Upaya Mitigasi Abrasi, LDII Sulsel Gandeng TNI-Polri Tanam Mangrove di Pesisir Lantebung

Upaya Mitigasi Abrasi, LDII Sulsel Gandeng TNI-Polri Tanam Mangrove di Pesisir Lantebung
foto: ilustrasi
  • Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan bersiap menggelar aksi nyata pelestarian alam melalui penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, ini bertujuan memperkuat ekosistem pantai sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap ancaman abrasi yang kian nyata di wilayah pesisir.

    Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir dan Pencegahan Abrasi

    Langkah LDII Sulsel dalam menghijaukan kawasan Lantebung didasari atas pemahaman mendalam mengenai peran vital hutan mangrove bagi keseimbangan alam. Mangrove bukan sekadar kumpulan tanaman di tepi laut, melainkan benteng alami yang berfungsi meredam energi gelombang, mencegah pengikisan tanah oleh air laut, dan menyediakan habitat bagi berbagai biota laut. Dengan keberadaan vegetasi yang rapat, garis pantai dapat terjaga secara alami dari degradasi lingkungan yang dipicu oleh perubahan iklim dan arus laut yang kuat.

    Aksi ini menegaskan posisi organisasi sebagai mitra strategis dalam isu-isu lingkungan hidup. Keberlanjutan ekosistem pesisir Makassar memerlukan perhatian serius, mengingat dampak jangka panjang dari kerusakan pantai dapat memengaruhi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya.

    Sinergi Lintas Sektoral Bersama TNI dan Polri

    Keberhasilan upaya pelestarian lingkungan mustahil dicapai tanpa kolaborasi yang solid. Oleh karena itu, DPW LDII Sulsel menggandeng berbagai unsur strategis dalam pelaksanaan agenda ini. Keterlibatan TNI melalui Kodam XIV/Hasanuddin dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menjadi pilar utama dalam menyukseskan gerakan hijau ini. Selain aparat keamanan, para pemerhati lingkungan dan komunitas lokal juga turut serta memperkuat barisan untuk menjaga kelestarian pantai.

    Kerja sama multi-pihak ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjawab tantangan ekologis. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, aparat negara, dan pegiat lingkungan diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas, tidak hanya pada aspek fisik penanaman pohon, tetapi juga pada penguatan edukasi lingkungan di tengah masyarakat luas.

    "Kita ingin kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata LDII Sulsel dalam menjaga lingkungan. Mangrove yang kita tanam hari ini mungkin belum langsung terlihat manfaatnya, tetapi insya Allah akan menjadi pelindung pantai dan warisan lingkungan yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujar Ketua DPW LDII Sulsel, H. Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom.

    Investasi Ekologis untuk Masa Depan Generasi Mendatang

    Melalui gerakan ini, LDII Sulsel berupaya menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam sejak dini, terutama bagi generasi muda. Program penanaman mangrove dipandang sebagai investasi ekologis jangka panjang. Setiap bibit yang ditanam merupakan harapan bagi terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan aman di masa depan. Spirit ini sejalan dengan komitmen organisasi dalam mengusung jargon Karya, Kontribusi, dan Komunikasi (3K), di mana kontribusi nyata pada lingkungan hidup menjadi salah satu fokus utamanya.

    Keterlibatan aktif dalam isu lingkungan merupakan bukti bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga melalui perbuatan yang membawa manfaat bagi semesta (Rahmatan lil 'Alamin). Dengan terjaganya pesisir Lantebung, diharapkan masyarakat dapat terus menikmati keindahan alam dan hasil laut secara berkelanjutan.

    "Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Dengan menggandeng TNI, Polri, pemerhati lingkungan dan berbagai elemen lainnya, kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga pesisir adalah tanggung jawab kita bersama," tambah H. Asdar Mattiro dalam pernyataannya.

    Penanaman mangrove di Lantebung ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya kepedulian masyarakat Makassar terhadap perlindungan wilayah pesisir. Sebuah langkah kecil yang jika dilakukan secara kolektif dan konsisten, akan mampu memberikan perlindungan besar bagi bumi dan keberlangsungan hidup anak cucu nantinya.

    📖 Glosarium Istilah

    • Mangrove: Jenis tanaman tropis yang tumbuh di zona pasang surut, berfungsi sebagai penahan abrasi dan habitat biota laut.
    • Abrasi: Proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.
    • Investasi Ekologis: Upaya yang dilakukan saat ini untuk menjaga kelestarian alam agar hasilnya dapat dinikmati oleh generasi masa depan.
    • Mitigasi: Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.