PEMALANG – DPD LDII Kabupaten Pemalang bersama Penggerak Pembina Generus (PPG) Pemalang menginisiasi langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran kesehatan bagi generasi muda. Bertempat di GOR Budi Luhur Bojongbata pada Minggu (27/9), sebanyak 100 remaja putri mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang dirancang untuk membekali mereka dengan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan diri serta persiapan menyongsong masa depan.
Sinergi Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, Dhanny Arum Puspasary, S. ST. Bdn., seorang praktisi kebidanan dari RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Materi yang disampaikan mencakup spektrum luas, mulai dari anatomi tubuh manusia, dinamika perubahan fisik serta emosional selama masa pubertas, pentingnya manajemen kebersihan saat menstruasi (menstrual hygiene management), hingga strategi preventif dalam menekan angka stunting sejak usia dini.
Remaja putri perlu memahami perubahan fisik dan psikologisnya secara tepat agar tidak salah langkah. Menjaga kebersihan organ reproduksi (personal hygiene) bukan sekadar kebiasaan harian, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap tubuh sendiri untuk mencegah infeksi dan menjaga masa depan. Edukasi ini juga menjadi benteng agar remaja terhindar dari bahaya pernikahan usia anak, seks bebas, dan infeksi menular seksual, ujar Dhanny Arum Puspasary, S. ST. Bdn.
Antusiasme Peserta dalam Sesi Dialog Interaktif
Suasana di dalam GOR Budi Luhur tampak hidup dengan partisipasi aktif para remaja putri. Sepanjang sesi, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan kritis kepada narasumber. Dialog dua arah ini menjadi wadah bagi mereka untuk menuntaskan rasa ingin tahu mengenai perubahan tubuh yang tengah dialami serta metode perawatan kesehatan reproduksi yang benar secara medis.
Komitmen Pembentukan Karakter Generasi Mandiri
Penyelenggaraan edukasi ini mencerminkan visi DPD LDII Kabupaten Pemalang dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan diri. Melalui pemahaman yang mendalam tentang psikologi dan fisik, para remaja putri diharapkan mampu menjadi benteng bagi diri mereka sendiri dalam menghindari perilaku berisiko.
Lebih lanjut, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung program pencegahan stunting di tingkat nasional. Dengan menanamkan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan reproduksi sejak dini, LDII berupaya mencetak remaja yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kesehatan fisik dan integritas masa depan mereka.
📖 Glosarium Istilah
- Menstrual Hygiene Management: Praktik kebersihan dan manajemen diri yang benar saat mengalami menstruasi untuk menjaga kesehatan reproduksi.
- Stunting: Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang pencegahannya dimulai sejak masa remaja.
- Personal Hygiene: Tindakan menjaga kebersihan diri sendiri untuk mencegah munculnya penyakit dan infeksi.
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan yang berperan membina umat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.