempa bumi,

banjir bandang,

angin puting beliung,

tanah longsor,


Ibu pertiwi berduka, menitikkan air mata dan menangis !


Bagi yang berada diluar wilayah bencana tentu akan terimbas duka saat mendengar dan melihat berita kejadian bencana tersebut. Bisa hanya sebatas saat atau hari kejadian itu, dan selanjutnya akan mudah terlupakan oleh kesibukan masing - masing. 


Cobalah mari kita lihat mereka yang sedang ditimpa cobaan, meski kejadian telah usai, namun kesedihan dan duka tak secepat itu hilang. Bencana meninggalkan banyak kehilangan. Hilang harta, hilang senyum dan bahkan hilang nyawa.



Uluran Tanganmu Menjadi Senyum Bagi Mereka


Mengetuk Hati Untuk Membantu Mereka


Orang iman adalah mereka yang senantiasa turut suka atas kegembiraan saudaranya, dan duka atas kesedihan saudaranya. Membantu saudaranya agar terlepas dari kesempitan dan nestapa sungguh merupakan perilaku teramat mulia.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ 




Dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengilangkan kesusahan seorang muslim di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat.

Barangsiapa menutupi aib seorang muslim di dunia maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.

Barangsiapa memudahkan seorang muslim maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.

Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.


Dan barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalan baginya ke surga. Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya kecuali para malaikat akan menaungi, ketenangan akan turun, rahmat akan menyertainya dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan mahluk yang ada di sisi-Nya, dan barangsiapa diperlambat oleh amalnya maka tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya." HR Ibnu Majah


Menolong dan memberi bantuan kepada mereka yang tertimpa musibah adalah bukti solidaritas dan kecintaaan kita kepada saudara. Menolong bukan hanya bagi yang berkecukupan harta, karena pertolongan tak selalu berwujud materi. Dengan tenaga pun dapat dijadikan sarana menolong saudara, bahkan jauh lebih bermanfaat.


Jikalah tak mampu menolong dengan harta atau tenaga, maka berdo'alah untuk keselamatan dan keamanan mereka.


Itulah wujud persaudaraan.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أَوْ قَالَ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ 


Dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Salah seorang dari kalian tidak akan beriman hingga ia mencintai saudara, atau beliau mengatakan, "tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."


Bersegeralah untuk kebaikan. Uluran Tanganmu Menjadi Senyum Bagi Mereka !

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama