Hanya kepada Alloh tempat mengadu

Karya fenomenal dari Dr. Aid Al Qarni yang menjadi salah satu buku best seller, yaitu La Tahzan - Jangan Bersedih, awal terbit tahun 2001 yang kemudian menjadi booming di penjuru dunia. Sedikit penggalan pengantar buku tersebut :

Saya menulis buku ini untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa. Dan tentu saja, siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami semua itu?


Buku ini akan mengatakan kepada Anda, "Bergembiralah dan berbahagialah!" atau "Optimislah dan tenanglah!" Bahkan, mungkin pula ia akan berkata, "Jalani hidup ini apa adanya dengan penuh ketulusan dan keriangan!"

Lebih dari itu, buku ini mengajak Anda agar merasa yakin dengan semua potensi dalam diri diri Anda dan menyimpan semua energi positif yang ada. Buku ini menggiring Anda untuk melupakan tekanan hidup, sesaknya perjalanan usia dan beban perjalanan hidup.


Harus diakui, bahwa di sepanjang hidup yang kita lalui, tentu ada penggalan peristiwa yang menorehkan kesedihan. Sedih tentang keadaan diri atau sedih karena sebab kondisi diluar diri. Karena hidup adalah cerita nyata yang tidak ada yang tahu ending nya kecuali Alloh SWT. Hidup bukan Sinetron, yang bila sedih, kesedihan itu hanyalah kepura-puraan belaka.

Kisah Sedih Sahabat saat hijrah bersama Rosululloh
Kaum musyrikin yang tidak rela kedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Utusan Alloh terus melakukan intimidasi secara lisan dan fisik. Hingga akhirnya Rasululloh bersama sahabat Hijrah keluar dari kota Mekkah. 
Hingga Nabi bersama sahabat bersembunyi di sebuah gua tsur selama 3 hari menghindari pengejaran kaum musyrikin.

Sahabat Abu Bakar merasa takut bila seseorang dari kaum musyrik yang mengejarnya itu dapat melihatnya yang akhirnya nanti Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam akan disakiti oleh mereka. Maka Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam menenangkan hatinya dan meneguhkannya seraya bersabda:
" يَا أَبَا بَكْرٍ، مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا"

Hai Abu Bakar, bagaimanakah dugaanmu terhadap dua orang yang ketiganya adalah Alloh?

Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan bahwa:
حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، أَنْبَأَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ حَدَّثَهُ قَالَ: قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ فِي الْغَارِ: لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا تَحْتَ قَدَمَيْهِ. قَالَ: فَقَالَ: "يَا أَبَا بَكْرٍ، مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا".

telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas; Abu Bakar telah bercerita kepadanya bahwa ketika ia berada di dalam gua bersama Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, ia berkata kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, "Seandainya seseorang dari mereka itu memandang ke arah kedua telapak kakinya, niscaya dia akan dapat melihat kita berada di bawah kedua telapak kakinya." Maka Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: Hai Abu Bakar, apakah dugaanmu tentang dua orang, sedangkan yang ketiganya adalah Allah?


إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍۢ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Surat At-Taubah (9) ayat 40]

Sedihlah karena Takut kepada Alloh
Tidak mengapa meneteskan air mata karena kesedihan yang melanda diri. Hidup merasa 'kurang beruntung' merasa jauh dari bahagia, dihimpit terbatasnya rezeki harta, terbalut kefakiran dan kemiskinan. Namun hendaklah disadari, bahwa HIDUP ada batasnya, kelak bila sabar & takwa didalamnya maka Alloh niscaya akan mengganti dengan kenikmatan yang tiada banding taranya. SURGA !
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ حَدَّثَنِي حَمَّادُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ الزُّرَقِيُّ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ يَخْرُجُ مِنْ عَيْنَيْهِ دُمُوعٌ وَإِنْ كَانَ مِثْلَ رَأْسِ الذُّبَابِ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ثُمَّ تُصِيبُ شَيْئًا مِنْ حُرِّ وَجْهِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi dan Ibrahim bin Al Mundzir keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik telah menceritakan kepadaku Hammad bin Abu Humaid Az Zuraqi dari 'Aun bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud dari Ayahnya dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang mukmin mengeluarkan air mata dari kedua matanya walaupun sebesar kepala ekor lalat karena takut kepada Allah, kemudian ia mengenai wajahnya melainkan Allah akan membaskannya dari neraka."

Doa Berlindung dari kesedihan

Dan kembalikanlah segala sesuatu yang terjadi pada diri kita kepada Alloh. Kita datang dari Alloh dan akan kembali kepada Alloh.


أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَوَاتٌ لَا يَدَعُهُنَّ
 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا الصَّوَابُ وَحَدِيثُ ابْنُ فُضَيْلٍ خَطَأٌ

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim ia berkata; telah memberitakan kepada kami Jarir dari Muhammad bin Ishaq dari Amru bin Abu Amru dari Anas bin Malik ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai doa-doa yang tidak pernah ditinggalkan untuk membacanya; "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZNI WAL 'AJZI WAl KASALI WA BUKHLI, WAL JUBNI WAD DAINI WA GHALABATIR RIJAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kebakhilan, sifat pengecut, hutang dan penindasan para penguasa)."
Sunan An-Nasa'i No. 5355