Tercukupinya  harta dan tahta saja belum bisa dijadikan tolok ukur seseorang itu bahagia atau tidak. Bahkan secara pribadi bagi diri seseorang yang telah mencapai tingkat kemapanan lahir maupun bathin juga belum bisa dikatakan bahwa dirinya bahagia. Mengapa demikian, karena sebagai makhluk Allah manusia diciptakan tidak sendiri. Manusia hidup berkoloni, yang antara satu dengan lainnya saling membutuhkan. Ada timbal balik yang harus dilakukan untuk tetap bertahan dalam kehidupan ini. Ada anak, isteri, teman  dan lingkungan ....

اربع من سعادة المرء أن تكون زوجته صالحة وأولاده أبرارا وخلطاؤه صالحين وأنيكون رزقه فى بلده

Ada 4 (empat) perkara yang merupakan kebahagiaan/keberuntungan seseorang, yaitu :
  • bahwa isterinya adalah wanita yang sholihah
  • anak - anaknya berkelakuan baik
  • teman bergaulnya yang sholih
  • rizqinya (mata pencahariannya) di negerinya sendiri
HR Ibn Asakir