Wisata di Jeddah: Menjelajah Kota Pesisir Laut Merah
Menyusuri kota tua Al-Balad, menikmati suasana Jeddah Corniche, melihat King Fahd Fountain dan mengenal kehidupan kota yang menjadi salah satu pintu penting menuju Tanah Suci.
Bagi wisatawan Indonesia, Jeddah memiliki daya tarik tersendiri. Selama ini kota tersebut sangat dikenal sebagai salah satu pintu masuk bagi jamaah yang melakukan perjalanan ibadah ke Arab Saudi. Namun, Jeddah juga memiliki kawasan sejarah dan destinasi wisata yang menarik untuk dijelajahi.
Pemerintah pariwisata Arab Saudi menggambarkan Jeddah sebagai kota pesisir Laut Merah yang dibentuk oleh berabad-abad pertukaran budaya. Kawasan bersejarah, waterfront, kuliner, pusat belanja dan kawasan modern berpadu menjadi karakter kota ini.
Al-Balad, Jantung Sejarah Kota Jeddah
Perjalanan ke Jeddah rasanya belum lengkap tanpa menyusuri Al-Balad, kawasan kota tua yang menjadi salah satu identitas utama Jeddah.
Al-Balad memiliki bangunan bersejarah dengan karakter arsitektur Hijazi, jendela kayu tradisional dan gang-gang tua yang menyimpan cerita panjang perdagangan serta kehidupan masyarakat Jeddah. Kawasan Historic Jeddah atau Al-Balad tercatat sebagai UNESCO World Heritage Site.
Souq Al-Alawi
Salah satu kawasan menarik di Al-Balad adalah Souq Al-Alawi. Wisatawan dapat menemukan suasana pasar tradisional dengan berbagai barang dagangan, rempah, wewangian dan produk lokal. Pasar ini menjadi bagian dari pengalaman menyusuri sejarah perdagangan Jeddah.
Nasseef House
Nasseef House merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terkenal di Al-Balad. Rumah besar yang dibangun pada akhir abad ke-19 ini menjadi salah satu contoh arsitektur tradisional Jeddah dan kini menjadi bagian penting dari pengalaman wisata sejarah kota.
Menikmati Jeddah Corniche
Setelah menjelajahi kota tua, perjalanan dapat dilanjutkan ke kawasan pesisir melalui Jeddah Corniche.
Kawasan waterfront ini menawarkan ruang terbuka untuk berjalan, bersepeda, menikmati pemandangan Laut Merah dan bersantai bersama keluarga. Panduan resmi pariwisata Saudi juga memasukkan Jeddah Waterfront sebagai salah satu destinasi penting kota.
King Fahd Fountain
Salah satu landmark paling terkenal di Jeddah adalah King Fahd Fountain.
Air mancur ini berada di kawasan Laut Merah dan dapat terlihat dari berbagai bagian kota. Menurut Visit Saudi, semburan airnya mencapai ketinggian sekitar 312 meter, menjadikannya salah satu ikon visual Jeddah.
Waktu sore hingga menjelang malam dapat menjadi pilihan menarik untuk menikmati kawasan pesisir, terutama ketika suasana kota mulai berubah dengan cahaya senja.
Masjid Ar-Rahma, Masjid di Tepi Laut Merah
Masjid Ar-Rahma, yang juga dikenal sebagai Floating Mosque, merupakan salah satu tempat yang populer dikunjungi di kawasan pesisir Jeddah.
Bangunan masjid yang berada di kawasan waterfront memberikan pengalaman berbeda karena lokasinya berhadapan langsung dengan Laut Merah.
Karena merupakan tempat ibadah, pengunjung perlu menjaga pakaian, perilaku, ketenangan dan tidak mengganggu jamaah yang sedang beribadah. Ikuti pula aturan yang berlaku di lokasi ketika mengambil foto atau video.
Menikmati Seni dan Wajah Modern Jeddah
Jeddah tidak hanya berbicara tentang sejarah. Kota ini juga memiliki perkembangan seni dan budaya kontemporer yang menarik.
Kawasan waterfront dan sejumlah ruang seni memperlihatkan bagaimana Jeddah menggabungkan warisan masa lalu dengan kreativitas modern. Karya seni publik juga dapat ditemukan di kawasan Corniche.
Jeddah Boulevard dan Wisata Belanja
Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi modern kota, kawasan seperti Jeddah Boulevard menawarkan pilihan pusat belanja, restoran dan kafe dalam suasana yang lebih modern.
Visit Saudi menggambarkan Jeddah Boulevard sebagai kawasan untuk berbelanja, bersantap dan bersantai bersama keluarga.
Kuliner yang Bisa Dicoba
Selain tempat wisata, kuliner menjadi bagian penting dari perjalanan di Jeddah. Kota ini menawarkan perpaduan makanan Arab, Hijazi dan pengaruh kuliner dari berbagai masyarakat yang telah lama berinteraksi melalui jalur perdagangan.
- Kabsa — nasi berbumbu dengan daging atau ayam.
- Mandi — hidangan nasi dan daging yang populer di kawasan Arab.
