Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jakarta Pusat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Pusat pada Jumat (25/9/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Lume’os Hotel, Cempaka Putih, ini menjadi wadah kolaborasi antarorganisasi kemasyarakatan Islam guna merumuskan penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan sinergi peran ulama di tengah masyarakat.
Komitmen Penguatan Peran Ulama dalam Membimbing Umat
Kehadiran Ketua DPD LDII Jakarta Pusat, Aris Triarso, dalam forum tersebut menegaskan pentingnya soliditas antarelemen ormas Islam. Menurutnya, koordinasi ini krusial untuk memastikan setiap program kerja yang dirumuskan mampu memberikan solusi nyata atas tantangan sosial yang ada.
Forum ini bukan sekadar menyusun program kerja, tetapi menjadi ikhtiar penguatan peran ulama dalam membimbing umat, menjaga persatuan, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam yang moderat, konstruktif, dan solutif, ujar Aris Triarso.
Sinergi Strategis Membangun Kemaslahatan Menuju Jakarta Global
Mengusung tema “Menguatkan Peran MUI Kota Jakarta Pusat Membangun Kemaslahatan Umat Menuju 5 Abad Jakarta”, Rakerda ini menjadi titik tolak penyelarasan program antara MUI dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat. Fokus utamanya adalah memastikan efektivitas kerja organisasi agar lebih berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Ketua MUI Kota Jakarta Pusat, KH Robi Fadil Muhammad, menekankan bahwa orientasi kerja organisasi harus berpijak pada kebutuhan nyata umat di lapangan. Ia mendorong agar setiap program yang dijalankan memiliki kebermanfaatan yang berkelanjutan.
Kita semua sepakat, apa yang bermanfaat bagi umat akan selalu diingat. Oleh karena itu, MUI Jakarta Pusat ke depan harus memperbanyak kerja nyata untuk masyarakat, tegas KH Robi Fadil Muhammad.
Kolaborasi Ulama dan Pemerintah Menjaga Moral Generasi Muda
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, turut hadir memberikan arahan terkait pentingnya menjaga stabilitas moral generasi muda. Dalam menghadapi momen lima abad Jakarta pada 2027 mendatang, ia menyoroti peran strategis ulama sebagai garda terdepan dalam menjaga akhlak serta nilai-nilai toleransi di lingkungan urban yang dinamis.
Lebih lanjut, Wali Kota Arifin menyampaikan keresahannya terkait ancaman penyalahgunaan obat terlarang, seperti tramadol, yang menyasar kalangan muda. Ia secara tegas meminta dukungan dari pimpinan ormas dan tokoh agama untuk memaksimalkan sarana dakwah, baik melalui tausiyah maupun khotbah Jumat, sebagai upaya preventif membentengi masyarakat dari pengaruh buruk tersebut.
Kegiatan Rakerda ini menjadi refleksi pentingnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat. Selain LDII, forum tersebut turut dihadiri oleh pimpinan ormas Islam besar lainnya termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang bersama-sama berkomitmen untuk terus menjaga keharmonisan Kota Jakarta Pusat.
📖 Glosarium Istilah
- Rakerda: Rapat Kerja Daerah yang berfungsi sebagai sarana evaluasi dan penyusunan program strategis organisasi di tingkat kota.
- Moderasi Agama: Pandangan atau sikap keagamaan yang mengambil jalan tengah, tidak ekstrem, serta mengedepankan toleransi dan kedamaian.
- Ormas Islam: Organisasi kemasyarakatan berbasis keislaman yang bertujuan menyebarkan syiar serta memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.
- Umara: Pemimpin pemerintahan atau penguasa yang memiliki kewenangan dalam mengatur urusan publik.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.