Tentang Kontak
Terkini

Converter Penanggalan Masehi ke Jawa

Converter Kalender Masehi ke Jawa — Konversi Tanggal Jawa Online Gratis

Converter Kalender
Masehi ke Jawa

Konversi tanggal Masehi ke Kalender Jawa lengkap dengan Pasaran, Weton, Wuku, Neptu, dan Saka

Masehi
—
Weton
—
Saka
—
Wuku
—
Hasil Konversi
—
—

Apa Itu Kalender Jawa?

Kalender Jawa atau Penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan tradisional masyarakat Jawa yang memadukan unsur Hindu-Buddha (Saka) dan Islam (Hijriyah). Sistem ini unik di dunia karena menggabungkan siklus 5 hari (Pasaran), 7 hari (Seminggu), 30 minggu (Wuku), serta penomoran tahun Saka dengan bulan-bulan lunar Islam.

Sejarah modern Kalender Jawa dimulai ketika Sultan Agung dari Kesultanan Mataram pada tahun 1633 M (Saka 1555) memadukan penomoran tahun Saka (berbasis surya) dengan sistem bulan lunar Islam. Sejak saat itu, Kalender Jawa menggunakan bulan-bulan yang sama dengan Hijriyah namun dengan nama Jawa dan penomoran tahun Saka.

Komponen Utama Kalender Jawa

1. Tahun Saka

Saka adalah era penomoran tahun yang dimulai dari tahun 78 M. Hubungan antara Saka dan Hijriyah setelah reformasi Sultan Agung adalah: Saka = Hijriyah + 512. Contoh: tahun Hijriyah 1446 → Saka 1958.

2. Bulan Jawa

Bulan-bulan Jawa setara dengan bulan Hijriyah, hanya berbeda nama:

NoBulan JawaSetara HijriyahHari
1SuraMuharram30
2SaparSafar29
3MuludRabi'ul Awal30
4Siti MuludRabi'ul Akhir29
5Jumadil UlaJumadil Ula30
6Jumadil AkhirJumadil Akhir29
7RejebRajab30
8RuwahSya'ban29
9PasaRamadhan30
10SawalSyawal29
11SelaDzulqa'dah30
12BesarDzulhijjah29 / 30*

* Besar memiliki 30 hari pada tahun kabisat (Windu).

3. Pasaran (Siklus 5 Hari)

Pasaran adalah siklus 5 hari yang khas Kalender Jawa dan tidak ditemukan di sistem penanggalan lain. Lima nama pasaran berputar tanpa henti:

PasaranNeptuKeterangan
Legi5Dari kata "legi" (enak/manis)
Pahing9Dari kata "pahing" (pahit/kuat)
Pon7Dari kata "pon" (penganan)
Wage4Dari kata "wage" (kembaran/seimbang)
Kliwon8Dari kata "kliwon" (tumbuh/mantap)

4. Weton (Hari + Pasaran)

Weton adalah paduan hari 7-minggu dan pasaran 5-hari, menghasilkan 35 kombinasi unik yang berulang setiap 35 hari. Contoh: Senin Legi, Jumat Kliwon, Minggu Wage. Weton sangat penting dalam tradisi Jawa untuk menentukan hari baik pernikahan, upacara, dan ramalan kecocokan jodoh.

5. Wuku (Siklus 30 Minggu / 210 Hari)

Wuku adalah siklus besar yang terdiri dari 30 minggu (210 hari). Setiap minggu dalam siklus memiliki nama wuku tersendiri. Siklus wuku merupakan warisan penanggalan Hindu-Jawa kuno dan digunakan dalam berbagai perhitungan tradisional.

6. Windu (Siklus 8 Tahun)

Windu adalah siklus 8 tahun Saka. Setiap tahun dalam Windu memiliki nama:

PosisiNama Windu
1Alip
2Ehe
3Jimawal
4Je
5Dal
6Be
7Wawu
8Jimakir

7. Neptu (Nilai Numeris)

Neptu adalah nilai angka yang diberikan pada hari dan pasaran.

HariNeptuPasaranNeptu
Minggu5Legi5
Senin4Pahing9
Selasa3Pon7
Rabu7Wage4
Kamis8Kliwon8
Jumat6——
Sabtu9——

Bagaimana Konversi Masehi ke Jawa Bekerja?

Konverter ini melakukan beberapa langkah:

  1. Menghitung Julian Day Number (JDN) dari tanggal Masehi.
  2. Mengkonversi JDN ke tanggal Hijriyah menggunakan algoritma tabular Islam siklus 30-tahun.
  3. Menghitung Saka = Hijriyah + 512 (berlaku sejak reformasi Sultan Agung, 1633 M).
  4. Menentukan Pasaran dari JDN: pasaran_index = JDN mod 5.
  5. Menggabungkan hari dan pasaran menjadi Weton.
  6. Menghitung Wuku dari posisi hari dalam siklus 210 hari.
  7. Menghitung Neptu weton = neptu hari + neptu pasaran.
  8. Menentukan nama Windu dari tahun Saka.

Hubungan Saka, Hijriyah, dan Masehi

Ketiga sistem penanggalan ini saling berkaitan erat dalam konteks Kalender Jawa:

SistemJenisHari/TahunEpochHubungan
MasehiSolar365 / 3661 Jan 1 MAcuan utama
HijriyahLunar354 / 3551 Muharram 1 H (622 M)Bulan Jawa = Bulan Hijriyah
SakaLunar*354 / 3551 Sura 1 S (78 M)Saka = Hijriyah + 512

* Sejak reformasi Sultan Agung (1633 M), Saka menggunakan sistem lunar. Sebelumnya murni solar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan Pasaran dan Weton?

Pasaran adalah siklus 5 hari (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Weton adalah gabungan hari 7-minggu + pasaran, misalnya "Senin Legi" atau "Jumat Kliwon". Weton menghasilkan 35 kombinasi yang berulang setiap 35 hari.

Mengapa konverter hanya mendukung tanggal dari 1633 M?

Sebelum 1633 M (Saka 1555), Kalender Jawa menggunakan sistem solar murni (Saka Hindu). Pada tahun tersebut, Sultan Agung memadukan penomoran Saka dengan bulan-bulan lunar Islam. Konverter ini menggunakan sistem pasca-reformasi yang berlaku hingga kini.

Wuku adalah siklus 210 hari (30 minggu) di mana setiap minggu memiliki nama khusus. Windu adalah siklus 8 tahun Saka di mana setiap tahun memiliki nama (Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, Jimakir). Keduanya berbeda skala — wuku harian, windu tahunan.

© 2025 Jawa Converter — Alat konversi Kalender Masehi ke Jawa online gratis. Berbasis algoritma Hijriyah tabular (Sultan Agung, Saka 1555+).

W F X