Wali Kota Metro Tegaskan Peran Strategis LDII dalam Akselerasi Pembangunan Daerah

Wali Kota Metro Tegaskan Peran Strategis LDII dalam Akselerasi Pembangunan Daerah
foto: ilustrasi / istimewa

METRO – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, secara resmi membuka pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Metro. Agenda strategis yang berlangsung di aula Pemkot Metro ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan elemen masyarakat guna mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Penguatan Peran Organisasi Masyarakat dalam Sinergi Pembangunan

Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah LDII sebagai mitra pemerintah yang krusial. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan tangan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan pilar utama dalam menciptakan Kota Metro yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

"Melalui kepengurusan dan program kerja yang baru, LDII diharapkan semakin mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Metro yang religius, harmonis, berkarakter, dan berkelanjutan," ujar Bambang Iman Santoso.

Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan ormas keagamaan seperti Muhammadiyah, serta tokoh agama lainnya dalam acara tersebut menjadi simbol kuat akan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Sai Wawai.

Kolaborasi Strategis Antara Umara dan Ulama

Senada dengan pandangan pemerintah kota, Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, mengungkapkan bahwa LDII senantiasa menempatkan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi utama gerak organisasi. Ia menekankan bahwa peran LDII tidak terbatas pada dakwah internal, tetapi juga meluas pada aksi nyata sebagai mitra strategis pemerintah.

"LDII memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa dan berkomitmen mengambil peran dalam berbagai agenda pembangunan yang dapat disinergikan bersama pemerintah. Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Metro dalam melaksanakan program yang dapat dikerjakan secara bersama-sama," tegas M. Aditya.

Ia menambahkan bahwa semangat kerja, komunikasi, dan kontribusi menjadi ruh organisasi dalam memastikan setiap program yang disusun mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Implementasi Moderasi Beragama di Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro, Kasimun, memberikan catatan penting terkait pentingnya menjaga kerukunan umat. Ia mengajak warga LDII untuk menjadi garda terdepan dalam penguatan program moderasi beragama di tengah kemajemukan.

"Mari perkuat kerukunan umat, dan tingkatkan kolaborasi antarormas keagamaan. Hal ini penting untuk merawat kerukunan dan mengawal implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk," ujar Kasimun.

Lebih lanjut, Kasimun menekankan bahwa ormas keagamaan memiliki fungsi vital sebagai media edukasi untuk merawat toleransi serta mencegah radikalisme. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan toleran di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

📖 Glosarium Istilah

  • Musda: Musyawarah Daerah, forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat daerah yang dilaksanakan setiap kurun waktu tertentu.
  • Forkopimda: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang beranggotakan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk menjaga stabilitas wilayah.
  • Moderasi Beragama: Cara pandang atau praktik beragama yang mengambil jalan tengah, tidak ekstrem, dan sangat menghargai perbedaan untuk menjaga kerukunan.
  • Bumi Sai Wawai: Julukan bagi Kota Metro yang berasal dari bahasa Lampung, bermakna tanah atau daerah yang indah, damai, dan rapi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.