- Mutabbaq — makanan berbentuk lembaran berisi campuran gurih.
- Kurma dan kopi Arab — pasangan yang umum dinikmati sebagai bagian dari keramahan masyarakat setempat.
- Kuliner seafood — pilihan menarik mengingat Jeddah berada di pesisir Laut Merah.
Rute dari Jakarta ke Jeddah
Wisatawan dari Indonesia dapat merencanakan perjalanan udara dari Jakarta menuju Jeddah. Sistem penerbangan Garuda Indonesia saat ini menampilkan pilihan rute Jakarta (CGK) – Jeddah (JED), sehingga wisatawan dapat memeriksa penerbangan langsung atau pilihan perjalanan yang tersedia sesuai tanggal keberangkatan.
Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pilih penerbangan menuju Jeddah sesuai jadwal maskapai.
Pilihan penerbangan dapat berupa penerbangan langsung atau penerbangan dengan transit, tergantung maskapai, tanggal dan ketersediaan tiket.
Setelah tiba di Jeddah, perjalanan dilanjutkan menuju hotel atau destinasi wisata menggunakan transportasi yang tersedia.
Jakarta — CGK
Jeddah — JED
Jeddah, Arab Saudi
Pesisir Laut Merah
Persiapan Sebelum Berangkat
Sebelum membeli tiket, pastikan dokumen perjalanan, persyaratan visa dan ketentuan masuk Arab Saudi sudah diperiksa. Informasi visa dapat berubah sehingga pemeriksaan melalui portal resmi Saudi sebelum keberangkatan sangat dianjurkan.
Portal resmi eVisa Saudi menjelaskan bahwa visa wisata memiliki ketentuan tertentu mengenai negara yang memenuhi syarat dan jenis aktivitas yang diperbolehkan. Untuk warga negara Indonesia, tersedia pula skema paket wisata tertentu melalui mitra resmi yang tercantum di Visit Saudi.
Tips Berwisata Aman dan Nyaman di Jeddah
Simpan paspor, visa, tiket, reservasi hotel dan dokumen penting lainnya dengan baik. Simpan salinan digital sebagai cadangan.
Persyaratan visa dapat berubah. Periksa portal resmi pemerintah Saudi sebelum membeli tiket dan sebelum melakukan perjalanan.
Ketika mengunjungi kawasan budaya, tempat ibadah atau ruang publik, gunakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan norma setempat.
Jeddah memiliki iklim panas. Gunakan pakaian yang nyaman, lindungi diri dari paparan matahari dan cukup minum air.
Aktivitas luar ruangan dapat lebih nyaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Hindari memaksakan aktivitas ketika kondisi cuaca terlalu panas.
Ketika mengunjungi masjid atau kawasan keagamaan, jaga ketenangan, ikuti aturan setempat dan hindari mengambil foto pada area yang memang tidak diperbolehkan.
Saat berada di pasar, pusat perbelanjaan atau kawasan ramai, simpan paspor, uang dan telepon genggam di tempat yang aman.
Pilih transportasi resmi atau layanan yang jelas identitas dan tarifnya. Pastikan alamat hotel dan destinasi tersimpan di telepon untuk memudahkan perjalanan.
Internet sangat membantu untuk menggunakan peta digital, menerjemahkan bahasa, memesan transportasi dan berkomunikasi ketika berada di kota.
Wisata yang nyaman bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang menghormati masyarakat, adat dan aturan yang berlaku di negara tujuan.
Contoh Itinerary 3 Hari 2 Malam
Hari Pertama — Tiba dan Mengenal Jeddah
- Tiba di Bandara King Abdulaziz International Airport.
- Menuju hotel dan check-in.
- Istirahat.
- Menjelajahi kawasan Jeddah Corniche.
- Menikmati suasana sore di tepi Laut Merah.
Hari Kedua — Sejarah dan Budaya
- Al-Balad.
- Nasseef House.
- Souq Al-Alawi.
- Menikmati kuliner lokal.
- Menuju kawasan waterfront.
- Menikmati pemandangan King Fahd Fountain.
Hari Ketiga — Pesisir dan Pulang
- Menikmati sarapan.
- Mengunjungi Masjid Ar-Rahma sesuai aturan kunjungan.
- Berjalan santai di kawasan waterfront.
- Membeli oleh-oleh.
- Kembali menuju bandara.
Jeddah, Pertemuan Sejarah dan Laut Merah
Jeddah memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda. Di satu sisi, wisatawan dapat menyusuri lorong-lorong tua Al-Balad dan melihat bangunan dengan arsitektur tradisional. Di sisi lain, kota ini menghadirkan kawasan waterfront modern yang menghadap Laut Merah.
Dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan, dari bangunan bersejarah hingga ruang publik modern, Jeddah memperlihatkan perjalanan panjang sebuah kota yang sejak dahulu menjadi titik pertemuan masyarakat dan perdagangan.
Bagi wisatawan dari Indonesia yang memiliki kesempatan mengunjungi Arab Saudi, Jeddah dapat menjadi perjalanan budaya yang menarik— terutama bagi mereka yang ingin melihat sisi lain kota selain perjalanan ibadah.
