Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kulon Progo sukses menyelenggarakan pelatihan praktis pembuatan dimsum serta teknik penyajian bagi kaum ibu dan remaja putri. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (4/10) di Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Gunung Gempal, Giripeni, Wates, ini menjadi langkah nyata organisasi dalam memberdayakan potensi ekonomi warga melalui pengembangan keterampilan kuliner.
Sinergi Penguatan Ekonomi Kreatif bagi Keluarga
Program yang diinisiasi oleh Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) bersama Bagian Pemberdayaan Perempuan, Kesejahteraan Keluarga (PPKK) ini menyasar setidaknya 70 peserta dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di seluruh wilayah Kulon Progo. Setiap peserta yang hadir merupakan kombinasi harmonis antara unsur ibu dan remaja putri, yang mencerminkan semangat regenerasi keterampilan di tingkat akar rumput.
Semoga melalui pelatihan ini ibu-ibu dan remaja putri bisa mempraktikkan cara membuat dimsum yang dapat dinikmati bersama keluarga. Selain itu, keterampilan ini juga dapat dikembangkan menjadi peluang untuk berwirausaha, ujar Ketua Bagian PUP DPD LDII Kulon Progo, Wasno.
Transformasi Keterampilan Kuliner Menuju Nilai Jual Tinggi
Pelatihan ini tidak sekadar berfokus pada resep dasar, melainkan juga menekankan pentingnya estetika penyajian atau plating. Bagian PPKK DPD LDII Kulon Progo, Suwarti, menegaskan bahwa kemasan dan tampilan makanan memegang peranan krusial dalam menarik minat konsumen di pasar yang semakin kompetitif.
Kami ingin kegiatan ini memberikan keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Selain untuk kebutuhan keluarga, mudah-mudahan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kemandirian, dan kerja sama antara ibu dan remaja putri, jelas Suwarti.
Bertindak sebagai narasumber, praktisi kuliner sekaligus pemilik Lisya Grosir Snack Serba Lima Ribu dan Dapur Mamah Emir, Lisya Cahyaningtyas, memandu para peserta dengan teknik yang sederhana namun berstandar komersial. Ia memberikan motivasi kepada peserta agar tidak ragu untuk bereksperimen dengan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan.
Resepnya mudah dan bahan-bahannya tersedia di sekitar kita. Jangan takut untuk mencoba. Kalau sudah bisa membuat sendiri, keterampilan ini juga bisa menjadi bekal untuk berwirausaha, ujar Lisya Cahyaningtyas.
Kompetisi Kreativitas dalam Seni Penyajian Makanan
Antusiasme peserta memuncak saat sesi praktik dan lomba plating berlangsung. Kreativitas para ibu dan remaja putri diuji dalam menata dimsum dengan sentuhan estetika yang menarik. Perwakilan PC LDII Samigaluh berhasil meraih gelar juara pertama dalam kompetisi tersebut.
Salah seorang peserta dari PAC LDII Tawangsari, Meita, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti kegiatan. Baginya, pengetahuan tentang teknik penyajian makanan sehat dengan hiasan sayuran seperti selada dan tomat memberikan wawasan baru mengenai nilai tambah sebuah produk kuliner. Ia berencana membawa ilmu yang didapat untuk diterapkan dalam kegiatan pengajian di lingkungan tempat tinggalnya.
📖 Glosarium Istilah
- Plating: Teknik menata atau menyajikan makanan di atas piring agar terlihat lebih menarik secara visual dan memiliki nilai jual.
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi tingkat kabupaten/kota.
- PAC: Pimpinan Anak Cabang, struktur organisasi LDII setingkat desa atau kelurahan.
- PUP & PPKK: Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan serta Pemberdayaan Perempuan, Kesejahteraan Keluarga sebagai divisi khusus dalam organisasi.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.