Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 pada 28 Oktober 2026 yang akan datang membawa angin segar bagi kebangkitan nasional melalui peran strategis generasi muda. Pemerintah secara resmi mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” guna menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Tema ini dirancang untuk membakar semangat juang pemuda agar senantiasa adaptif, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap dinamika bangsa.
Tiga Pilar Utama Pembentukan Karakter Pemuda Menuju Masa Depan Bangsa
Tema Sumpah Pemuda tahun ini berfokus pada penanaman tiga nilai fundamental yang dinilai krusial bagi masa depan Indonesia. Tiga nilai utama tersebut meliputi sikap patriotik, ketiganya dijabarkan sebagai wujud cinta tanah air yang diejawantahkan melalui tindakan nyata sehari-hari. Selain itu, nilai kegigihan ditekankan agar generasi penerus tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai hambatan global maupun lokal.
Nilai ketiga yang tidak kalah penting adalah empati, yakni menumbuhkan kepedulian tinggi terhadap sesama di tengah masyarakat yang majemuk. Ketiga pilar ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi pemuda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menggerakkan roda pembangunan nasional di berbagai sektor kehidupan bermasyarakat.
Respon Positif dan Ajakan Memperkuat Nasionalisme di Era Digital
Menanggapi tema besar tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kotawaringin Timur, Dasuki, memberikan apresiasi serta pandangan mendalam. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi global serta kondisi dunia yang kerap kurang kondusif, pemupukan jiwa patriotik bagi generasi muda menjadi sebuah keniscayaan yang mendesak.
“LDII Kotawaringin Timur mendorong pemerintah menggaungkan jiwa patriotik dan nasionalisme, baik secara langsung maupun melalui jejaring media sosial,” ucap Dasuki menyoroti pentingnya pemanfaatan platform digital secara positif.
Ia menambahkan, strategi komunikasi melalui media digital sangat efektif untuk menjangkau kalangan muda yang lekat dengan gawai. Dengan narasi kebangsaan yang kreatif dan relevan, pesan-pesan persatuan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kepatuhan pada Konstitusi dan Pembinaan Karakter Melalui Forum Keagamaan
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam merawat kebangsaan, LDII Kotawaringin Timur secara konsisten menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air dalam setiap kegiatan pembinaan warga. Nilai-nilai kebangsaan diselipkan secara harmonis ke dalam berbagai agenda keagamaan, termasuk di dalam forum-forum pengajian rutin.
“Nasihat yang sering disampaikan adalah, warga LDII supaya tunduk dan patuh kepada pemerintah RI dan peraturan-peraturan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata Dasuki menegaskan komitmen kebangsaan organisasinya.
Pendidikan moral dan wawasan kebangsaan ini dinilai mampu membentengi generasi muda dari pengaruh radikalisme, intoleransi, serta berbagai ancaman disintegrasi bangsa yang kerap menyusup melalui celah-celah keterbukaan informasi modern.
Peran Strategis Pendidikan Formal dan Nonformal dalam Membangun Generasi Unggul
Lebih lanjut, Dasuki memaparkan bahwa pembinaan generasi muda tidak cukup hanya dilakukan secara teoretis, melainkan memerlukan aksi nyata yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya menaruh perhatian besar pada proses pembinaan yang terstruktur, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.
Salah satu langkah konkret yang rutin dilaksanakan adalah penyelenggaraan program pembinaan generasi muda berskala nasional melalui kegiatan perkemahan khusus. Program ini dirancang untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan di kalangan remaja.
“Setelah dilakukan kegiatan CAI Cinta Alam Indonesia secara nasional, LDII Kotim menyelenggarakan berskala regional pada bulan Agustus lalu,” pungkasnya menutup penjelasan mengenai rangkaian pembinaan pemuda di Kotawaringin Timur.
📖 Glosarium Istilah
- Patriotik: Sikap seseorang yang cinta tanah air, rela berkorban, dan mengutamakan kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, salah satu organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia yang aktif membina umat dan generasi muda.
- CAI (Cinta Alam Indonesia): Program perkemahan dan pembinaan karakter generasi muda yang diselenggarakan secara berkala oleh LDII untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan wawasan kebangsaan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.
