Ketua Umum LDII Tegaskan Organisasi Kemasyarakatan Wajib Berdampak Nyata bagi Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII Tegaskan Organisasi Kemasyarakatan Wajib Berdampak Nyata bagi Kemaslahatan Umat
foto: istimewa / sumber asli

Bogor — Keberadaan organisasi kemasyarakatan di tengah dinamika sosial saat ini dituntut untuk tidak hanya sekadar eksis secara administratif, melainkan mampu memberikan dampak serta manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas. Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII), Dody Taufiq Wijaya, di hadapan ratusan peserta yang memadati kegiatan Capacity Building dan Kaderisasi Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Barat.

Agenda strategis yang mempertemukan para pengurus lintas tingkatan tersebut dilangsungkan di kawasan Villa Kampung Sawah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan ini dirancang secara khusus untuk mengonsolidasikan langkah organisasi agar senantiasa selaras dengan berbagai program pembangunan daerah maupun nasional, khususnya dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Organisasi harus dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan yang dapat dirasakan masyarakat. Bukan hanya untuk warga LDII saja, tapi juga dapat dirasakan untuk masyarakat luas pada umumnya,” ujar Dody Taufiq Wijaya, Ketua Umum DPP LDII, di Bogor, Kamis (15/10/2026).

Optimalisasi Delapan Bidang Pengabdian untuk Mendukung Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Dody memaparkan bahwa struktur organisasi LDII di wilayah Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar untuk diselaraskan dengan program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jaringan organisasi yang telah mengakar kuat di 27 kabupaten dan kota menjadi modal sosial yang masif dalam membantu mengentaskan berbagai persoalan warga, mulai dari isu kesejahteraan sosial hingga pelestarian lingkungan hidup.

Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan khusus adalah penerapan konsep eco-pesantren di berbagai pondok pesantren naungan LDII. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan semata, tetapi juga merambah hingga tingkat rumah tangga warga melalui pengelolaan sampah mandiri yang bernilai ekonomis tinggi.

“LDII Jawa Barat eksistensinya sudah ada di 27 kabupaten dan kota. Program-program yang sudah ada seperti eco-pesantren yang sudah berjalan di ponpes-ponpes naungan LDII, rumah warga LDII dan lingkungan sekitarnya, dapat ditingkatkan lagi. Sampah-sampah tersebut dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” pungkas Dody.

Melalui penguatan kapasitas peserta yang hadir, ia berharap setiap individu mampu meningkatkan kompetensi masing-masing guna melahirkan sumber daya manusia yang cakap, unggul, serta memiliki karakter profesional religius. Kualitas kader yang matang diyakini akan memperkokoh kontribusi nyata LDII dalam mengawal arah pembangunan di Tatar Pasundan pada masa mendatang.

Penguatan Tata Kelola Kelembagaan dan Adaptasi Kemajuan Zaman

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan ini diselenggarakan sebagai instrumen penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menjalankan regenerasi kepemimpinan secara berkesinambungan. Di tengah kompleksitas tantangan global maupun nasional yang kian dinamis, organisasi dituntut untuk bergerak adaptif.

Peserta Capacity Building dan Kaderisasi Pengurus DPW LDII Jawa Barat
Peserta Capacity Building dan Kaderisasi Pengurus DPW LDII Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) di Villa Kampung Sawah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: LINES
“Maka LDII harus bisa beradaptasi dan hadir memberikan solusi yang terbaik dan kontribusi nyata untuk bangsa,” ungkap Dicky Budiman, Ketua DPW LDII Jawa Barat.

Ia menambahkan bahwa tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, yakni “Optimalisasi Tata Kelola Kelembagaan dan Kapasitas Kader dalam Mewujudkan Kontribusi Nyata LDII untuk Pembangunan Jawa Barat”, mencerminkan komitmen kuat organisasi dalam melahirkan generasi penerus yang kompeten dan siap bersaing secara sehat di era modern.

Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Visi Pembangunan Jawa Barat

Penyelenggaraan acara yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Asisten Daerah 1 Setda Jawa Barat, Asep Sukmana, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan pujian atas konsistensi LDII dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di wilayahnya.

Sebagai bentuk nyata dari sinergi tersebut, LDII Jawa Barat sebelumnya telah merealisasikan berbagai program sosial, termasuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat dari kalangan kurang mampu. Kolaborasi lintas elemen ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengakselerasi pencapaian target pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII, untuk mewujudkan ‘Jawa Barat Istimewa’. Kami sangat mendukung model kaderisasi dan pembekalan keahlian seperti ini agar para pemuda memiliki daya saing tinggi,” ujar Asep Sukmana, Asisten Daerah 1 Setda Jawa Barat.

Kegiatan akbar yang dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari pengurus tingkat DPW hingga DPD kabupaten dan kota se-Jawa Barat ini turut dihadiri oleh pejabat penting lainnya, seperti Kepala Biro Kesra H.M. Rahmat dan Kaban Kesbangpol Chairul Naim. Selain materi keorganisasian, para peserta juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai wawasan kebangsaan, pendidikan keagamaan, serta metodologi dakwah yang disampaikan langsung oleh jajaran pengurus pusat.

📖 Glosarium Istilah

  • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan Islam berbadan hukum di Indonesia yang berfokus pada pembangunan kualitas umat melalui dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial.
  • Eco-Pesantren: Konsep pengelolaan lingkungan hidup berbasis pondok pesantren yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian alam dan pengelolaan sampah mandiri.
  • Capacity Building: Proses pengembangan dan penguatan keterampilan, instansi, serta sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dan berfungsi secara optimal dalam organisasi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.