Termasuk salah satu rukun Islam adalah menunaikan ibadah haji bagi yang telah mampu. Hal yang sangat penting dalam melaksanakan ibadah haji adalah bahwa tiap - tiap rukun haji harus dilaksanakan sesuai dengan sunah Rasulullah SAW. Berbeda dengan ibadah yang lain, haji ternyata lebih banyak menuntut aktifitas fisik. Kondisi cuaca yang berbeda antara Indonesia dan Saudi Arabia menjadi bagian yang harus diperhatikan untuk diwaspadai.

Berikut tip - tip kesehatan dalam berhaji :

Sejumlah pengalaman dan hasil evaluasi petugas PPIH belasan tahun sebelumnya di antaranya menyebutkan kebanyakan penurunan kesehatan CJHI di Arab Saudi adalah kelelahan fisik akibat aktifitas beribadah yang berlebihan, umumnya tidak memperhitungkan kemampuan fisik dan, bahkan mengabaikan penyakit bawaan dari daerah asal masing-masing.

Jadi, CJHI sebaiknya :

1) membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk pertolongan pertama,
2) menyiapkan pakaian sesuai prakiraan musim di Arab Saudi,
3) disiplin dan tertib dalam aktifitas baik beribadah maupun waktu
istirahat,
4) hindari pemaksaan beraktifitas berlebihan dengan keyakinan seluruh
ibadah yang dilaksanakan merupakan izin Allah SWT,
5) segera hubungi petugas terdekat jika merasakan sesuatu yang dirasakan
kurang,

Mengatasi Musim Dingin :
Kebanyakan calon jamaah haji yang belum pernah ke Tanah Suci, sebelumnya membayangkan bahwa Arab Saudi itu hanyalah padang gersang dan panas. Anggapan itu tak seluruhnya salah, sebagian besar daratan Arab Saudi adalah padang pasir. Tapi soal panas? Nanti dulu.
Sebenarnya, di Arab Saudi ada dua musim, yakni musim panas dan musim dingin. Musim panas biasanya dimulai pada bulan April hingga Agustus. Pada musim ini sinar matahari sangat terik. Suhu udara pada siang hari bahkan bisa mencapai 55 derajat celsius.

Latihan Jalan Kaki
Ibadah haji membutuhkan aktifitas fisik yang lebih banyak dibandingkan dengan ibadah lainnya. Rangkaian ibadah haji banyak dilakukan dengan berjalan kaki. Ke masjid, tawaf, sa'i, ke tempat-tempat ziarah, melempar jumrah, dan kegiatan lainnya dilakukan dengan jalan kaki.
Untuk mempersiapkan aktifitas fisik yang berat selama berhaji nanti, jauh hari menjelang pemberangkatan calon jamaah haji hendaknya sudah memulai latihan fisik. Latihan fisik bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau lari-lari kecil sehabis Shalat Subuh. Tak perlu jauh-jauh. Cukup 2-3 kilometer saja. Latihan jalan kaki ini nantinya akan sangat membantu jamaah menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dengan rajin latihan fisik, tubuh tidak kaget ketika nanti harus banyak berjalan kaki.