MENJADI SAHABAT KARENA ADA KESAMAAN 

الأرواح جنود مجندة  - Ruh - ruh itu ibarat pasukan yang berkumpul, meskipun berbaur namun ada beberapa diantaranya mengikat lebih lebih kuat dengan lainnya. Demikian juga manusia, sebagai makhluk sosial yang bergaul dengan berbagai macam type individu beserta keaneragaman bentuk fisik dan tabiatnya, secara 'insting' mereka hanya akan mengarah ke individu tertentu untuk dijadikan 'teman' atau 'sahabat'. 

Berbagai alasan mengapa seseorang menjadikan orang lain sebagai sahabat,    
Sebagian mengatakan, " Karena kami mempunya cara berfikir yang hampir sama, sehingga menjadi menyenangkan saat berbicang " 
Atau ada juga. " Sebab ia tahu betul sifat - sifat ku, apa yang kumau dan memperhatikan aku, ia sahabat sejatiku "
Yang lain mengatakan " kami terlahir di tempat yang sama, dan menjalani suka duka nya bersama, hingga dewasa " 

Dan berbagai alasan, yang apabila disimak lebih dalam akan ditemukan kata kunci berupa 'kesamaan'. Sebagian ahli hikmah mengatakan ;” Tiap-tiap manusia jinak hatinya kepada yang dengan dia sebagaimana masing-masing burung itu terbang bersama jenisnya. Dan apabila dua orang bersahabat pada suatu waktu dan keadaan keduanya tidak serupa, maka tidak bisa tidak, suatu saat keduanya pasti akan berpisah “. 

Sebab inilah, bila engkau hendak tahu siapa si fulan, maka tengoklah siapa - siapa yang menjadi teman dekat di sekelilingnya.

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ 
Seorang laki-laki di atas kebiasaan sahabat dekatnya, maka hendaknya seseorang di antara kalian melihat kepada siapa dia bersahabat. HR Abu Dawud

Jika manusia telah menjadi teman dekat dan sahabat bagi manusia lain, maka dia akan menjadi sepertinya dalam akhlak, sifat, dan ibadah. Sabda nabi (maka hendaknya seseorang memperhatikan dengan siapa dia bersahabat) yaitu hendaknya jangan memilih teman dekat kecuali yang baik, orang yang bisa menolongnya dalam ketaatan, dan jangan memilih teman dekat yang justru  menolongnya dalam maksiat

 
ORANG TUA JUGA MEMPUNYAI SAHABAT

Demikian juga dengan orang tua kita, di sepanjang usia hidup dunia hingga akhir hayatnya, tentu memiliki sahabat yang pernah mereka sebutkan namanya atau engkau pun juga menyaksikan saat mereka bergaul.

Nasihatnya, jagalah dan hormati mereka selayaknya engkau menghormati orang tuamu ! Bahkan saat orang tua mu telah meninggal sekalipun !

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْمَرْءِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ
dari Ibnu Umar ia berkata, "Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik bakti adalah seseorang menyambung tali silaturahim kepada orang-orang yang dicintai oleh bapaknya sepeninggalnya." HR Abu Dawud

dari 'Abdullah bin Dinar dari Ibnu 'Umar bahwasanya apabila ia hendak ke Makkah, maka biasanya ia membawa keledainya untuk dikendarainya jika -ia sudah bosan untuk mengendarai unta, - sambil mengikatkan sorban pada kepalanya. 

Pada suatu hari, ketika ia sedang mengendarai keledainya, tiba-tiba ada seorang laki-laki Arab badui yang lewat, maka dia berkata; "Bukankah kamu ini adalah fulan bin fulan?" 

Orang tersebut menjawab; 'Ya, benar.' Lalu Ibnu Umar memberikan keledainya kepada orang itu sambil berkata; 'Ambillah keledai ini untuk kendaraanmu! ' Selain itu, ia juga memberikan sorbannya dengan mengatakan; 'lkatkanlah surban ini di kepalamu! ' 

Salah seorang sahabat berkata kepada Abdullah bin Umar; 'Semoga Alloh mengampunimu hai lbnu Umar, karena kamu telah memberikan keledai yang biasa kamu jadikan kendaraanmu dan sorban yang biasa kamu ikatkan di kepalamu kepada orang Arab badui itu.' 

Abdullah bin Umar menjawab; 'Wahai sahabat ketahuilah bahwasanya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Di antara bakti seseorang yang paling baik kepada orang tuanya adalah menyambung tali keluarga karib orang tuanya setelah orang tuanya meninggal dunia.' Sesungguhnya bapak orang Arab badui itu dahulu adaIah teman Umar bin Khaththab."

Semoga Alloh paring manfaat dan barokah.