Bandung, 3 Oktober – Sebuah kisah inspiratif datang dari Andromeda Sufi Anggoro, mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Yogyakarta, yang menempuh perjalanan unik dengan menaiki bajaj dari kota asalnya menuju kampus impiannya di Bandung. Aksi yang mencuri perhatian publik ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol perjuangan, keteguhan hati, dan penghormatan seorang anak kepada orang tuanya.
Andromeda, yang merupakan warga PC LDII Jetis, Kota Yogyakarta, berhasil menembus ketatnya persaingan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk mendalami program studi Astronomi di ITB. Pilihan bidang ini lahir dari ketertitik tolak dari hasrat akademis yang mendalam terhadap fenomena alam semesta yang diakui hanya tersedia di ITB sebagai satu-satunya institusi di Indonesia.
Keteguhan Hati Menuntut Ilmu Astronomi
Ketertarikan Andromeda pada bidang astronomi muncul enam bulan sebelum proses seleksi dimulai. Ia mengaku bahwa pemahamannya tentang alam semesta semakin tajam setelah ia mendalami kajian Al-Qur'an mengenai penciptaan langit dan susunan kosmos yang agung.
"Gara-gara ngaji Al-Qur'an yang membahas tentang langit, langit tujuh lapis, saya jadi lebih tertarik. Saya penasaran dan ingin memperdalamnya secara ilmiah," ujar Andromeda.
Restu Orang Tua Sebagai Kunci Keberhasilan
Perjalanan Andromeda menuju ITB tidak selalu mulus. Ayahanda Andromeda, Basuni Yusuf, sempat menyarankan agar putranya memilih perguruan tinggi di Yogyakarta demi efisiensi biaya dan jarak. Sebagai anak yang menjunjung tinggi bakti, Andromeda sempat menunda impiannya selama setahun demi menuruti keinginan orang tua.
Basuni mengakui ketabahan putranya selama masa penantian tersebut. "Sebenarnya dia sudah memendam cita-cita itu selama setahun. Dia hanya ingin berbakti kepada orang tua dan membuat orang tua lega dengan kuliah di Yogyakarta," tutur Basuni.
Keajaiban Beasiswa Dalam Perjalanan Menuntut Ilmu
Setelah melihat kesungguhan anaknya, Basuni akhirnya memberikan izin dengan syarat Andromeda harus mampu meraih beasiswa. Melalui serangkaian ikhtiar yang tidak terduga, jalan kemudahan pun terbuka. Komunikasi yang terjalin dengan pihak kampus dan jaringan orang tua mahasiswa membuahkan hasil, di mana Andromeda akhirnya mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun pendidikan, termasuk bantuan biaya hidup serta penunjang akademik.
"Awalnya kami yang mencari beasiswa, tetapi justru beasiswanya yang mencari kami dan mengundang kami. Itu pertolongan Allah," kata Basuni menambahkan.
Nama 'Andromeda' yang disematkan oleh sang ayah kini tampak menjadi doa yang nyata. Basuni berharap putranya memiliki wawasan yang luas layaknya galaksi Andromeda. Kini, sembari menempuh pendidikan di ITB, Andromeda juga menetap di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Nurul Hakim, Jatinangor, sebagai komitmen menjaga nilai-nilai religius di sela kesibukan studinya.
📖 Glosarium Istilah
- SNBT: Seleksi Nasional Berdasarkan Tes, jalur masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia yang mengandalkan nilai tes skolastik dan literasi.
- E-E-A-T: Kerangka kerja Google untuk mengevaluasi kualitas konten berdasarkan Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness.
- PPM: Pondok Pesantren Mahasiswa, lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan akademik formal dengan pendalaman ilmu agama bagi mahasiswa.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.