Ilustrasi Gosip ala Bu Tejo

Mendadk dunia maya heboh dengan tayangan film TILIK (2018) yang berdurasi 32 menit besutan sutradara Wahyu Agung Prasetyo itu, Fantastis memang, sejak diupload tanggal 17 Agustus di channel ravacana films youtube hingga ditulis postingan ini telah menyedot pemirsa hampir 23 juta. Wahh luar biasa ya !

Sebagaimana dilansir di wikipedia, Film pendek ini bercerita tentang rombongan ibu-ibu yang menaiki truk untuk pergi menjenguk Bu Lurah yang sedang dirawat di rumah sakit. Di sepanjang perjalanan diisi oleh ocehan dari Bu Tejo yang tidak henti mengumbar gosip tentang Dian, kembang desa yang cantik dan mandiri. Dengan luwesnya, Bu Tejo membeberkan berbagai hal yang seolah dianggap fakta bahwa Dian, calon menantu Bu Lurah itu perempuan tidak beres, dan bisa meresahkan warga, terutama keutuhan rumah tangga, karena dicurigai sering menggoda para lelaki yang sudah berkeluarga.
Dasar yang dikemukakan oleh Bu Tejo ialah berita-berita di media sosial yang memuat tentang Dian. Namun, tidak semua yang disampaikan Bu Tejo itu diterima begitu saja, sebab ada yang mengingatkan yakni Yu Ning, bahwa tidak elok menelan informasi mentah-mentah tanpa mengetahui keakuratan sumbernya. Bu Tejo pun tidak peduli, ia terus melancarkan gosip keburukan Dian, apalagi ada salah seorang yang menyokong. Klimaksnya, terjadi perang mulut antara Bu Tejo dengan Yu Ning yang ternyata memang famili Dian. 

Hmm, GHIBAH, fenomena dunia nyata yang memang sering dijumpai di perkumpulan manusia saat berpacu dalam obrolan. Saking umumnya, hingga ada isitlah tak asyik ngobrol tanpa ngegosip, gosip makin diobrolin makin asyik ! 

Nau'dzubillahi min dzalik !   

Dalam riwayat Imam Muslim, Roululloh shollallohu 'alaihi wasallam pernah bertanya: "Tahukah kamu, apakah ghibah itu?" 

Para sahabat menjawab; 'Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu.' Kemudian Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: 

'Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.

Seseorang bertanya; 'Ya Rasululloh, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan? ' 

Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam berkata: 'Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu ada padanya, maka berarti kamu telah menggunjingnya. Dan apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat-buat kebohongan terhadapnya.'

Bagaimana ? Gosipan Bu Tejo di atas truk yang mencuri perhatian ibu - ibu lainnya meskipun terdengar asyik, bila ditinjau dari riwayat hadist di atas bukankah termasuk GHIBAH ? 

Terkadang, saat 'fulan' ingin mendapatkan perhatian dari rekan lainnya, ia berbicara pada satu hal dengan beribu tambahan bumbu dan polesan, hingga terjebak pada ghibah yang tidak ia sadari.

Bagi orang iman, hendaknya selalu mengontroil diri, menyadari sepenuhnya bahwa Alloh memberikan kemampuan dan kekurangan yang berbeda - beda kepada hamba Nya. 

Alloh berfirman :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌۭ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًۭا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌۭ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًۭا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَـٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. [Surat Al-Hujurat (49) ayat 11]   

Yang terbaik bai kita adalah, menahan diri untuk menjaga lisan dari ucapan - ucapan yang tidak halal.

عَنْ جَدِّهِ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَيُعَذَّبُ فِي الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُعَذَّبُ فِي الْغَيْبَةِ

dari kakeknya Abu Bakrah berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Keduanya sedang disiksa, dan mereka disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak menjaga kebersihan ketika kencing dan yang lain disiksa karena berbuat ghibah." HR Ibnu Majah

عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

dari Ummu Darda` dari Abu Darda' dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang menahan ghibah terhadap saudaranya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari api neraka kelak pada hari kiamat." HT Tirmidzi


Semoga ktia terhindar dari perbuatan GHIBAH.