Momentum Penguatan Persatuan Bangsa melalui Nilai Pancasila
Yogyakarta, 6 Oktober 2023 – Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta, Atus Syahbudin, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai tonggak refleksi dalam memperkuat persatuan dan kerukunan nasional. Beliau menegaskan bahwa substansi nilai-nilai Pancasila tidak seharusnya berhenti pada tataran seremonial tahunan, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam pola kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Integrasi Nilai Kebangsaan dalam Visi Pembangunan Daerah
Atus menyatakan bahwa pengamalan sila-sila dalam Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dengan visi Pancamulia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pandangannya, nilai-nilai luhur tersebut dapat diimplementasikan melalui strategi dakwah yang menyejukkan, pembentukan karakter berbasis budi pekerti, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, pelestarian kearifan lokal Yogyakarta yang dipadukan dengan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi pilar penting dalam langkah ini.
Pancasila tidak cukup hanya menjadi nilai yang kita pahami. Nilainya harus terlihat dalam kehidupan masyarakat. Gotong royong, kepedulian, kerukunan, dan tanggung jawab sosial sejalan dengan upaya mewujudkan Pancamulia DIY, ujar Atus Syahbudin.
Peran Strategis Generasi Muda dalam Pembangunan Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, akademisi yang juga Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini menyoroti peran sentral generasi muda. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif melalui penguatan wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Penggunaan teknologi oleh generasi milenial dan Gen Z juga harus diarahkan agar memberikan dampak manfaat bagi kemajuan daerah.
Generasi muda perlu memiliki karakter yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Kemampuan memanfaatkan teknologi juga perlu diiringi tanggung jawab agar teknologi memberi manfaat bagi masyarakat, kata Atus menambahkan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masyarakat Berkelanjutan
Realisasi visi Pancamulia membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Atus menekankan bahwa kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, lingkup keluarga, hingga komunitas sosial menjadi kunci utama. Melalui sinergi yang harmonis, nilai-nilai Pancasila diyakini dapat menjadi kompas dalam membangun masyarakat Yogyakarta yang lebih rukun, berkarakter, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.
📖 Glosarium Istilah
- Pancamulia: Visi pembangunan daerah di Yogyakarta yang mencakup kemuliaan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
- SDGs: Sustainable Development Goals, sebuah rencana aksi global untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan.
- DPW LDII: Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, lembaga yang mengoordinasikan kegiatan dakwah di tingkat provinsi.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.