" Hari gini tak kenal Media Sosial ?  Ah jangan gitu dong, " demikian celoteh anak muda di tahun 2021.

 


Kenyataannya memang seperti itu. Bolehlah dicek, siapa sich anak muda saat ini yang tidak punya akun pribadi di media sosial ?

Dikutip dari laman Kominfo RI, Direktur Pelayanan Informasi Internasional  Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) , Selamatta Sembiring mengatakan,  situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India.


Menurut Sembiring, di era globalisasi, perkembangan telekomunikasi dan informatika (IT) sudah begitu pesat. Teknologi membuat jarak tak lagi jadi masalah dalam berkomunikasi. Internet tentu saja menjadi salah satu medianya. 


“Indonesia menempati peringkat 5 pengguna Twitter terbesar di dunia. Posisi Indonesia hanya kalah dari USA, Brazil, Jepang dan Inggris,” ujarnya.


Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rosarita Niken Widiastuti juga mengatakan, "83% dari 171 juta pengguna internet kita adalah pengguna Whatsapp yang menghubungkan antara masyarakat," saat peluncuran program edukasi "Literasi Privasi dan Keamanan Digital" di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta, Senin (18/11).


Beberapa Tipe Pengguna Media Sosial


Ada berbagai macam tipe pengguna medsos saat si gadget ada dalam genggaman tangan. Simak diantaranya sebagai berikut : 


1. Tipe silent-reader, orang yang rajin melihat dan membaca postingan kamu tapi gak pernah mengomentari apapun


2. Tipe very-busy-person, orang yang cuma read chat pribadimu tanpa membalas pesanmu


3. Tipe ghost-user, orang yang gak pernah mengomentari dan nge-like postinganmu


4. Tipe minimalist, orang yang mengomentari postingan atau membalas chatmu dengan sepatah-dua kata saja


5. Tipe writer-wannabe, orang yang rajin berkomentar panjang dan mengirim pesan berparagraf, terstruktur, serta lengkap dengan tanda baca yang jelas


6. Tipe idealist, orang yang menganggap diri mereka paling tahu tentang segalanya


7. Tipe pantomath, orang yang selalu ingin tahu segalanya tentang postinganmu


Lalu bagaimana dengan anda sendiri ?  


Tidak Hanya Sekedar Untuk Berkomunikasi Dan Berkreasi, Media Sosial Juga Dapat Dijadikan Sarana Mencari Uang

medos duit


Pernah mendengar cerita seseorang kaya karena media sosial kan ?

Suatu ketika dalam sebuah wawancara di televisi, seorang youtuber mengatakan bahwa, pengguna media sosial hakikatnya mengeluarkan biaya (paket internet) saat mereka berselancar di dunia maya. Terlebih apabila pengguna mengakses tayangan berupa video, maka semakin besar pula beban data yang digunakan. Lalu siapa yang diuntungkan ?  Tentulah pihak internet provider

dan penayang media tersebut. " Maka saya memilih sebagai pengguna aktif, dan menjadi content creator. Sangat menguntungkan. "


Dalam release nya youtube menyampaikan,

" Over 2 billion logged-in users visit YouTube each month, and every day people watch over a billion hours of video and generate billions of views. More than 70% of YouTube watch time comes from mobile devices." 


Bayangkan, dalam satu hari milyaran jam di habiskan pengguna untuk memonton tayangan video youtube !


Belum lagi pengguna di Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya.


Media sosial menghabiskan waktu dan biaya. Bisakah semua jam yang Anda habiskan untuk memposting, berkomentar, dan berinteraksi di media sosial benar-benar berubah menjadi pundi - pundi  penghasilan ?


Berikut beberapa tips merubah medsos menjadi uang.

1. Memilih audiens yang tepat

Sesuaikan produk yang anda miliki dengan target audiens. Pilih grup - grup medsos yang berkesesuain. Misal bila produk anda berupa mainan dewasa, jangan bergabung di grup obrolan anak remaja. 


2. Buat content yang meningkatkan reputasi anda. Misal, anda membuat sebuah Ebook tentang Bagaimana Meningkatkan Penjualan Produk Dalam 1 Minggu , dan kemudian anda bagian kepada audiens secara gratis.


3. Libatkan audiens dengan Polling dan Pertanyaan.

Percakapan membantu membangun hubungan dan kepercayaan. Audiens Anda harus bisa mempercayai produk yang anda tawarkan.


4. Selanjutnya anda dapat menawarkan atau menjual langsung produk melalui medsos, misal di Facebook, Instagram atau dapat membuat link ke Toko Online anda.


5. Hubungkan Medsos anda dengan link kirim pesan.

Calon target yang benar-benar berminat akan lebih suka apabila dapat langsung berhubungan dengan anda secara pribadi untuk lebih tahu tentang produk yang anda tawarkan. Sebaiknya cantumkan link kirim pesan ke nomor ponsel anda, whatsapp chat atau sejenisnya.


Banyak tips lainnya yang dapat anda temukan setelah memulai dan terjun langsung dengan monetize media sosial. Dan anda akan semakin tahu kekurangan yang harus diperbaiki. Hasilnya, semakin baik dan sempurna.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama