DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Riau menghadiri rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang diselenggarakan di Pantai Piwang, Natuna, pada Senin (5/10/2026). Kehadiran organisasi kemasyarakatan ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap peran strategis TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah perbatasan.
Komitmen Sinergi dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa
Ketua DPW LDII Kepri, Rulifa Syahroel, menegaskan bahwa kemanunggalan antara TNI dan rakyat merupakan fondasi utama pertahanan negara yang tidak bisa ditawar. Baginya, keterlibatan LDII bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata tanggung jawab kebangsaan.
Kami berkomitmen terus mendukung peran TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sinergi TNI dan rakyat adalah harga mati. LDII Kepri siap berada dalam satu barisan bersama TNI, ujar Rulifa Syahroel.
Lebih lanjut, Rulifa menjelaskan bahwa jalinan kolaborasi antara LDII dan TNI di Kepulauan Riau telah terimplementasi dalam berbagai program nyata. Salah satu yang paling menonjol adalah peran aktif personel Babinsa dari Korem 033/Wira Pratama dalam memberikan edukasi wawasan kebangsaan secara rutin di lingkungan Pondok Pesantren Abdul Dhohir.
Implementasi Pembinaan Teritorial dan Ketahanan Nasional
Kolaborasi antara kedua belah pihak kini telah meluas hingga ke tujuh kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Selain aspek edukasi, LDII juga terlibat aktif dalam mendukung kegiatan teritorial TNI yang mencakup program karya bakti, aksi donor darah, gerakan penghijauan melalui penanaman pohon, hingga penguatan program ketahanan pangan masyarakat.
Rulifa menekankan bahwa wilayah Kepulauan Riau memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks, mulai dari risiko penyelundupan, peredaran narkoba, hingga ancaman infiltrasi paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila. Strategi penanganan yang diterapkan pun bersifat komprehensif, tidak melulu bergantung pada kekuatan fisik.
Kepri merupakan daerah yang rawan infiltrasi paham transnasional, paham anti-Pancasila, hingga narkoba dan penyelundupan. Untuk mencegah dan menangani hal tersebut, tidak semua perlu diselesaikan dengan peluru. Tetapi juga dapat melalui pembinaan umat dan pengajian, ungkap Rulifa menambahkan.
Apresiasi Terhadap Pengabdian Prajurit dan Budaya PRIMA
Dalam upacara tersebut, Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I), Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, menyampaikan pesan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto terkait apresiasi terhadap dedikasi serta loyalitas seluruh prajurit. Tingginya kepercayaan publik terhadap institusi TNI saat ini dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dengan pengabdian berkelanjutan.
Menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian, Panglima TNI menekankan pentingnya modernisasi alutsista yang dibarengi dengan peningkatan profesionalisme prajurit. Seluruh personel TNI diinstruksikan untuk berpedoman pada budaya pengabdian PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif dalam menjalankan setiap tugas negara.
📖 Glosarium Istilah
- Kaskogabwilhan I: Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, organisasi operasional TNI yang bertugas menjaga stabilitas wilayah pertahanan strategis.
- Babinsa: Bintara Pembina Desa, prajurit TNI yang bertugas melaksanakan pembinaan teritorial di tingkat desa atau kelurahan.
- PRIMA: Akronim budaya kerja TNI yang mencakup nilai Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
- Alutsista: Alat Utama Sistem Senjata, mencakup seluruh sarana dan prasarana yang digunakan TNI dalam tugas pertahanan negara.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.