Hargo.co.id, GORONTALO – Perbedaan pandangan politik di antara sesama Ormas, masih menjadi problem yang harus di pecahkan bersama. Satu sisi problem sosial di masyarakat kerap terjadi akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Guna menyikapi situasi tersebut, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  menggelar Dialog Keumatan dan Kebangsaan yang diikuti oleh Ormas-ormas Islam dan lembaga keagamaan  yang ada di Provinsi Gorontalo, di Hotel Grand Q, Rabu (13/03/2019).

Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP LDII,Prof.Dr.Ir .KH. Abdullah Syam, M.Sc, Dir Binmas Polda Gorontalo,Kombes Pol Sumanto, S.Pd, dan unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo tersebut,di buka langsung oleh Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Gorontalo,H. Mitran Tuna,selaku Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo,H.Yusuf Danial,S.Pd dalam sambutannya mengungkapkan,kegiatan yang mengusung tema Merajut Ukhuwah Keumatan dan Kebangsaan tersebut, bertujuan untuk menampung seluruh saran maupun pandangan diantara Ormas Islam dan lembaga keagamaan. Sebagai bentuk upaya mencegah terjadinya disintegrasi, yang bersumber dari perbedaan aspirasi yang dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan yang merusak ukhuwah kebangsaan.

“Menjelang Pilpres(Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) Saat ini menimbulkan perbedaan pandangan politik diantara umat, akan tetapi perbedaan politik itu jangan sampai menimbulkan perpecahan dan permusuhan yang akhirnya merusak ukhuwah kebangsaan,” jelasnya.

Ketua DPP LDII, Prof.Dr.Ir.KH. Abdullah Syam,M.Sc mengatakan kegiatan yang di laksanakan oleh LDII ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat,guna merajut Ukhuwah keumatan diantara bangsa. Apalagi saat menjelang pesta demokrasi seperti ini,dimana perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

Namun jangan sampai memperkeruh atau memperuncing suasana, dengan munculnya persoalan sosial dimasyarakat, diantaranya masalah radikalisme ,intoleransi, sampai ke penyebaran info hoax, yang justru merusak Ukhuwah kebangsaan.

“Ukhuwah itu ada tiga, Ukhuwah Islamiyah (persaudaran di antara Islam),Ukhuwah Watoniyah (persaudaraan sesama bangsa)

Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Ini yang harus kita jaga,”ungkap Abdullah Syam yang juga menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Pusat tersebut.

Acara diakhiri dengan penandatangan deklarasi dan pernyataan bersama oleh seluruh elemen baik pemerintah unsur Muspida dan ormas islam serta lembaga keagamaan di Provinsi Gorontalo. (tr67/hg)

http://hargo.co.id/berita/dialog-keumatan-dan-kebangsaan-ldii-tangkal-isu-hoax.html