TANGGAMUS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanggamus mengambil langkah strategis dalam memberdayakan generasi muda melalui pelatihan affiliate marketing. Kegiatan bertajuk “Dari Konten Jadi Cuan, Peluang Bisnis di Era Sekarang” ini diselenggarakan di Kantor DPD LDII Tanggamus, Lampung, pada Minggu (4/10/2026), dengan fokus utama memperkenalkan potensi bisnis di ruang digital.
Optimalisasi Gawai sebagai Sarana Pengembangan Ekonomi Produktif
Wakil Ketua DPD LDII Tanggamus, Sujatman, menekankan pentingnya mengarahkan pemanfaatan teknologi informasi bagi kalangan muda. Menurutnya, gawai bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan instrumen yang dapat menjadi pintu gerbang kemandirian ekonomi jika dioperasikan dengan bijak dan produktif.
Kami mengajak generasi muda dapat memanfaatkan gawai yang dimiliki untuk hal yang positif. Jika tidak dimanfaatkan dengan bijak, gawai dapat menjadi mudarat bagi pemiliknya, ujar Sujatman.
Sujatman menambahkan bahwa dunia digital saat ini menawarkan fleksibilitas yang luar biasa bagi kaum milenial dan Gen Z. Dengan keterampilan yang tepat, mereka tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada sektor pekerjaan formal, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.
Perkembangan teknologi digital membuka peluang ekonomi yang luas. Pemuda tidak lagi harus terpaku dengan menunggu lapangan kerja formal, tetapi juga bisa menciptakan kemandirian finansial dengan bermodalkan gawai, tuturnya.
Penegakan Etika Digital dan Integritas dalam Berbisnis
Meski mendorong inovasi dalam pemasaran digital, DPD LDII Tanggamus tetap memberikan catatan kritis mengenai etika. Sujatman secara tegas mengingatkan bahwa nilai-nilai kejujuran merupakan fondasi utama dalam setiap transaksi maupun pembuatan konten digital.
Produksi konten dengan muatan pesan yang jujur. Jangan menyesatkan konsumen, sehingga keberkahan dalam berbisnis dapat terjaga, tambahnya menegaskan pentingnya integritas bagi pelaku bisnis muda.
Implementasi Teknik dan Praktik Langsung Pemasaran Konten
Dalam sesi teknis, Sandi Prayoga selaku pemateri yang juga merupakan anggota Biro TIAT DPW LDII Lampung, membedah strategi mendalam mengenai affiliate marketing. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan dalam bidang ini terletak pada kreativitas dan kemampuan teknis dalam memproduksi konten yang relevan dengan target audiens.
Dalam kegiatan affiliate marketing, yang dibangun adalah skill. Bisa dengan membuat video atau hal lainnya, ujar Sandi.
Selama pelatihan berlangsung, peserta diajak mempraktikkan langsung tahapan promosi produk. Pendekatan ini bertujuan agar para pemuda memiliki gambaran konkret tentang alur kerja bisnis digital. Sandi berharap ilmu yang diberikan dapat diimplementasikan dalam skala praktis, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan produsen konten yang bernilai ekonomi.
📖 Glosarium Istilah
- Affiliate Marketing: Strategi pemasaran di mana seseorang mendapatkan komisi setelah berhasil mempromosikan produk orang lain.
- Content Creator: Sebutan bagi individu yang membuat materi berupa video, tulisan, atau gambar untuk dibagikan di media sosial.
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada dakwah dan pembinaan umat.
- Kemandirian Finansial: Kondisi di mana seseorang memiliki kemampuan ekonomi yang stabil dan tidak bergantung pada pihak lain atau lapangan kerja formal.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.