Wisata di Delhi: Menyusuri Jejak Sejarah, Budaya dan Pasar Old Delhi
Menjelajahi benteng peninggalan Kekaisaran Mughal, menara bersejarah, makam kerajaan, tempat ibadah, monumen nasional hingga lorong-lorong pasar Old Delhi.
Delhi merupakan ibu kota India sekaligus salah satu pusat sejarah, pemerintahan, budaya dan perdagangan negara tersebut. Delhi Tourism menggambarkan kota ini sebagai tempat bertemunya warisan masa lalu dengan kehidupan metropolitan modern.
Jejak sejarah Delhi dapat ditemukan melalui benteng, makam, masjid, monumen, taman, museum dan kawasan pasar. Bahkan tiga monumen Delhi— Qutb Minar, Red Fort dan Humayun's Tomb—tercatat sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.
Landmark Sejarah dan Monumen Delhi
1. Red Fort — Lal Qila
Red Fort atau Lal Qila merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Old Delhi. Benteng monumental berbahan batu pasir merah ini berkaitan erat dengan sejarah Kekaisaran Mughal dan menjadi salah satu simbol penting sejarah India.
Kompleks ini menghadirkan gerbang monumental, halaman, bangunan istana dan berbagai peninggalan arsitektur yang memperlihatkan kemegahan periode Mughal. Delhi Tourism memasukkan Red Fort sebagai salah satu destinasi utama kota.
Keunggulan: arsitektur Mughal, kompleks sejarah dan museum yang memberikan gambaran mengenai masa lalu Delhi.
Tips: datang lebih pagi agar perjalanan lebih nyaman, terutama ketika cuaca sedang panas.
2. Qutb Minar
Qutb Minar merupakan menara bersejarah yang menjadi salah satu landmark paling terkenal di Delhi. Kompleksnya memiliki berbagai peninggalan arsitektur dan inskripsi yang memperlihatkan sejarah panjang kawasan tersebut.
Menara ini memiliki ketinggian sekitar 72,5 meter dan merupakan bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO.
Keunggulan: detail ukiran, bentuk menara yang monumental dan kompleks arkeologi di sekitarnya.
Tips: siapkan waktu yang cukup karena kawasan kompleks cukup luas untuk dijelajahi.
3. Humayun's Tomb
Humayun's Tomb merupakan makam Kaisar Humayun yang dibangun pada abad ke-16. Kompleks makam ini dikenal dengan perpaduan batu pasir merah, marmer dan taman bergaya Charbagh.
Delhi Tourism menyebut Humayun's Tomb sebagai salah satu dari tiga situs Warisan Dunia UNESCO di Delhi. Kompleks ini juga menjadi bagian penting dalam perkembangan tradisi makam taman Mughal di India.
Keunggulan: arsitektur simetris, taman yang luas dan suasana yang relatif tenang.
Tips: luangkan waktu untuk berjalan mengelilingi taman dan memperhatikan detail arsitekturnya.
4. India Gate
India Gate merupakan monumen peringatan yang menjadi salah satu landmark terkenal New Delhi. Monumen ini berada di kawasan pusat pemerintahan dan ruang publik yang luas.
Kawasan India Gate dan Kartavya Path merupakan bagian dari lanskap monumental New Delhi. Delhi Tourism memasukkan India Gate dalam daftar destinasi utama kota.
Keunggulan: arsitektur monumental, ruang terbuka dan suasana kota yang ramai terutama menjelang malam.
Tips: sore hingga malam dapat menjadi waktu menarik untuk menikmati kawasan sekitarnya.
Tempat Ibadah dan Megastruktur
5. Swaminarayan Akshardham
Swaminarayan Akshardham merupakan kompleks kuil Hindu modern yang terkenal dengan detail ukiran batu, arsitektur dan berbagai pengalaman budaya.
Kompleks Akshardham tercantum dalam daftar tempat wisata Delhi Tourism.
Keunggulan: detail arsitektur dan pengalaman budaya yang luas dalam satu kompleks.
Tips: perhatikan ketentuan keamanan dan aturan barang bawaan sebelum memasuki kompleks. Aturan mengenai kamera, telepon dan barang elektronik dapat diberlakukan di area tertentu.
6. Lotus Temple
Lotus Temple dikenal karena bentuk bangunannya yang menyerupai bunga teratai. Tempat ibadah Bahá'í ini menjadi salah satu contoh arsitektur modern yang paling dikenal di Delhi.
