Wisata Shanghai China: Modern, Klasik dan Penuh Pesona

Wisata Shanghai: Menjelajahi Kota Futuristik, Sejarah dan Budaya Tiongkok

Dari gemerlap skyline Lujiazui dan tepi Sungai Huangpu hingga taman klasik Dinasti Ming dan kota air bersejarah, Shanghai menawarkan perjalanan yang mempertemukan masa lalu dan masa depan.

Shanghai merupakan salah satu kota metropolitan terbesar dan pusat keuangan penting di Tiongkok. Kota ini memiliki wajah yang sangat kontras: gedung pencakar langit futuristik berdiri tidak jauh dari bangunan kolonial, gang tradisional, taman klasik dan kawasan bersejarah.

Bagi wisatawan, Shanghai menawarkan banyak pengalaman dalam satu perjalanan. Pagi hari dapat dimulai dengan berjalan di kawasan kota tua, siang menikmati taman klasik Tiongkok, sore melihat panorama Sungai Huangpu dan malam menyaksikan lampu kota yang berubah menjadi lautan cahaya.

Berikut destinasi yang dapat dimasukkan ke dalam rencana perjalanan ketika mengunjungi Shanghai.

1. The Bund — Ikon Shanghai di Tepi Sungai Huangpu

The Bund atau Waitan merupakan kawasan tepi Sungai Huangpu yang menjadi salah satu ikon utama Shanghai.

Di satu sisi berdiri deretan bangunan bersejarah dengan arsitektur Eropa, sedangkan di seberang sungai terlihat skyline futuristik kawasan Lujiazui.

Waktu sore hingga malam sangat menarik untuk menikmati perubahan suasana kota. Lampu gedung pencakar langit membuat panorama Shanghai terlihat spektakuler.

Google Maps — The Bund, Shanghai

2. Oriental Pearl TV Tower — Panorama Kota dari Ketinggian

Oriental Pearl TV Tower merupakan salah satu bangunan paling mudah dikenali di skyline Shanghai. Desainnya dengan struktur berbentuk bola membuat menara ini menjadi simbol arsitektur modern kota.

Pengunjung dapat naik menuju area observasi untuk melihat Sungai Huangpu, The Bund, Lujiazui dan kawasan metropolitan Shanghai dari ketinggian.

Google Maps — Oriental Pearl TV Tower

3. Shanghai Tower — Melihat Shanghai dari Gedung 632 Meter

Dengan tinggi sekitar 632 meter, Shanghai Tower merupakan salah satu pencakar langit paling ikonik di dunia.

Bangunan ini memiliki desain spiral yang dirancang untuk membantu mengurangi tekanan angin terhadap struktur. Area observasi memberikan perspektif berbeda terhadap kepadatan metropolitan Shanghai.

Google Maps — Shanghai Tower

4. Nanjing Road Pedestrian Street — Pusat Belanja dan Gemerlap Kota

Nanjing Road merupakan salah satu kawasan perbelanjaan paling terkenal di Shanghai.

Kawasan pejalan kaki ini dipenuhi toko, pusat perbelanjaan, restoran dan papan reklame bercahaya. Saat malam, suasananya berubah menjadi salah satu wajah modern Shanghai yang paling hidup.

Google Maps — Nanjing Road Pedestrian Street

5. Yu Garden — Taman Klasik Tiongkok

Berbeda dari gedung pencakar langit di pusat kota, Yu Garden atau Yuyuan Garden menawarkan suasana klasik Tiongkok.

Taman ini memiliki kolam, jembatan batu, paviliun, bebatuan dekoratif dan ornamen tradisional. Kawasan sekitarnya juga dikenal dengan Yuyuan Bazaar.

Datang lebih pagi dapat membantu wisatawan menikmati suasana taman dengan lebih nyaman sebelum kawasan semakin ramai.

Google Maps — Yu Garden

6. Jade Buddha Temple — Ruang Spiritual di Tengah Kota

Jade Buddha Temple merupakan kompleks Buddha yang masih aktif dan dikenal dengan patung Buddha dari batu giok.

Bagi wisatawan, tempat ini menawarkan kesempatan untuk melihat arsitektur dan kehidupan keagamaan di tengah metropolitan Shanghai.

Saat berkunjung, hormati aktivitas ibadah dan aturan fotografi yang berlaku.

Google Maps — Jade Buddha Temple

7. Tianzifang — Gang Seni dan Bangunan Shikumen

Tianzifang merupakan kawasan yang terkenal dengan gang-gang sempit, bangunan tradisional Shikumen, galeri seni, kafe dan toko kecil.

