عَن عَائِشَة اَنَّ رَسُول اللهِ صَلَي اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمُ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ اْلنَّحْرِ اَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ اِهْرَقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبلَ اَنْ يَقَعُ مِنَ الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفسًا - رواه الترمذى

Dari Aisyah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “ Tidaklah beramal Bani Adam dari suatu amalan pada hari qurban (Idul Adha) yang lebih disenangi oleh Allah daripada mengalirkan darah (menyembelih qurban ) , sesungguhnya hewan qurban tersebut niscaya akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya, bulunya dan kuku kakinya. Dan sesungguhnya darah qurban niscaya jatuh di sisi Allah pada suatu tempat sebelum darah itu jatuh di bumi. Maka bersenang hatilah kamu sekalian dengan qurban.

Hakikat dari qurban itu sendiri adalah keikhlasan kita dalam menyembelih, hubungan antara Khaliq dan Makhluq dalam bentuk ke Taat an dalam beribadah. Bagi mereka yang berlebih harta, qurban menjadi sarana untuk berbagi kenikmatan kepada yang fakir.

Mari kita ber QURBAN !