Semangat Berjuang Di Hari Pahlawan

 


10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, mengenang sejarah keberanian arek - arek suroboyo berjuang membela tanah air pada tanggal 10 November 1945, diawali dengan perobekan bendera merah putih biru di atas hotel Yamato. Jiwa patriot para pejuang tak mengecilkan nyali mereka meski berhadapan dengan puluhan ribu tentara sekutu. Merdeka ! Merdeka ! Pekikan itu membakar semangat di dada mereka.

Tujuh puluh lima tahun peristiwa itu telah berlalu, namun semangat juang mereka tak boleh hilang dari sanubari rakyat Indonesia. Perjuangan tak pernah berakhir, setiap waktu setiap saat musuh selalu ada. Bukan penjajah yang menodongkan senjata, tapi hawa nafsu diri yang dikobarkan oleh setan. Musuh berwujud angkara murka, dengki, dendam, dan ketidakadilan.

Melalui akun twitternya, Presiden Jokowi mengajak rakyat Indonesia terus berjuang di masa pandemi covid-19.

" Hari ini, kita mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur, sembari memancang tekad untuk meneruskan perjuangan mereka di palagan yang lain.  

Perjuangan kita kini adalah memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 yang sudah delapan bulan mendera negeri ini ".

  

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 117/TK/Tahun 2020, tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Pada hari ini tanggal 10 November 2020, Presiden Joko Widodo memberikan anugerah gelar pahlawan kepada 6 orang.

Keenam tokoh tersebut antara lain 

Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara, 

Machmud Singgirei Rumagesan- Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat, 

Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, 

Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara, 

MR SM Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara, dan Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi dari Provinsi Jambi. 

https://www.ldiisampit.or.id/2020/11/semangat-berjuang-di-hari-pahlawan.html

Posting Komentar

0 Komentar