Membentuk Karakter Mandiri, Remaja Putri LDII Ampelgading Kembangkan Skill Kewirausahaan melalui Pelatihan Kuliner

Membentuk Karakter Mandiri, Remaja Putri LDII Ampelgading Kembangkan Skill Kewirausahaan melalui Pelatihan Kuliner
foto: ilustrasi / istimewa

Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Ampelgading, Pemalang, mengambil langkah nyata dalam membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Pada Minggu (4/10/2026), sebanyak 60 remaja putri LDII dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) berkumpul di Madrasah Bahrul Ulum, Desa Banglarangan, untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan bertajuk “Fun Baking Happy Gathering”.

Penguatan Kemandirian dan Skill Praktis Generasi Muda

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis organisasi dalam menciptakan generasi muda yang produktif dan memiliki daya saing. Fokus utama dari acara ini adalah memberikan pembekalan softskill di bidang kuliner yang aplikatif, sehingga para remaja putri tidak hanya mahir secara akademis atau spiritual, namun juga memiliki bekal untuk menopang kemandirian ekonomi di masa depan.

Ketua Panitia Kegiatan, Fatimah, menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar pelatihan membuat kue. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari visi panjang PC LDII Ampelgading dalam memfasilitasi pengembangan potensi diri para remaja putri.

Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan belajar membuat kue, tetapi benar-benar memberikan bekal keterampilan serta kemandirian bagi remaja putri. Minimal mereka memiliki keahlian dasar yang nantinya bisa dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri, ujar Fatimah.

Ia menambahkan, penguasaan keterampilan kuliner merupakan salah satu sarana efektif bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas. Dengan dasar keahlian yang kuat, diharapkan para remaja dapat melihat peluang ekonomi di lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi usaha kuliner yang kompetitif.

Sinergi Praktisi dan Motivasi Kewirausahaan

Untuk memastikan kualitas materi yang disampaikan, panitia menghadirkan Amila Sholiha, seorang praktisi sekaligus pengusaha kue berpengalaman. Dalam sesi praktik langsung, Amila memandu peserta membuat kreasi bolu ketan lumer. Proses belajar dilakukan secara intensif, mencakup pengenalan resep hingga teknik pemasaran produk.

Selain teknis pembuatan makanan, Amila juga menyuntikkan semangat kewirausahaan kepada para peserta agar mereka berani memulai langkah dalam dunia bisnis. Baginya, hambatan terbesar dalam memulai usaha sering kali terletak pada rasa kurang percaya diri.

Untuk menjadi pengusaha kue yang maju, kunci utamanya adalah jangan pernah malu untuk mencoba, tegas Amila di hadapan para peserta.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Selain aspek edukasi, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahim di kalangan remaja putri se-Kecamatan Ampelgading. Keakraban yang terjalin selama proses baking dinilai mampu membangun komunitas yang saling mendukung dalam hal kebaikan dan produktivitas.

Menutup rangkaian acara, pihak panitia menyatakan komitmennya untuk terus mengagendakan pelatihan keterampilan secara berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dukungan organisasi terhadap pembentukan karakter generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi modern.

📖 Glosarium Istilah

  • PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi setingkat kecamatan.
  • Softskill: Keterampilan non-teknis yang berkaitan dengan kemampuan interpersonal dan pengembangan diri.
  • PAC LDII: Pimpinan Anak Cabang LDII, unit organisasi di tingkat desa atau kelurahan.
  • Kemandirian Ekonomi: Kemampuan seseorang atau kelompok untuk mencukupi kebutuhan hidup melalui usaha produktif sendiri.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.