Pernah suatu ketika seorang Imam di Masjid Al Haram berdiri shalat membaca surat Al Waqi'ah ( 56 ), terdengar suaranya mengalun merdu dan menyentuh kalbu. Ayat - ayat demi ayat begitu tartil dan faseh keluar dari lisan, hingga mampu membimbing makmum untuk khusyu' dalam mengarungi ibadah penyembahan kepada Robb. Hingga sampailah ia pada ayat 83 : 
فَلَوْلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلْحُلْقُومَ
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, 
seketika isak tangispun tak terbendung, air mata mengalir. Memahami betapa dahsyat peristiwa kematian itu. 

MATI adalah hal yang tak terelakkan bagi setiap yang bernafas di dunia ini. Peristiwa berpisahnya antara jasad dan nyawa. Saat dimana Malaikat IZROIL mencabut 'sesuatu' yang menjadi penggerak bagi tubuh manusia, atas perintah Alloh Azza wa Jalla. 

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Surat Ali-Imran (3) ayat 185] 

Alloh yang menghidupkan dan mematikan.

Kekuasaan Alloh atas langit, bumi dan seisinya adalah mutlak, 

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌۭ وَلَا نَوْمٌۭ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍۢ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [Surat Al-Baqarah (2) ayat 255]


Tak ada seorangpun yang bisa mencegah saat Alloh berkehendak. Alloh lah yang menghidupkan dan mematikan atas semua makhluk Nya. 

هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. [Surat Yunus (10) ayat 56] 

Hidup manusia dibatasi dengan umur

Sehebat dan sekuat apapun, manusia yang hidup tetaplah akan mati. Betapa banyak kisah orang - orang yang berkuasa di dunia ini. Tahta dan harta berlimpah kenyataannya tak mampu untuk menghindar dari kematian. Seberapa lama hidup di dunia ? Hanya Alloh yang tahu.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. [Surat Al-A'raf (7) ayat 34]


Manakala telah habis batas umur, tak kan pernah sedikitpun Malaikat lalai dari tugasnya. Cabut ! Dan tercabutlah nyawa !

MATI menjemput dimanapun manusia berada

Usaha manusia untuk keluar dari kesulitan, kesusahan dan kesakitan hanya sebatas di masa sebelum datangnya 'ajal'. Bagaimana mungkin bisa menghindar dari jangkauan malaikat pencabut nyawa ? Meskipun mereka lari sejauh jauhnya lari.

قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَـٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [Surat Al-Jumu'ah (62) ayat 8]

Maka wahai manusia ! Bersiap sedia lah untuk MATI yang pasti akan datang.