Delhi Tourism memasukkan Lotus Temple dalam daftar destinasi wisata dan religious tourism kota.
Keunggulan: arsitektur unik dan suasana hening yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.
Tips: kenakan pakaian yang sopan dan hormati ketenangan ruang ibadah.
7. Jama Masjid
Jama Masjid merupakan salah satu masjid bersejarah yang sangat dikenal di Old Delhi. Masjid ini dibangun pada masa Kaisar Shah Jahan dan berada tidak jauh dari kawasan Chandni Chowk.
Arsitekturnya memperlihatkan penggunaan batu pasir merah dan marmer, sekaligus menjadi bagian penting dari lanskap sejarah Old Delhi.
Keunggulan: arsitektur Mughal dan kedekatannya dengan kawasan bersejarah Old Delhi.
Tips: kenakan pakaian yang sopan, ikuti aturan masjid dan hindari mengganggu kegiatan ibadah.
Chandni Chowk: Menjelajahi Pasar Old Delhi
8. Chandni Chowk
Chandni Chowk menghadirkan wajah Delhi yang berbeda dari kawasan monumental New Delhi. Lorong-lorong pasar yang padat dipenuhi toko, pedagang, kuliner, kain, rempah, perhiasan dan berbagai produk lainnya.
Kawasan Old Delhi sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melihat aktivitas perdagangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat kota. Delhi Tourism juga menempatkan pengalaman kuliner dan belanja sebagai bagian penting dari wisata Delhi.
Kuliner: wisatawan dapat menemukan berbagai makanan khas India Utara seperti paratha, jalebi dan chaat, dengan pilihan yang sangat beragam di kawasan Old Delhi.
Tips: gunakan rickshaw atau berjalan kaki pada bagian tertentu sesuai kondisi lalu lintas dan kepadatan pasar. Jaga barang pribadi ketika berada di kawasan ramai.
Delhi, Kota dengan Dua Wajah
Salah satu hal yang membuat Delhi menarik adalah kontras antara Old Delhi dan New Delhi.
Old Delhi memperlihatkan gang-gang sempit, pasar tradisional, masjid bersejarah, makanan jalanan dan bangunan peninggalan masa lalu. Sementara itu, New Delhi memiliki jalan yang lebih luas, taman, gedung pemerintahan, museum dan kawasan perkotaan modern.
Menurut Delhi Tourism, jaringan Metro Delhi juga menjadi salah satu sarana penting untuk bergerak di antara berbagai bagian kota dan sejumlah destinasi wisata.
↓
Bandar Udara Internasional Indira Gandhi (DEL), New Delhi
Rute dari Jakarta ke Delhi
Bagi wisatawan dari Indonesia, perjalanan udara menuju Delhi dapat dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Indira Gandhi International Airport (DEL).
Berdasarkan data rute penerbangan yang diperbarui pada 24 September 2026, saat ini tidak terdapat penerbangan nonstop dari Jakarta ke New Delhi. Tersedia berbagai pilihan penerbangan dengan satu kali persinggahan, antara lain melalui Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Colombo, Mumbai, Dubai, Doha dan sejumlah kota lainnya.
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan penerbangan internasional menuju Delhi atau menuju kota transit yang tersedia pada jadwal maskapai.
Pilihan transit dapat berbeda menurut maskapai dan tanggal perjalanan. Beberapa pilihan yang tercatat antara lain Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Colombo, Dubai, Doha dan kota-kota lainnya.
Setelah transit, penerbangan dilanjutkan menuju Bandara Internasional Indira Gandhi di Delhi.
Dari bandara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Airport Metro Express, taksi resmi atau layanan transportasi lainnya sesuai kebutuhan. Delhi Tourism menyebut Airport Metro Express sebagai salah satu koneksi antara bandara dan pusat kota.
Jakarta — CGK
New Delhi — DEL
Minimal 1 kali transit
Metro, taksi dan transportasi lokal
Karena jadwal penerbangan dan rute maskapai dapat berubah, periksa kembali jadwal aktual, durasi transit, bagasi, visa dan persyaratan perjalanan sebelum melakukan pemesanan.
Tips Berwisata Aman dan Nyaman di Delhi
Pastikan paspor masih berlaku dan visa atau izin masuk yang diperlukan sudah sesuai dengan tujuan perjalanan. Jangan hanya mengandalkan informasi lama karena aturan perjalanan dapat berubah.