Kawasan ini menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Shanghai yang lebih intim dan tidak hanya melihat gedung-gedung modern.

Google Maps — Tianzifang

8. Shanghai Disneyland — Liburan Keluarga

Shanghai Disneyland menjadi pilihan menarik bagi wisatawan keluarga maupun penggemar taman hiburan.

Salah satu landmark utamanya adalah Enchanted Storybook Castle. Taman hiburan ini juga memiliki berbagai wahana dan pertunjukan dengan karakter Disney.

Waktu kunjungan sebaiknya direncanakan dengan memperhatikan kalender operasional, jam buka dan sistem tiket yang berlaku.

Google Maps — Shanghai Disneyland

9. Zhujiajiao Water Town — Kota Air Bersejarah

Sekitar perjalanan darat dari pusat Shanghai terdapat Zhujiajiao Water Town, kawasan kota air bersejarah yang terkenal dengan kanal, jembatan batu dan rumah-rumah tradisional.

Salah satu pengalaman yang dapat dicoba adalah menyusuri kanal menggunakan perahu tradisional.

Suasananya sangat berbeda dari pusat Shanghai yang dipenuhi gedung pencakar langit.

Google Maps — Zhujiajiao Water Town

Rute Jakarta ke Shanghai

Bagi wisatawan dari Indonesia, perjalanan menuju Shanghai cukup praktis karena tersedia penerbangan nonstop dari Jakarta menuju Shanghai Pudong International Airport.

1. Jakarta — CGK
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
2. Penerbangan langsung
CGK → PVG
Jakarta → Shanghai Pudong International Airport.
3. Shanghai — PVG
Shanghai Pudong International Airport.
Durasi penerbangan langsung:

Sekitar 6 jam 40 menit, tergantung jadwal dan kondisi penerbangan.

Maskapai yang tercatat melayani rute nonstop CGK–PVG:

China Eastern, Garuda Indonesia dan Juneyao Airlines.

Jadwal penerbangan dapat berubah berdasarkan tanggal perjalanan. Pastikan mengecek jadwal terbaru langsung kepada maskapai sebelum membeli tiket.

Google Maps — Jakarta dan Shanghai

Transportasi di Shanghai

Shanghai memiliki jaringan transportasi perkotaan yang luas. Untuk wisatawan, kombinasi metro, taksi resmi, aplikasi transportasi yang tersedia serta berjalan kaki dapat digunakan sesuai lokasi tujuan.

Sebelum berangkat, siapkan alamat tujuan dalam bentuk teks dan, bila memungkinkan, simpan nama tempat dalam aksara Mandarin. Hal ini dapat membantu ketika berkomunikasi dengan pengemudi atau mencari lokasi.

Tips Berwisata di Shanghai agar Aman dan Nyaman

1. Simpan paspor dan dokumen penting

Simpan paspor di tempat yang aman dan buat salinan digital dokumen perjalanan. Jangan menaruh semua dokumen penting di satu tempat.

2. Waspadai barang bawaan di tempat ramai

Kawasan seperti The Bund, Nanjing Road, pusat perbelanjaan dan transportasi umum dapat sangat ramai. Gunakan tas yang tertutup dan perhatikan barang berharga.

3. Hati-hati terhadap penipuan wisata

Hindari menerima ajakan spontan dari orang yang tidak dikenal untuk mengikuti acara, minum teh, mengunjungi tempat tertentu atau menggunakan layanan yang tidak jelas tarifnya.

4. Perhatikan penggunaan QR Code

QR Code banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di China. Jangan sembarangan memindai QR Code yang diberikan orang asing atau berasal dari sumber yang tidak jelas.

5. Pahami aturan dan hukum setempat

Wisatawan asing perlu menghormati hukum dan peraturan Tiongkok. Hindari kegiatan atau area yang memiliki pembatasan dan ikuti instruksi petugas setempat.

6. Jangan memotret area yang dilarang

Perhatikan tanda larangan fotografi, khususnya di fasilitas pemerintah, keamanan, transportasi atau area yang memiliki pembatasan.

7. Siapkan akses pembayaran

Banyak transaksi di China menggunakan sistem pembayaran digital. Sebelum berangkat, pelajari metode pembayaran yang dapat digunakan oleh wisatawan asing dan siapkan alternatif pembayaran jika terjadi kendala.

8. Siapkan koneksi internet

Layanan internet dan aplikasi yang tersedia di China dapat berbeda dari Indonesia. Persiapkan kebutuhan konektivitas sebelum berangkat dan jangan hanya bergantung pada satu metode.

