PWMU.CO – Ada yang spesial pada kajian umum yang diadakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang terdiri dar Pemuda Muhammadiyah, NA, dan IPM, Ranting Buntaran, Kecamatan Tandes, Surabaya (11/2).
Sebab, dalam kajian tersebut, dihadiri pula oleh pemuda-pemudi NU dan LDII yang berasal di perkampungan Buntaran. Ustadz Ferry Yudi Antonis Saputro yang menjadi pembicara pada kajian tersebut menyambut gembira hadirnya peserta eksternal di luar AMM itu.
Di hadapan 80-an peserta, Ferry mengatakan bahwa pada dasarnya kajian tidak hanya bertujuan untuk membangun kekeluargaan secara internal di kalangan AMM Muhammadiyah. “Kajian ini penting juga untuk menjalin hubungan persaudaraan dengan pemuda-pemudi lain di luar Muhammadiyah.”
Pada acara yang mengusung tema “Generasi Muda Anti-Valentine’s Day”, Ferry menjelaskan bahwa permasalahan pada kenakalan remaja dan pemuda zaman sekarang ini begitu kompleks. “Banyak anak muda yang terjerat kasus narkoba, pencurian, pornografi, seks bebas.”
Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya ini menjelaskan, ada korelasi yang cukup erat antara perayaan hari Valentine dengan kenakalan remaja.
“Yang dilakukan oleh anak muda zaman sekarang, bisa dikatakan tiap kali dalam perayaan tersebut membias dan berpolar, merambat menuju kemudharatan dan kenakalan yang lain. Bisa dipastikan seks bebas, pencurian, dan narkoba selalu ada dalam perayaan hari Valentine tersebut.”
Maka dari itu, kata Ferry, perlu adanya kemampuan dari angkatan muda-mudi Islam agar bisa menjadi energi positif bagi lingkungan di sekitarnya. “Diharapkan mereka bisa mengajak pemuda lain dalam kebaikan dan meninggalkan keburukan,” ujarnya.
Sekretaris Umum AMM Ranting Buntaran Diah Nur Laili berharap persaudaraan sesama pemuda-pemudi Muslim yaitu Muhammadiyah, NU, dan LDII di Buntaran ini bisa terjalin lebih baik lagi. (MN)