Aksi Kemanusiaan Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

Aksi Kemanusiaan Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
foto: ilustrasi / istimewa

BOYOLALI – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama di tengah krisis air bersih, Senkom Mitra Polri bersama DPD LDII Kabupaten Boyolali bergerak cepat menyalurkan bantuan 24.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Aksi sosial yang dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026) tersebut mengerahkan tiga unit mobil tangki untuk menyasar langsung titik-titik kebutuhan warga.

Solidaritas Kemanusiaan Menjangkau Ratusan Kepala Keluarga

Distribusi bantuan air bersih ini difokuskan untuk meringankan beban sekitar 400 kepala keluarga yang mencakup hampir 1.500 jiwa. Wilayah sebaran bantuan ini meliputi tiga RT yang saat ini sedang mengalami kesulitan akses air bersih akibat dampak musim kemarau panjang. Koordinator Lapangan Senkom Mitra Polri Kabupaten Boyolali, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi darurat di sejumlah wilayah.

Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan warga yang terdampak bencana kekeringan. Ke depan, jangan sampai terjadi lagi kekeringan dan pemerintah dapat memberikan fasilitas air bersih yang lebih memadai, ujar Bambang Widyatmoko.

Mitigasi Dampak Bencana dan Penguatan Spiritual Masyarakat

Bambang memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Selain Desa Bengle, beberapa kecamatan lain seperti Cepogo, Ampel, Tamansari, Musuk, Juwangi, dan Wonosegoro juga dilaporkan mengalami krisis air yang signifikan. Dalam merespons situasi tersebut, Wakil Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Boyolali, Slamet, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersabar dan terus mengedepankan ikhtiar spiritual.

Kami mengimbau masyarakat untuk tawakal dan sabar menanti datangnya hujan. Yang kedua, untuk selalu berusaha yaitu dengan berdoa, utamanya melakukan salat istisqa. Semoga hujan segera diturunkan dari langit, tutur Slamet.

Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa kolaborasi antara elemen masyarakat dan organisasi seperti LDII serta Senkom menjadi kunci dalam memitigasi dampak sosial bencana. Pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya menyediakan bantuan mendasar bagi warga yang paling membutuhkan agar keseharian mereka tidak terganggu oleh ketiadaan akses air.

Respon Positif Warga Atas Bantuan Air Bersih

Kehadiran bantuan air bersih tersebut membawa kelegaan bagi masyarakat Desa Bengle yang selama beberapa waktu terakhir harus berjuang ekstra untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga. Ketua RT 01 RW 03 Desa Bengle, Makasin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang dilakukan oleh Senkom dan LDII.

Alhamdulillah, kami di sini sebagai warga RT 01, Bengle, Kledoksari, mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih dari Senkom dan LDII. Warga di sini sangat senang dan berterima kasih, ungkap Makasin.

Senada dengan hal tersebut, seorang warga setempat bernama Indra Yanu menambahkan bahwa bantuan ini sangat berarti di tengah sulitnya akses air bersih di kawasan mereka. Ia berharap aksi serupa dapat terus dilakukan guna mendukung keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem.

📖 Glosarium Istilah

  • Senkom Mitra Polri: Organisasi masyarakat yang memiliki kepedulian di bidang keamanan dan bantuan kemanusiaan.
  • Salat Istisqa: Ibadah salat sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon diturunkannya hujan kepada Allah SWT.
  • Siaga Darurat Bencana: Status yang ditetapkan pemerintah saat suatu wilayah berpotensi mengalami bencana, sebagai langkah antisipasi dini.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.