Kafilah santri Madrasah Diniyah Takmiliyah binaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri resmi diberangkatkan untuk berlaga pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-7 tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lumajang. Prosesi pelepasan kontingen berlangsung secara khidmat di Halaman Balai Kota Kediri pada Jumat pagi, menghadirkan semangat juang tinggi dari para santri dan jajaran pembina.
Sinergi Lintas Sektoral Mendukung Potensi Santri Daerah
Pelepasan kafilah tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, didampingi Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sejumlah pejabat strategis turut hadir mengawal pemberangkatan, antara lain Sekretaris Daerah Kota Kediri, Wakapolres Kediri Kota, Kasdim 0809/Kediri, Kepala Kantor Kementerian Agama, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri. Deretan pengasuh madrasah diniyah serta para ofisial tampak mendampingi puluhan santri yang siap mengukir prestasi di pentas regional.
Kehadiran unsur pimpinan daerah dan aparat pertahanan keamanan di Balai Kota tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Kediri dalam menopang pendidikan keagamaan nonformal. Madrasah diniyah tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan ditempatkan sebagai pilar penting pencetak generasi unggul yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kematangan mental, dan kedalaman spiritual.
Target Juara Umum Melalui Hasil Seleksi Ketat di Lirboyo
Ketua DPC FKDT Kota Kediri, KH Melvien Zainul Asyiqien, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah kota yang telah memfasilitasi dan memberi perhatian serius terhadap keberangkatan duta-duta santri daerah. Santri yang tergabung dalam kafilah Kota Kediri merupakan peserta terbaik hasil penyaringan ketat pada seleksi Porsadin tingkat kota yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah 3 Lirboyo beberapa waktu lalu.
Hasil seleksi kompetitif tersebut berhasil menjaring talenta-talenta terbaik yang siap bersaing pada 26 cabang perlombaan seni dan olahraga di Lumajang. Mengingat matangnya masa persiapan, FKDT Kota Kediri memasang target tinggi pada edisi Porsadin kali ini.
"Harapan kita tidak sekadar ikut berpartisipasi, melainkan mampu menorehkan prestasi tertinggi dan membawa pulang gelar Juara Umum. Tugas adik-adik adalah mengeluarkan seluruh potensi, berjuang secara maksimal, bertanding dengan penuh percaya diri, jujur, dan sportif," ujar KH Melvien Zainul Asyiqien.
Penguatan Karakter Islami dan Sportivitas Sebagai Landasan Juara
Dalam arahannya di hadapan kafilah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa kompetisi tingkat provinsi ini harus dimaknai melampaui sekadar perburuan medali. Porsadin merupakan wahana strategis untuk mengasah bakat, membangun ketahanan mental, serta mengokohkan karakter santri yang berakhlak mulia.
Vinanda mengingatkan para peserta untuk senantiasa menjaga kebugaran fisik, menjaga fokus mental, dan mengiringi setiap ikhtiar dengan doa serta restu orang tua. Rasa percaya diri dinilai menjadi modal utama ketika berhadapan dengan kafilah unggulan dari 37 kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
"Melalui berbagai ajang perlombaan, kami berharap para peserta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta karakter Islami yang kuat," tutur Vinanda Prameswati.
Komitmen MDT Wali Barokah Menjaga Semangat Kafilah
Dukungan terhadap kontingen juga disuarakan oleh kalangan pengelola pendidikan keagamaan. Pengurus MDT Wali Barokah yang juga aktif dalam kepengurusan DPC FKDT Kota Kediri, Daud Soleh, menegaskan kesiapan seluruh elemen madrasah diniyah dalam mengawal perjuangan santri hingga garis akhir kejuaraan.
Sinergi harmonis antara pemerintah daerah, ulama pengasuh pesantren, dan pengelola madrasah diniyah menjadi pondasi moral yang kokoh bagi anak-anak yang bertanding di lapangan. Kolaborasi menyeluruh ini diyakini mampu melipatgandakan motivasi santri untuk mempersembahkan torehan terbaik bagi Kota Tahu.
"Kami dari jajaran pengurus FKDT bersama seluruh pesantren dan madrasah diniyah di Kota Kediri siap memberikan dukungan. Mohon doa restunya, semoga anak-anak kita diberikan kelancaran, perlindungan, dan bisa mengibarkan panji kemenangan untuk Kota Kediri," ungkap Daud Soleh.
Rangkaian seremoni pelepasan ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pemberian ucapan semangat dari jajaran Forkopimda kepada setiap peserta kontingen. Rombongan kafilah Kota Kediri kemudian bergerak menuju Kabupaten Lumajang dengan optimisme penuh untuk mengharumkan nama daerah pada perhelatan Porsadin VII Jawa Timur.
📖 Glosarium Istilah
- Porsadin (Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah): Ajang kompetisi berkala cabang olahraga dan seni khusus santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk menyalurkan bakat dan mempererat ukhuwah islamiyah.
- FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah): Wadah koordinasi dan representasi lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah di tingkat daerah hingga nasional dalam pembinaan pendidikan keagamaan Islam nonformal.
- MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah): Lembaga pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan pelengkap bagi siswa sekolah umum guna mendalami ilmu-ilmu agama Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.