MAGELANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magelang secara proaktif membekali puluhan juru dakwah muda melalui ajang Generus Talks #7. Kegiatan yang diikuti oleh 70 mubaligh ini diselenggarakan di Aula Al-Manshurin, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (16/9/2026).
Penguatan Kapasitas Mubaligh dalam Menatap Masa Depan
Forum strategis ini mengusung tema besar “Mubaligh Berani Menentukan Pilihan Masa Depan”. Fokus utama pembahasan mencakup pengembangan diri, arah pendidikan, jenjang karier, serta penguatan kapasitas keilmuan bagi para generasi muda di lingkungan LDII. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan wawasan mendalam mengenai persiapan transisi menuju dunia profesional pasca-menyelesaikan pendidikan formal.
Ketua Panitia, Aziz Nurwahyuanto, menegaskan bahwa seorang mubaligh dituntut memiliki visi yang jelas terkait arah pengembangan dirinya. Menurutnya, dedikasi dalam berdakwah harus berjalan beriringan dengan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Menjadi mubaligh adalah sebuah amanah. Kita juga perlu memikirkan masa depan. Ada yang ingin melanjutkan pendidikan, membangun karier, atau memperdalam ilmu agama. Setiap pilihan membutuhkan persiapan agar langkah yang diambil lebih terarah, ujar Aziz.
Strategi Peningkatan Kompetensi dan Karakter Profesional
Untuk memberikan gambaran komprehensif, panitia menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Pandi Hartono dan Rofik Berlian Sultony. Keduanya membedah berbagai peluang, mulai dari akses beasiswa pendidikan tinggi hingga prospek karier profesional, baik di dalam maupun luar negeri. Tidak hanya aspek teknis, pengabdian di bidang keagamaan juga menjadi salah satu jalur pilihan yang dibahas dalam forum tersebut.
Pandi Hartono menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama di dunia kerja. Ia menyebutkan bahwa kemampuan teknis yang mumpuni tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat tidak akan memberikan dampak maksimal dalam lingkungan profesional.
Dunia profesional tidak hanya melihat kemampuan teknis. Cara bekerja juga menjadi perhatian. Integritas, tanggung jawab, disiplin, dan karakter luhur perlu dibangun sejak sekarang, ujar Pandi.
Integrasi Potensi Diri Menuju Tujuan Karier yang Terencana
Sementara itu, Rofik Berlian Sultony menyoroti krusialnya pengenalan potensi diri bagi setiap individu. Ia mendorong para mubaligh muda untuk berani menentukan langkah dan tidak berhenti belajar meski telah memasuki tahap karier tertentu. Pendekatan ini dinilai penting agar setiap individu mampu mengoptimalkan bakat yang dimiliki sesuai dengan sasaran yang diinginkan.
Setiap orang memiliki potensi yang berbeda. Kenali kemampuan diri, tentukan tujuan, lalu mulai mengambil langkah. Proses belajar juga perlu terus berjalan setelah seseorang memilih bidang yang ingin ditekuni, tutur Rofik.
📖 Glosarium Istilah
- Generus Talks: Forum diskusi rutin yang diadakan oleh LDII untuk membahas pengembangan kapasitas dan wawasan generasi muda.
- Mubaligh: Juru dakwah atau individu yang memiliki tugas untuk menyampaikan syiar dan pesan keagamaan.
- DPD LDII: Organisasi tingkat daerah dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang bertanggung jawab membina warga LDII di wilayah kabupaten/kota.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.