DENPASAR – Kapolresta Denpasar gelar silaturahim dengan dengan warga LDII Kota Denpasar, di Gedung Serbaguna LDII jalan Padang Griya, Gang II No.1 Padangsambian Denpasar, Senin, 25 Februari 2019. Acara tersebut mengusung tema “Sosialisai bahaya Radikalisme, intoleransi, dan terorisme”.

Dalam sambutanya, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, mengingatkan kejadian-kejadian yang pernah  terjadi di Bali seperti kejadian Bom Bali 1 dan Bali 2, bahwasanya jaringan teroris terstruktur di indonesia yang didominasi oleh Jamaah Anshorut Taukid (JAT).

“Yang dihadapai untuk saat ini di Bali jangan lagi ada kejadian Bom Bali lagi, selain itu juga yang mengkhawatirkan saat ini adalah terkait peredaran Narkotika, dan Premanisme. Daerah Bali masih di jadikan sasaran kejahatan, untuk itu agar warga lebih waspada dan apabila ada yang dicurigai agar segera dilaporkan, mari bersatu lawan terorisme,” tegasnya.

Ditambahkan Ruddi Setiawan, terorisme merupakan faham kelompok dengan melakukan ancaman yang dapat menimbulkan rasa takut untuk suatu tujuan tertentu. “Kami mohon dukungan untuk menjaga situasi menjelang pemilu, agar pemilu 2019 dapat berjalan aman dan damai,” imbuhnya.

Acara silaturahim, dihadiri oleh Wakapolresta Denpasar, AKBP Benny Pramono, PJU Polresta Denpasar, Ketua LDII Kota Denpasar H.M. Kafilari Rohimanto, Wakil Ketua LDII Provinsi Bali H, Bagus Wiyono, Warga LDII Kota Denpasar sebanyak kurang lebih 500 orang.

H.M. Kafilari Rohimanto dalam sambutanya mengungucapkan terima kasih kepada Kapolresta Denpasar yang sudah bersedia hadir. Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme, intoleransi dan terorisme, termasuk penggunaan media sosial.

“Dan perlu kami sampaikan kepada bapak Kapolresta bahwa kami sudah tanamkan kepada warga kami disini tentang 4 pilar kebangsaan, dan mendukung langkah-langkah pemerintah yang sah,” ungkapnya.

Ketua MUI Kota Denpasar, KH.Saifuddin Zainani menghimbau setiap organisasi harus tunduk dengan karakter indonesia. LDII harus punya karakter keindonesiaan. “Pancasila adalah tempat terminalnya agama-agama, dan mengajak LDII jangan bimbang dan jangan ragu kita adalah indonesia, tidak boleh ada radikalisme, intoleransi, dan terorisme.” Ujarnya.


https://beritadewata.com/kapolresta-denpasar-gelar-silaturahim-dengan-warga-ldii/