Ponpes Millenium Alfiena Nganjuk Perkuat Nasionalisme Santri Lewat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Ponpes Millenium Alfiena Nganjuk Perkuat Nasionalisme Santri Lewat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
foto: ilustrasi / istimewa

Internalisasi Nilai Kebangsaan di Lingkungan Pesantren

Pondok Pesantren (Ponpes) Millenium Alfiena yang berlokasi di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan khidmat yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini menjadi momentum strategis bagi institusi pendidikan Islam tersebut untuk menanamkan nilai-nilai persatuan, kerukunan, serta pengamalan ideologi negara kepada para santri.

Sinergi Lintas Sektor dalam Menjaga Ideologi Bangsa

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah setempat. Ketua Ponpes Millenium Alfiena, KH Didik Suprapto, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan bahwa keberagaman latar belakang santri adalah modal sosial yang kuat untuk mempraktikkan toleransi.

Santri kami berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Namun, dengan semangat Pancasila, mereka bisa hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama, ujar KH Didik Suprapto.

Kehadiran unsur Forkopimcam Lengkong, TNI dari Koramil 0810/13, Polri dari Polsek setempat, tenaga kesehatan dari Puskesmas, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, NU, dan MTA, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pesantren dengan masyarakat luas dalam menjaga stabilitas nasional.

Pentingnya Reaktualisasi Sejarah bagi Generasi Muda

Dalam arahannya, KH Didik Suprapto mengingatkan kembali pentingnya memahami sejarah kelam bangsa, khususnya peristiwa 30 September 1965. Menurutnya, pemahaman sejarah yang benar menjadi benteng bagi santri agar tidak terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan dasar negara.

Dengan ikut memperingati Hari Kesaktian Pancasila, para santri bisa mengenang kembali sejarah 30 September 1965. Ada gerakan yang ingin mengubah ideologi negara kita. Sebagai santri dan warga negara yang baik, kita harus meyakini bahwa Pancasila menjadi ideologi dalam berbangsa dan bermasyarakat, ucap KH Didik Suprapto.

Beliau menambahkan bahwa pengamalan empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI—adalah kewajiban bagi setiap santri. Prinsip-prinsip tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi bagi generasi muda dalam menyatukan perbedaan suku, golongan, maupun agama dalam satu bingkai keindonesiaan.

📖 Glosarium Istilah

  • Hari Kesaktian Pancasila: Peringatan nasional setiap 1 Oktober untuk mengenang Pancasila sebagai ideologi bangsa yang tak tergantikan pasca-peristiwa 1965.
  • Empat Pilar Kebangsaan: Fondasi kehidupan berbangsa di Indonesia yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Ponpes Millenium Alfiena: Lembaga pendidikan keagamaan di Nganjuk yang aktif mengintegrasikan nilai religius dengan wawasan kebangsaan.
  • Forkopimcam: Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, wadah musyawarah antara camat, kepolisian, dan militer tingkat kecamatan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.