9. Gunakan transportasi resmi

Gunakan metro, taksi resmi atau layanan transportasi yang jelas identitas dan tarifnya.

10. Perhatikan cuaca

Shanghai memiliki iklim lembap dengan musim panas yang panas dan lembap. Hujan juga dapat mengganggu perjalanan. Periksa prakiraan cuaca sebelum menuju destinasi outdoor.

11. Gunakan alas kaki nyaman

Banyak destinasi Shanghai lebih nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Gunakan sepatu yang nyaman, terutama ketika mengunjungi The Bund, Nanjing Road, Yu Garden dan kawasan kota tua.

12. Simpan nomor darurat

Untuk keadaan darurat di China, nomor yang umum digunakan adalah polisi 110, pemadam kebakaran 119 dan ambulans 120.

Contoh Itinerary 4 Hari di Shanghai

Hari Rencana Perjalanan
Hari 1 The Bund → Nanjing Road → kawasan pusat kota → menikmati skyline Shanghai pada malam hari.
Hari 2 Yu Garden → Yuyuan Bazaar → Jade Buddha Temple → Tianzifang.
Hari 3 Shanghai Tower → Oriental Pearl TV Tower → kawasan Lujiazui → The Bund pada malam hari.
Hari 4 Shanghai Disneyland atau Zhujiajiao Water Town, kemudian kembali ke pusat Shanghai.

Kuliner dan Pengalaman Lokal

Shanghai memiliki tradisi kuliner yang sangat beragam. Wisatawan dapat mencoba berbagai hidangan lokal seperti xiaolongbao, mi khas Shanghai, dumpling dan berbagai makanan yang tersedia di kawasan Yuyuan Bazaar.

Bagi wisatawan Muslim, sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahan makanan, metode pengolahan dan status halal restoran sebelum memesan.

Membawa aplikasi penerjemah atau daftar istilah makanan dalam bahasa Mandarin juga dapat membantu ketika menjelaskan kebutuhan makanan.

Kapan Waktu yang Nyaman untuk Berkunjung ke Shanghai?

Shanghai memiliki iklim subtropis lembap. Musim panas dapat terasa panas dan lembap, sedangkan periode lain dapat memberikan suasana yang lebih nyaman untuk berjalan kaki.

Jika tujuan utama adalah menjelajahi kawasan outdoor seperti The Bund, Yu Garden dan Zhujiajiao, periksa prakiraan cuaca sebelum menentukan itinerary harian.

Saat musim hujan atau ketika cuaca kurang bersahabat, museum, pusat perbelanjaan, restoran dan destinasi indoor dapat menjadi alternatif.

Peta Destinasi Wisata Shanghai

Gunakan peta berikut untuk membantu melihat posisi beberapa kawasan wisata utama Shanghai.

Google Maps — kawasan wisata utama Shanghai

Shanghai: Ketika Masa Lalu dan Masa Depan Bertemu

“Shanghai adalah kota yang dapat membuat wisatawan berpindah dari taman klasik dan gang bersejarah menuju gedung pencakar langit futuristik hanya dalam satu perjalanan.”

Pesona Shanghai terletak pada kontrasnya. The Bund menghadirkan bangunan bersejarah di tepi Huangpu, sementara Lujiazui menampilkan wajah metropolitan dengan gedung-gedung futuristik.

Di kawasan lain, Yu Garden dan Tianzifang membawa wisatawan lebih dekat dengan karakter Shanghai yang lebih tradisional. Sementara Shanghai Disneyland dan Zhujiajiao memberikan pilihan pengalaman untuk keluarga maupun wisatawan yang ingin keluar sejenak dari pusat kota.

Dengan perencanaan itinerary, persiapan konektivitas, perhatian terhadap aturan setempat dan kewaspadaan terhadap barang pribadi, perjalanan ke Shanghai dapat menjadi pengalaman wisata yang kaya akan budaya, arsitektur, teknologi dan sejarah.

Catatan perjalanan:

Jadwal penerbangan, jam operasional destinasi, harga tiket, aturan masuk dan kondisi transportasi dapat berubah. Selalu periksa informasi terbaru dari maskapai, pengelola destinasi dan otoritas setempat sebelum melakukan perjalanan.

Peta yang ditampilkan menggunakan Google Maps sebagai penunjuk lokasi. Untuk navigasi aktual, periksa kembali rute dan kondisi perjalanan melalui aplikasi peta sebelum berangkat.

Artikel ini disusun sebagai informasi dan referensi perjalanan.