Paspor, visa, tiket, reservasi hotel dan dokumen penting sebaiknya disimpan di tempat aman. Buat salinan digital sebagai cadangan.
Chandni Chowk dan kawasan pasar Old Delhi dapat sangat padat. Simpan telepon, dompet dan paspor dengan baik, terutama ketika berjalan di lorong pasar atau menggunakan transportasi umum.
Gunakan Metro, taksi resmi atau layanan transportasi yang memiliki identitas dan tarif yang jelas. Untuk perjalanan menggunakan kendaraan lokal, pastikan tujuan sudah disepakati sebelum berangkat.
Cuaca Delhi dapat sangat panas pada periode tertentu. Bawalah air minum, gunakan pelindung dari matahari dan sesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca.
Ketika mengunjungi tempat ibadah dan kawasan budaya, gunakan pakaian yang sopan dan ikuti aturan masing-masing tempat.
Tidak semua tempat mengizinkan fotografi atau penggunaan kamera. Perhatikan papan informasi dan petunjuk petugas, khususnya di tempat ibadah, museum dan kompleks tertentu.
Kuliner jalanan merupakan bagian menarik dari pengalaman Delhi. Namun, wisatawan sebaiknya memilih tempat yang terlihat bersih, makanan yang baru dimasak dan air minum yang aman.
Internet akan membantu untuk menggunakan peta, mencari transportasi, menerjemahkan informasi dan berkomunikasi selama perjalanan.
Simpan alamat hotel dan nomor kontak penting di telepon. Sebaiknya juga memiliki salinan informasi tersebut secara offline untuk berjaga-jaga ketika koneksi internet bermasalah.
Contoh Itinerary 3 Hari 2 Malam
Hari Pertama — Old Delhi
- Check-in hotel.
- Jama Masjid.
- Chandni Chowk.
- Menikmati kuliner khas Old Delhi.
- Red Fort.
- Istirahat.
Hari Kedua — Jejak Kekaisaran Mughal
- Humayun's Tomb.
- Qutb Minar.
- Lotus Temple.
- Menikmati kuliner Delhi.
- Menjelajahi kawasan New Delhi.
Hari Ketiga — New Delhi
- India Gate.
- Kartavya Path.
- Akshardham sesuai jadwal dan aturan kunjungan.
- Belanja oleh-oleh.
- Menuju bandara.
Waktu Terbaik Menjelajahi Delhi
Waktu kunjungan perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tujuan perjalanan. Untuk wisata sejarah dan aktivitas berjalan kaki, waktu pagi dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman.
Wisatawan juga dapat menyusun aktivitas luar ruangan pada pagi atau sore hari, sementara museum, pusat belanja dan aktivitas dalam ruangan dapat menjadi pilihan ketika kondisi cuaca kurang nyaman.
Sebelum berangkat, periksa informasi cuaca terbaru. Delhi Tourism sendiri menyediakan informasi cuaca serta berbagai informasi perjalanan dalam portal resminya.
Delhi, Perjalanan Menembus Lapisan Sejarah India
Delhi bukan kota yang cukup dinikmati hanya dalam satu sudut. Kota ini memiliki banyak lapisan sejarah yang dapat ditemukan hampir di setiap kawasan.
Benteng batu pasir merah mengingatkan pada era kerajaan Mughal. Makam kerajaan memperlihatkan perkembangan arsitektur monumental. Masjid dan tempat ibadah memperlihatkan keberagaman kehidupan spiritual. Sementara pasar seperti Chandni Chowk memperlihatkan kehidupan kota yang berlangsung hingga hari ini.
Di sisi lain, jaringan Metro, kawasan pemerintahan, taman, museum dan pusat modern memperlihatkan Delhi sebagai sebuah metropolitan yang terus berkembang. Delhi Tourism juga menempatkan heritage, seni, kerajinan, kuliner dan budaya sebagai bagian penting dari pengalaman kota.
Penutup
Bagi wisatawan Indonesia, Delhi dapat menjadi pintu masuk yang menarik untuk mengenal India lebih dekat. Perjalanan dapat dimulai dari kawasan Old Delhi, kemudian berlanjut ke kompleks sejarah, tempat ibadah, ruang publik New Delhi dan pasar tradisional.
Dengan perencanaan yang baik, menghormati budaya setempat, memperhatikan kondisi cuaca dan menjaga barang pribadi, perjalanan di Delhi dapat menjadi pengalaman yang kaya akan sejarah dan cerita.
