Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam terhadap langkah konkret pemerintah pusat yang langsung turun ke daerah untuk memastikan stabilitas harga serta keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat luas. Kebijakan pro-rakyat ini dinilai sangat krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi makro sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh pengurus Hubungan Antar Lembaga (HAL) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Muhammad Zain, saat mendampingi kunjungan kerja strategis Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kabupaten Sukoharjo pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peninjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi guna memastikan efektivitas rantai pasok pangan daerah.
Komitmen Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Zain menegaskan bahwa LDII memiliki komitmen kuat dan berkelanjutan untuk mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah. Fokus utama dari dukungan ini mencakup penguatan ketahanan pangan nasional serta pemerataan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Menurut pandangannya, keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menyimpan potensi besar dalam mempermudah akses warga terhadap kebutuhan pokok bersubsidi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koperasi tersebut didesain bukan sekadar menjadi unit usaha komersial yang bersaing dengan pedagang kecil di pasar tradisional. Pengurus dan pemangku kepentingan melihatnya sebagai simpul penting perekonomian desa yang inklusif.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan, LDII menyambut baik dan siap bersinergi mengawal program strategis pemerintah seperti KDMP ini. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga bagaimana distribusi dapat menjangkau masyarakat secara merata, adil, dan tepat sasaran,” ujar Muhammad Zain di Sukoharjo.
Ia menambahkan, melalui jaringan kelembagaan yang solid serta pembinaan umat yang masif, ormas Islam ini siap berperan aktif. Peran tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan pendampingan agar program-program kerakyatan dapat menyentuh langsung kehidupan warga tanpa hambatan birokrasi yang rumit.
Optimalisasi Koperasi Desa Menjadi Pusat Distribusi Subsidi
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan penegasan serupa di lokasi peninjauan. Ia menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak dirancang menyerupai toko kelontong konvensional. Fungsi utamanya jauh lebih strategis, yakni bertindak sebagai pusat distribusi resmi untuk penyaluran subsidi pemerintah.
“KDMP ini bukan seperti toko kelontong konsepnya, tapi lebih pada tempat distribusi subsidi pemerintah agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Menko Pangan di hadapan para pengampu kebijakan dan warga yang hadir.
Ke depannya, cakupan layanan koperasi ini akan diperluas secara terpadu. Pemerintah berencana mengintegrasikannya dengan fasilitas simpan pinjang bagi pelaku usaha mikro serta pos pelayanan kesehatan gratis. Sinergi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, Perum Bulog, dan ormas seperti LDII di Kabupaten Sukoharjo ini diharapkan mampu menjelma menjadi proyek percontohan nasional yang efektif.
📖 Glosarium Istilah
- KDKMP: Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, inisiatif strategis pemerintah sebagai pusat distribusi pangan murah dan layanan terpadu di tingkat desa.
- Ketahanan Pangan: Kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya.
- Pilot Project: Proyek percontohan yang diuji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara luas pada skala yang lebih besar.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.